Benturan Takdir

1653 Words

Malam terasa begitu syahdu. Setelah seharian penuh drama resepsi dan salam-salaman yang bikin pegal, akhirnya Rendy dan Shafira resmi sendirian di kamar pengantin. Aromanya wangi melati, campur bau lilin aroma terapi yang tipis. ​Shafira sudah bersandar nyaman di headboard ranjang, senyumnya nggak hilang-hilang. Rendy duduk di sampingnya, meraih tangan Shafira, lalu menciumnya lama. ​Rendy menatap Shafira lekat-lekat, matanya berkilat nakal. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga Shafira. ​"Siap, Sayang? Malam ini Mas nggak akan buat kamu tidur," bisik Rendy, suaranya rendah dan serak, "dan besok kamu nggak akan bisa jalan." ​"Ish, Mas!" Shafira memukul pelan bahu Rendy, wajahnya memerah total. Tapi di matanya, ada binar harapan yang nggak bisa disembunyikan. ​Rendy nggak menunggu lama.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD