Kemenangan dan Kehangatan

1446 Words

Pagi itu rumah keluarga Ardhana lumayan rame. Arshaka lagi main mobil-mobilan di lantai, Ayunda sibuk bantuin Kenan siap kerja. Kenan selesai pakai jasnya, tampak rapi banget kayak biasa. Ayunda ngeliatin sambil merapikan kerah suaminya. “Mas pulang jangan malem ya…” ucap Ayunda pelan. Kenan senyum kecil. “Iya, Sayang. Kamu juga jaga diri. Kalau capek jangan maksa kerja di klinik.” Ayunda cuma ngangguk. Mereka jalan bareng ke teras. Mobil udah nunggu, pengawal di belakang siap berangkat. Seperti rutinitas mereka tiap pagi, Kenan cium kening istrinya pelan. “Assalamualaikum, Sayang.” Ayunda ngegenggam tangan suaminya, lalu mencium punggung tangannya lembut. “Waalaikumsalam. Hati-hati, Mas.” Kenan masuk mobil, pintu ditutup sopir. Mobil melaju, dua mobil pengawal mengikuti. Sampai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD