Tangan ibu itu ngeluarin pisau kecil dari balik bajunya dan langsung mengarah ke perut Ayunda. Ayunda nggak sempat sadar. Tapi Kenan? Refleksnya kayak udah terlatih puluhan kali. BRAK! Kenan langsung nahan pergelangan tangan si ibu dan memutar arah pisau itu ke samping. Ayunda jerit spontan dan langsung meluk Kenan dari belakang, gemeteran. “IYA AMPUN—MAS!” teriak Ayunda panik. Ibu itu meringis keras. Ternyata dia cuma pura-pura hamil—perut buncitnya jatuh ke lantai, cuma bantal lipat. Dua anak buah Kenan langsung lari dari arah kanan dan kiri. “Turun! Lepasin pisaunya!” “Jangan gerak!” Ibu itu ditahan habis-habisan. Kenan narik napas dalam, masih megang tangan Ayunda sambil jalan cepat. “Yang, sini… kita ke mobil sekarang. Tempat ini udah nggak aman.” Ayunda cuma bisa ngangguk

