Pagi-pagi, sinar matahari nyelip masuk lewat tirai kamar. Kenan buka mata duluan, ngulet pelan biar nggak ganggu dua orang yang dia peluk semalaman. Tapi pas nengok ke tengah… ranjang kosong. Arshaka nggak ada. Ayunda kebangun beberapa detik kemudian. Matanya langsung melebar. “Mas… Saka mana?” “Sayang, tenang dulu.” Kenan duduk, nahan bahu Ayunda biar nggak bangun dengan buru-buru. “Saka pasti di bawah. Tenang ya.” “Tapi… dia nggak bilang apa-apa,” suara Ayunda mulai gemetar. Kenan meraih tangan istrinya. “Ayo kita lihat ke bawah.” Mereka keluar kamar, turun tangga bareng. Begitu sampai di ruang tengah, suara TV langsung kedengeran. Kartun. Mereka liat ke sofa. Di sana Arshaka duduk anteng sambil megang bantal, Alea di pangkuan Sagara, dan Sagara lagi nyuapin anaknya itu sambil no

