Tanpa ragu, Bu Annaya langsung memeluk Aliyah erat. “Masya Allah, ternyata kamu menantu Ibu! Pantas hatiku adem waktu pertama kali ketemu kamu. Kamu sekarang hamil, kan? Berapa bulan?” “Enam bulan, Bu,” jawab Aliyah malu-malu. Bu Annaya menatap perut Aliyah dengan mata berkaca. “Mulai sekarang, kamu nggak usah jualan atau capek-capek, ya. Kamu bagian istirahat dan bikin cucu Ibu lahir sehat.” Ayah Asraf yang tadi sempat marah kini hanya menghela napas panjang. “Kalian ini, ya… satu-satu bikin kejutan. Dulu Kenan diam-diam nikah sama Ayunda, sekarang kamu.” Kenan spontan menimpali sambil tertawa kecil, “Lho, kok saya dibawa-bawa, Bu?” Bu Annaya menatapnya tajam tapi penuh sayang. “Ingat nggak dulu kamu sembunyiin Ayunda empat bulan penuh? Kalau bukan dokter Hasan yang bocorin, mungk

