Antara sekarat dan kematian ayunda ?

1543 Words

Malam itu kamar Kenan gelap, cuma lampu meja kecil yang nyala redup. Kenan masih meringkuk di ujung ranjang, matanya bengkak, napasnya berat. Dress kesayangan Ayunda masih dia peluk di d**a, diciumi berkali-kali seakan itu satu-satunya hal yang tersisa dari istrinya. Pintu kamar pelan-pelan kebuka. Ayah Asraf dan Bunda Annya masuk. Wajah mereka sama-sama murung, tapi tetap berusaha kuat buat Kenan. Di tangan Bunda Annya, Arshaka—anak Kenan yang baru satu tahun—digendong sambil merengek kecil. Begitu lihat Kenan yang masih nangis, Bunda Annya langsung ikut sesenggukan pelan. “Kenan…” bisiknya. Arshaka tiba-tiba nengok ke arah ayahnya, tangan kecilnya ngulurin ke depan. “Papa…” ucapnya lirih, suaranya cempreng tapi jelas. Kenan tersentak. Dia mendongak, matanya langsung merah lagi wak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD