Pertemuan Pertama

2072 Words

“Arghh.. aku tidak bisa bernapas..” Sekali lagi Dior melepaskan tangan yang mencengkram pada leher Dhaffin. Menjauhinya begitu saja. Matanya melotot seperti tersadarkan akan sesuatu untuk kembali fokus terhadap sesuatu yang semestinya harus dia capai. Napas Dhaffin terengah-engah saat itu, dia merasa begitu kesal namun tidak bisa berbuat banyak untuk dapat memberikan ganjaran yang setimpal. “Ah.. seharusnya aku tidak sampai melakukan itu..” gumamnya, dia memijit pelipisnya sendiri dengan sebelah tangan. “Menyakitimu tidak ada dalam list tugasku. Hanya saja kau terlalu banyak bicara sampai aku lepas kendali.” Dhaffin terdiam dan beringsut kembali pada posisinya semula. Matanya menangkap sesuatu, sebuah pisau perak yang terletak diatas meja Dior. Sepertinya pisau tersebut ada disana untu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD