Keributan yang terjadi tanpa dapat diduga-duga berhasil membangunkan Dhaffin dari tidurnya yang paling nyenyak dibandingkan waktu waktu sebelumnya. Sedikit mendengus dan mendesah dengan penuh kekesalan pada akhirnya Dhaffin membuka matanya walau dengan terpaksa. Dan saat itulah dirinya sadar apabila tidak ada siapapun di sampingnya. Tidak ada Edna. Wanita itu kembali raib lagi. Hanya ada kekosongan yang menyapanya, dan terus terang Dhaffin cukup merasa kecewa atas itu. Diliriknya jam di meja kayu, menandakan pukul sebelas lewat lima puluh, bukankah hampir masuk tengah hari? Betapa lelapnya dia tertidur. Tak percaya rupanya bisa pula dirinya tidur senyenyak itu. Dhaffin mengerang lelah, padahal apa yang dilakukannya hanya menutup mata, dan lagi tubuhnya hanya berbaring hampir dua belas ja

