One Step

2295 Words

Mesin jetboat menderu diatas air, desingnya terdengar nyaring memecah kesunyian yang ada. Lima menit waktu yang berlalu begitu saja bagi team kami untuk menyebrangi teluk Marina, setelah hampir satu setengah jam terjebak dalam kemacetan yang memuakan kami semua dalam perjalanan menuju ke dermaga. Aku sempat kehilangan seluruh kesabaran dalam diri jika Keyva tidak bergerak maju menghentikan aku untuk berjalan menggunakan kedua kaki ku –berlari dengan kekuatan yang aku miliki dan aku cukup percaya diri dengan kecepatan langkah yang aku miliki. Namun belum sempat hal itu terealisasi Keyva berhasil menahanku untuk tidak membuang energiku secara cuma-cuma. Setidaknya pegangan tangannya pada tanganku sama sekali tidak mengendur hingga Ome berhasil membawa mobil yang kami tumpangi sampai ke derma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD