Kumpulan manusia yang menyatu dalam satu ruangan besar, luasnya mungkin menyamai lapangan sepak bola dengan karpet berwarna gold yang menyala tatkala sinar lampu menerpanya. Gelas saling berdenting menemani setiap kelompok dalam permbicaraan, bersulang sebagai tanda persahabatan. Cengkrama nyaring dengan penampilan mencolok dari setiap individu mungkin berguna untuk saling memamerkan diri menjadi yang terbaik dengan kepercayaan diri terlampau tinggi mereka pikul dibahu masing-masing. Entah untuk alasan apa. Kepala Dhaffin mulai berdenyut, bentuk protes dari tubuhnya ketika dihadapakan dengan entitas manusia diluar kapasitas yang bisa diterimanya. Tekanan tak kasat mata yang dia rasakan semakin menghimpit ketika simpati yang sama sekali tak dia inginkan malah merajamnya layaknya jarum yang

