Perlahan cahaya temaram mengantarkan kesadaran kembali padanya. Matanya mengerjap dan menemukan warna abu-abu di atas sana. Lampu berwarna kuning sendu, berpijar dari samping kirinya. Butuh beberapa detik untuk memproses semua hal. Hingga kemudian dirinya sadar apabila tubuhnya tidak lagi berada di kursi penumpang. Melainkan disebuah ruangan yang terlihat seperti kamar tidur. Tetapi tanpa jendela yang bertengger di dinding. Seperti sebuah tempat yang terisolasi meski ada sebuah ventilasi yang tersedia diatas sana. Mungkinkah sekali lagi dirinya berada di sebuah ruangan bawah tanah? Pria itu memutuskan turun dari ranjang sambil terus bertanya-tanya akan keberadaan dirinya. Terakhir yang dirinya ingat adalah Edna yang membawanya menuju Grandblue malam itu, mereka pergi bersama Keyva dan yan

