Setelah selesai melakukan ritualnya di kamar mandi selama hampir satu jam lamanya, aku langsung mengajak Dhaffin untuk menuju ke kantin markas kami. Penampilannya tidak terlalu buruk setelah mandi, dia mengenakan T-shirt berwarna biru navy dan celana pendek dibawah lutut yang berhasil aku selamatkan sejak kepergian kami ke Benua Eropa beberapa waktu kebelakang. Kurasa aku perlu mendapatkan rasa terimakasih darinya untuk yang satu itu, dan aku cukup percaya diri untuk menerimanya. Berbeda dengan penilaian yang aku sematkan terhadap penampilan yang dipilihnya. Dhaffin sepertinya sedikit tidak nyaman oleh pandangan beberapa orang yang melihat dirinya yang seakan adalah hewan eksotis langka yang memang sudah sepatutnya mendapatkan atensi yang berlebih. Namun mendapatkan terlalu banyak perhatia

