Bab 16 - karma dibayar lunas

3154 Words
"Lu lupa kalau gue pernah mergokin lu lagi di godain dan di rayu sama Burhan dan Toni, mereka mabok dan megang-megang badan lu, dasar cewe kegatelan" teriak lelaki itu lagi sembari memutar badannya ingin pergi dari sana. "Eits jangan lari lu, enak aja lu, lu lupa siapa yang selama ini kasih lu makan, kasih lu tinggal gratis, kasih lu kepuasan, sialan lu.. sialan" teriak Evi dan kemudian dia tidak sadarkan diri. ### "Kemana laki-laki yang kamu belain tuh, hah? mana dia? orang kayak gitu aja lu belain mulu non.... bikin papa malu aja tau ga?" teriak lelaki paruh baya yang sudah berjalan dengan tongkatnya. Disampingnya istrinya yang juga memakai tongkat berjalan perlahan, dibelakangnya berjalan masing-masing suster mereka berdua, kondisi kesehatan keduanya memang sudah mengkhawatirkan sehingga mereka tidak pernah pergi jauh-jauh kecuali ada yang mendesak seperti ini. "Non, apa yang udah terjadi sama lu sih?" tanya bu Yeye yang adalah ibu dari Evi. Dengan tangan gemetar dia mengusap kepala putri sulungnya yang pucat dan belum sadarkan diri itu. Perlahan air mata mengalir di pipinya yang sudah renta itu. "udah gue bilangin orang Jakarta mah jangan dipercaya, apalagi modelan lakinya tuh, udah item, kere, ga ada modal, nih anak perempuan juga ga mau dengerin gue ngomong sih" celoteh pak Darma ayah Evi terus terdengar, sambil mondar mandir dia walau sudah kesusahan berjalan. "Permisi bu Evi.... malam pak, bu.. saya periksa dulu keadaan bu Evinya yah" tegur dokter sambil memasuki ruangan rawat Evi. "silahkan dok, ayo pa duduk dulu" kata bu Yeye sambil mengajak suaminya untuk duduk. "tensi darahnya masih rendah, demamnya tapi sudah turun yah, coba cek infusnya apa cukup untuk malam ini sus, kalau tidak bersiap untuk tambah yah. pasien masih sangat lemas dan demam kondisi janinnya juga lemah jadi nanti sekalian kita masukkan vitamin dalam infus agar bisa segera diterima oleh tubuh pasien" jelas dokter pada susternya yang membuat kedua orangtua itu terkejut. "apa dok? apa saya ga salah denger? Evi hamil?" bu Yeye dengan suara gemetar bangun dari duduknya dan menghampiri dokter yang memeriksa. "Iya betul bu, kondisi ibu dan jabang bayi lemah jadi saya harap kita semua bisa menjaga psikis dan mental dari bu Evi agar dia tetap tenang dan nyaman, jangan diberikan banyak pikiran agar dia bisa bertahan" jelas dokter lagi. "Evi..... bangun lu perempuan begoooooo... anak t***l lu yah.... kok bisa - bisanya lu mau dibuntingin laki sialan itu" pak Darma histeris sambil menghampiri tempat tidur anaknya yang masih lemas itu. Evi yang terbangun karena mendengar jeritan ayahnya pelan - pelan membuka matanya, sedikit pusing tapi akhirnya dia memaksakan untuk membuka matanya dan melihat ibu dan ayahnya sudah ada diruangan rawatnya dan tampak marah sekali. "Pa ..... ma .... maafin Evi...." terdengar lirih sekali suara Evi tanpa bangun dari tidurnya karena tubuhnya sangat lemah sekali. Dengan terisak bu Yeye memeluk putri sulung dan mengelus bahu untuk menenangkannya. "Udah .... udah yah, sekarang kita fokus untuk menyelamatkan nyawa Evi dan kandungannya, bagaimana pun itu adalah keturunan kita pa". kata bu Yeye sangat bijak. Kalau boleh jujur dia juga sangat terpukul, Evi sangat cantik dan berasal dari keluarga yang lumayan berada, tapi kenapa pilihan hatinya sangat mengecewakan, bukan karena status sosial tapi dari kesopanan dan keberanian lelaki itu untuk menjemput dan mengantar anaknya, hanya berani depan gang, bahkan di jalan raya. Miris...... tapi pilihan anaknya, bagaimana pun keras papanya tidak dapat membuat Evi sadar. Ditempat lain dalam sebuah kamar hotel, lelaki yang dicintai Evi sedang bersama dengan gadis yang tidak kalah cantiknya, dia juga anak dari keluarga yang berada. Memang keberuntungan lelaki itu selalu disukai oleh wanita - wanita yang cantik dan kaya, sehingga kerap kali dia di cap sebagai playboy mata duitan. Tapi karena memang dia seperti itu jadi dia tidak terlalu ambil pusing dengan celaan yang beredar. "Gue ga bisa terima cinta lu, karena gue udah punya pacar yang baik, dia juga sayang banget sama gue. Jadi gue harap lu rela lepasin gue buat dia". kata gadis cantik dengan wajah yang sedih karena harus membuat lelaki itu kecewa, lelaki yang selalu berusaha untuk mendekatinya itu, dia merasa bersalah pada Paulus pacarnya karena begitu setia, sedangkan dia sering bermain cinta dibelakang Paulus dengan lelaki yang sama sekali tidak masuk dalam kategorinya. Selain dia berasal dari keluarga yang kaya, gadis ini juga adalah seorang gadis terpelajar, hanya saja keluarganya adalah keluarga broken home jadi membuat dia sering mencari perhatian dari orang lain. "Ga akan gue biarin lu nikah sama Paulus cowo banci lu itu, dia impoten kan? gue akan bahagiain lu pokoknya", jawab lelaki itu sambil mengusapkan tangannya pada p*******a gadis itu yang ternyata tidak berpakaian dalam balutan selimut. "Walau dia banci dan impoten tapi dia setia dan sayang sama gue dan keluarga gue tau" kata gadis itu lagi tanpa menolak gerakan yang lelaki itu lakukan pada tubuhnya yang mulai terangsang. Dia menyukai semua sentuhan yang lelaki itu berikan, karena setiap hari dia selalu menerima kepuasan dan belaian kasih sayang dari lelaki itu dan sebagai gantinya dia juga memberikan uang jajan untuk ongkos dan rokok untuk lelaki tersebut. Akhirnya kedua insan itu memadu kasih tanpa mengenal waktu, dan akhirnya gadis itu hamil dan menyebabkan dia harus menikah dengan lelaki itu karena lelaki itu tanpa malu mengakui perbuatannya pada orangtua gadis itu dan mau tidak mau merestui hubungan mereka walau dengan terpaksa. Pernikahan mereka disaksikan oleh keluarga dua belah pihak, hanya saja terlihat sekali kalau perbedaan status sosial mereka, saat mempelai lelaki dari rumahnya di gang sempit akan berangkat menjemput mempelai wanita yang ada di kawasan perumahan mewah. Kedua orangtua wanita yang merasa malu akan kejadian itu sering kali menghindar saat orang berdatangan memberikan ucapan selamat. Di antara tamu yang datang terlihat seorang wanita dengan gaun yang mewah dan dandanan yang sangat mencolok, dengan wajah cantik, putih dan manis berjalan sendirian menuju pelaminan dan membuat segenap pria dalam ruangan itu menoleh kepadanya, karena cantiknya luar biasa bahkan para ibu - ibu langsung menjewer suami masing-masing yang ikut mengintip dan mengikuti arah jalan sang wanita tersebut. "Selamat ya ko, semoga pernikahan ini langgeng, dan semoga wanita ini dan kehamilannya tidak mengalami hal yang sama seperti yang aku alami, setelah dihamili dan ditinggalkan". wanita itu dengan pelan dan tegas mengucapkan selamat kepada lelaki itu beserta gadis selingkuhannya yang kini menjadi istrinya. "E... Evi ..... e.... eh.... iya makasih ya sudah mau datang", jawab lelaki itu yang langsung pucat pasi melihat wanita yang pernah menjadi kekasihnya datang ke pernikahannya dengan gadis lain yang menjadi selingkuhannya dan dalam kondisi berbadan dua juga alias sedang hamil. "Aku harap kamu dan anak keturunan kamu nanti, tidak pernah mengalami apa yang aku rasakan hari ini, dan untuk dimasa depan. Dan semoga kebahagiaan akan segera aku rasakan walau itu tidak bersama kamu. Anak ini akan aku rawat karena dia harus menjadi saksi sakit hati ku setelah kamu nodai aku dan kamu tinggalkan dengan wanita lain dan aku sedang hamil juga saat ini ya ko Lundi..... Ya ...... Lundi ayah kandung dari Lita adalah lelaki yang selama ini menjadi kekasih Evi di masa lalu, dan Rossa adalah wanita selingkuhan Lundi yang juga akhirnya menjadi korban dari ketamakan hati Lundi yang selalu mengincar wanita-wanita cantik yang berduit. Kepergian Evi dari pesta meninggalkan banyak tanya di hati Rossa yang hanya bisa terdiam, dalam hatinya memikirkan hal yang sangat dia takutkan, karma yang dia lakukan dengan merebut kekasih wanita lain, bahkan mengkhianati cinta dari lelaki yang tulus mencintainya hanya karena tidak mendapatkan kepuasan seksual saja. Tapi penyesalan hanya bisa jadi penyesalan karena bagaimana pun nasi sudah menjadi bubur, dia sudah menjadi anak durhaka karena membuat kedua orang tuanya malu dan kini dia harus terima semua konsekwensinya dengan lapang d**a. Setelah pesta pernikahan selesai Lundi memboyong istrinya ke rumahnya yang berada di gang kecil itu, Rossa yang selama ini hidup mewah dan berkecukupan jadi kaget karena semuanya tidak sesuai dengan ekspektasinya sebelumnya. Mertuanya yang tinggal bersama dia selalu memberikan kalimat - kalimat sindiran karena dia masih belum bisa melayani suaminya dengan baik, dengan memasak, mencuci pakaian, bahkan menyapu lantai. Karena semua pekerjaan itu tidak pernah dia lakukan dirumah kedua orang tuanya, dia mempunyai 7 orang asisten rumah tangga karena dia dan adik - adiknya mempunyai masing - masing asisten. Sebagai anak dari pengusaha bahan bangunan yang terkenal membuat Rossa tidak pernah mendapat pengetahuan untuk itu semua, bahkan untuk makan saja pelayannya yang akan menyuapinya. Dan kondisi ini membuat dia sangat stres sehingga seringkali cek cok dengan Lundi suaminya. "Hari ini aku mau kerumah mama yah?" tanya Rossa pada Lundi. "Lah ngapain?" tanya Lundi balik. "Aku ga bisa tidur soalnya disini panas banget, udah gitu harus gantian nyalain kipasnya karena listrik rumah kamu ga kuat" keluh Rossa sambil cemberut. "Enak ya kepanasan dikit langsung pulang ke istana, mertua sama suami ga diurusin, enak sih disono mah semua serba dilayanin. Inget Ndi, bini mah kudu ikut laki, lu jangan jadi laki ikut bini yang ada kagak dihargain ntar yang ada" sindir mertua Rossa padanya yang langsung berlari ke kamar mandi dan menangis disana. "Giliran dikasih tau nangis, lagian lu juga udah tau anak orang kaya malah lu bawa susah". kata Sari pada Lundi anaknya dan di tambahi lagi oleh kakak perempuan Lundi yang sudah janda dan tinggal bersama dengan mereka. "Iya Ndi, lu kudu tegas ama bini jangan ampe nanti lu di injek - injek ama bini.... malu". kata kakak Lundi lagi. Setiap hari selalu ada saja kesalahan Rossa yang dicari - cari oleh ipar dan mertuanya, membuat Rossa tidak kerasan tinggal bersama dan memutuskan merayu Lundi untuk pisah rumah dengan mereka. Tentu saja mertua dan iparnya keberatan karena walau tidak bisa melakukan apa-apa tapi Rossa cukup royal memberikan uang belanja pada mertuanya, padahal suaminya tidak bekerja. Tapi karena dia mampu akhirnya dia rela mengeluarkan uang belanja agar dia pun tidak usah susah dan repot belajar memasak. Malam minggu seperti biasa Rossa dan Lundi bercengkrama di rumah Lundi dan kaget saat melihat Paulus mantan pacar Rossa yang sudah dikhianati itu datang ke rumah Lundi, dia datang seperti orang yang mengapel kekasihnya. Membawa martabak dan es kelapa kesukaan Rossa. Walau kesal dengan kedatangan Paulus tapi Lundi juga senang karena bisa membahagiakan istri dan keluarganya dengan makanan enak tanpa harus mengeluarkan uang. Setelah hampir 1 bulan kejadian itu berlangsung akhirnya Lu ndi merasa gerah juga dengan sikap Paulus yang tiap minggu selalu datang di malam minggu, akhirnya dia membawa istrinya untuk pulang ke rumah mertuanya agar bisa menghindar dari kedatangan Paulus ke rumahnya. Bukannya berhenti Paulus malah nekat untuk datang ke rumah Rossa dan akhirnya orang tua Rossa memberikan nasihat kepada Paulus agar menjauhi putrinya, karena bagaimana pun sangat tidak pantas seorang istri masih mendapat kunjungan malam minggu dari mantan kekasihnya, mendengar nasihat itu Paulus menangis dan memohon pada orang tua Rossa untuk tetap mengijinkan dia menengok Rossa, karena baginya Rossa adalah cinta pertama yang sangat dia sayangi. Setelah beberapa kali diberikan nasehat oleh kedua orang tua Rossa akhirnya dengan berat hati Paulus berhenti mendatangi rumah Lundu maupun rumah Rossa dan dengan iklas melepas Rossa untuk bahagia dengan Lundi. Dan Rossa juga berusaha untuk menjadi istri dan menantu yang baik untuk Lundi dan keluarganya sehingga dia rela ikut mencari nafkah karena Lundi hanya bisa memanfaatkan kemampuannya menyetir dan juga reparasi barang-barang elektronik yang hasilnya tidak dapat di andalkan. Berbeda dengan Rossa yang akhirnya menjadi lebih baik, Lundi yang memang pemalas memilih untuk di rumah saja, apabila ada yang dikerjakan lanjut kalau tidak ada dia tidur, dan Rossa yang sudah terlanjur pasrah hanya bisa mengelus d**a melihat kelakuan suaminya itu. Kedua orang tua Rossa yang kasihan melihat putrinya harus bekerja akhirnya menawarkan diri untuk memberikan modal kepada putrinya untuk membuka usaha toko kue dan es campur, karena memang Rossa juga suka membuat kue dan suka sekali minum es campur jadinya orang tua Rossa mewujudkan impian putrinya dengan usaha tersebut. 2 bulan pertama usaha mereka lancar, hingga di bulan ke tiga tiba-tiba seorang wanita datang dan menangis sambil mencari Lundi, dia mengatakan bahwa Lundi sudah menghamilinya dan tidak mau bertanggung jawab, mendengar hal itu kedua orang tua Rossa marah dan mengusir keduanya dan mengharamkan kepada mereka untuk menginjakkan kaki di rumah mereka yang mewah itu. Karena malu dengan orang tua Rossa akhirnya Lundi meminta maaf dan memohon agar mereka di beri kesempatan sekali lagi agar mereka dapat meneruskan usaha yang ditutup karena semua barang dan perlengkapan dagang di buang dan dipecahkan oleh ayah dari Rossa yang sakit hati itu. Karena melihat air mata putrinya, akhirnya ayah Rossa luluh dan memberi kesempatan sekali lagi, tapi kali ini lokasinya dipindahkan karena takut Lundi masih menjalin hubungan dengan wanita lain, dengan bersumpah Lundi mengatakan bahwa dia tidak pernah melakukan itu, tapi tetap saja kedua orang tua Rossa tidak percaya. Yang mereka lakukan semata mata hanya untuk putri mereka. Sekali b******n pastilah balik menjadi b******n, dan kali ini Lundi tertangkap basah sedang bercinta dengan istri dari bos tempatnya bekerja di toko listrik, dia yang selalu mengantar pesanan dengan mobil bos yang selalu disimpan di rumah bos tersebut, jadi setiap pagi di ambil dan sore hari saat toko tutup di kembalikan ke rumahnya bos. Suatu hari Lundi pulang mengantar pesanan meminta ijin pada bosnya untuk bisa segera pulang karena tidak enak badan, dengan berat hati sang bos mengijinkannya dan menyuruh untuk mengembalikan saja mobil ke rumah dan langsung boleh pulang. Saat Lundi mengantar mobil di rumah hanya ada istri bosnya saja, kebetulan dia sedang mendapat pesanan puding jadi sangat sibuk sampai tidak memperhatikan keringat dan berantakannya pakaiannya yang sedang sibuk membuat puding pesanan. "Bu..... bapak nyuruh saya anter mobil dulu karena saya lagi ga enak badan" kata Lundi pada istri bos nya. "Oh ya udah, tumben jam segini udah pulang. sakit? jangan-jangan boongan kali biar cepet pulang, kan istrinya cakep jadi bisa dikelonin tiap hari" ucap istri bos Lundi sambil tersenyum manis pada Lundi. "Ah ibu bisa aja, ga kok bu. Biar pengantin baru saya ga selalu dapat jatah dari istri saya bu, mungkin karena anak orang kaya kali ya, jadi saya juga sungkan minta jatahnya" kekeh Lundi. "Wah kasian pengantin baru kok puasa terus, ledek istri bosnya pada Lundi. "he he he iya nih bu makanya suka pusing kalau liat yang bening bening kayak ibu gini" kata Lundi merayu. "Ya ampun kamu tuh ya, bisa aja bikin saya seneng, awas loh nanti saya keterusan jadi pengen lagi" ledek istri bos lagi. "kepengen apa nih bu" kata Lundi yang dari raut mukanya seperti tidak sakit dan menjadi genit. "ha ha ha...anak muda sekarang kok seleranya udah ibu - ibu" kata istri bos sepertinya sudah terpancing. Lundi yang memang berniat menggoda istri bos nya itu semakin berani dan memeluk istri bosnya dari belakang. "Waw.... kamu tuh bikin kaget aja" kata istri bos tapi tidak terlihat marah atau tersinggung. Dan Lundi menyadari itu semua dan meneruskan perbuatannya dengan makin berani. "Kalau ibu-ibunya hot gini mah saya juga napsu godainnya bu" kata Lundi dengan tanpa yang makin berani meremas p******a istri bos nya dengan perlahan. Bukannya menolak dan menghindar istri bos itu malah memutar badannya sehingga keduanya saling bertatapan dan dia menyenderkan kepalanya didada Lundi. Serasa mendapat undian, Lundi tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung memeluk istri bos itu, sambil meremas dengan gemas kedua gunung yang sangat montok dan pas digenggaman tangannya yang kasar. "Oh ..aduh... kok enak banget, si engko mah ga pernah remas t***t saya kayak gini, dan saya kok baru tau ya rasanya enak gini" ujar istri bos sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan didadanya yang besar itu. Lundi yang mendapat respon positif meneruskan sentuhan dan usapannya pada p*******a dan memilin ujung p*****gnya sehingga wanita itu bergerak dengan gelisah. "Ah enak Ndi, lu apain sih badan gue kok enak banget.... nyetrum gitu d**a gue ..duh jadi becek deh, istri bos mengecek tubuh bagian bawahnya yang sudah banjir dengan cairan cintanya dan tangan lainnya ikut meremas p*******a agar mendapat respon maksimal dari itu. "ehem..ufhh....ah enak bu .... ini t***t enak banget, kenyal banget dipegangnya, boleh diisep ga ya? rayu Lundi pada istri bosnya. "ah ..... iya sayang ayo isep aja...duh gue ga kuat lagi" kata istri bos sambil menaikkan bajunya agar Lundi lebih leluasa menghisap dan menjilat p****g p*******a nya yang mulai menjadi gatal dan ingin lebih lagi. Di tarik tangan Lundi yang sedang meremas dadanya yang montok dan mengajaknya ke kamar setelah sebelumnya mematikan kompor. Didalam kamar kedua manusia m***m itu tanpa menunggu lama segera membuka satu persatu pakaian mereka dan saling mencium dan berakhir ditempat tidur dimana sang bos dan istrinya tidur bersama. Lundi yang sudah tidak bisa menahan gairahnya lebih lama lagi, kembali menghisap p*******a wanita itu dan menjilat sambil jari tangannya masuk ke bagian v perempuan tersebut. Bagai tersengat listrik wanita itu melengkungkan tubuhnya sehingga jari Lundi seperti terhisap ke dalam v****a yang montok dan mulus dari bulu. "ayo masukin... duh gue ga tahan, ayo buruan gue mau ditunggingin nih" ceracau istri bos yang sudah b*******h. Dia membelakangi Lundi dan memasang posisi agar Lundi bisa memasuki tubuhnya dari belakang. Melihat pemandangan seperti itu membuat Lundi tambah bernafsu dan akhirnya membuka pakaian terakhirnya yaitu celana dalam dan mengeluarkan senjatanya dan memberikan sedikit pelumas sebelum akhirnya dia mengarahkan ke v****a istri bos tersebut. Merasakan kehangatan m***k istri orang membuat Lundi tidak menyia-nyiakan waktu dan menggoyang pinggulnya agar k****l nya perkasa itu terus menancap di m***k istri bosnya itu. Setelah hampir 1 jam dia menggoyang tubuh istri bosnya Lundi akhirnya mencapai puncaknya, dengan gerakan yang makin kencang dia menyodok dan membuat tubuh didepannya merah- merah karena gesekan dan tabrakan kencang perutnya dengan b****g wanita itu. "ah .... lama banget lu .....tapi gue suka, si ngko kalau nyodok gue 5 menit juga udah KO... gila lu bikin gue puas banget" kata wanita itu yang akhirnya ambruk setelah keduanya mencapai o*****e bersamaan. "Lundi ... apa yang lu lakuin ama bini gue" teriak seorang lelaki yang entah dari kapan sudah ada di depan kamar tidur itu. Lundi yang panik segera melepas k*****l keluar dari m***k istri bos nya dan segera mencari bajunya memakainya asal dan berlari keluar dari rumah itu dengan cepat. "Pokoknya gue mau tuntut suami lu, dan gue penjarain dia karena udah merusak rumah tangga gue dengan nidurin istri gue" teriak bos Lundi di depan Rossa yang malam itu sedang tidak enak badan dan terkejut saat bos tempat suaminya bekerja datang kerumah dan mengatakan hal yang mengejutkannya. Lundi sendiri belum pulang ke rumahnya karena merasa ketakutan akan dijebloskan ke penjara oleh bos nya itu. Dia bersembunyi ke rumah kakaknya yang di Bandung tanpa mengabari istrinya yang sedang hamil. Semua kejadian itu terdengar sampai ke telinga Evi yang sengaja menyewa seorang mata - mata untuk mencari informasi tentang Lundi selama ini, dan ketika mendengar informasi hot terkini, dia tersenyum dan berkata dalam hati. >>>>> "Tuhan memang adil ya Lundi, Rossa dulu kalian pernah menyakitiku dengan perselingkuhan kalian sampai kalian menikah, dan sekarang karma itu datang padamu Rossa... rasakan penderitaan yang aku rasakan, dan berdoalah agar keturunan kalian tidak mengalami apa yang aku rasakan, di nodai bahkan hamil anak dari hubungan itu, tunggulah!!!!! aku yakin Tuhan berbaik hati padaku agar bisa menyaksikan karma itu pada kalian". batin Evi di balik tembok rumah Lundi dan menyaksikan kehancuran Rossa akibat Lundi dengan tersenyum getir.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD