Pov Lita
"Nih guru lama banget sih, gue
udah ga sabar pengen ketemu sama
Arkan". batinku.
Seharian aku jadi uring-uringan ga
dapat kabar dari Arkan dari pagi abis
nganterin Arkan ke kelasnya, tadi
siang juga ga keliatan di kelas atau
dikantin. Semua temannya sudah
aku tanya, tapi ga ada satu pun yang
tahu keberadaan cowo yang hampir
2 bulan terakhir ini menjadi kekasih
ku itu.
Neeeeeeettttttt.........
"Genks.....
gue balik duluan ya, kalau ga ketemu
juga gue mau kerumah Arkan ya..." kata
ku sambil membereskan semua buku ke
dalam tas sekolahku dan bergegas lari
keluar kelas tanpa menunggu jawaban
dari ketiga sahabatku.
Aku sendiri tidak mengerti kenapa
Arkan menghilang tanpa kabar, padahal
tadi pagi dia kelihatan pucat dan lemas
yang tidak memungkinkan dia untuk
pergi atau kemana gitu, membuat aku
jadi khawatir dengan keadaannya.
Baru saja aku sampai di lantai 1
dan mau berbelok menuju parkiran motor
untuk mengecek apakah motor Arkan
disana atau tidak, tiba-tiba terdengar
suara yang sangat aku tunggu seharian
ini.
"Lita sayang, kamu ngapain kesana? aku
nya ada disini ga ada diparkiran motor!,"
teriak Arkan yang langsung mendapat
pelukan dariku yang setengah berlari ke
pelukannya.
"Eheem.....iya deh yang lagi kangen
sampai ga sadar depan ruangan kepala
sekolah pelukannya". sindir ibu Sri
sambil tersenyum ke arah kami berdua.
Mukaku yang memerah menahan malu
langsung melepas pelukanku dan menarik
tangan Arkan menjauh dari sana.
"cie...malu tuh". ledek Arkan padaku.
"kamu mah gitu, udah ah....yuk buruan ke
kantin, gara-gara nyariin kamu seharian
aku jadi ga makan tau..." umpatku pada
Arkan yang masih nyengir meledekku.
"Ga usah makan di kantin deh, kita makan
diluar aja. Kamu mau makan bakso yang
di Palmerah ga ..kamu pasti suka deh".
kata Arkan lagi padaku.
"Lah emang kamu udah sembuh?"
tanyaku lagi.
"Udah dong, aku udah tidur tadi dirumah
semalem tuh aku begadang nemenin
babeh nonton bola" jawab Arkan lagi
sambil menggaruk rambutnya yang tidak
gatal karena takut aku ngomel.
"Eheeem....oh gitu....ya udah deh...makan
bakso berarti ya....aku mau dong maen ke
rumah kamu, boleh ga?" tanya Lita pada
Arkan.
"Boleh lah, kok ga boleh..... pacar aku gitu
loh". ledek Arkan sambil menggandeng
tanganku dan pergi dari sekolah.
***
Arkan mematikan motornya didepan
sebuah rumah dengan gerbang warna
hitam, dia mengajak Lita turun dan
membuka gerbang, dan mendorong motor
nya masuk langsung ke garasi disamping
2 motor lainnya dan sebuah mobil mewah
"Assalam mualaikum.....beh...Mawi pulang
teriak Arkan sambil membuka pintu itu.
"Waalaikum salam..... et dah..berisik
amat lu...baru aja babe mau merem, eh
ada tamu ini yak? cakep bener...sapa yak".
tanya babeh Arkan pada Lita yang ikut
kemana Arkan bergerak.
"maapin beh, eh iya ini Lita beh, cewe
demenan Mawi". kata Arkan dan Lita maju
untuk mencium tangan babeh Ali.
"Lah pinter lu tong milih yang bening kaya
begini...malah bohay lagi". hehehee....
becanda ya neng, jangan di masukin ke
ati, ke jantung aja". ledek babeh Ali lagi.
"Iya beh .....gapapa...Lita juga suka
becanda kok beh". jawab Lita masih malu
dengan pujian babeh Ali.
"ya udah dah ..babeh ngantuk nih, babe
mau rebahan dulu dah ya. Sepet bener
ini mata". ucap babeh Ali sembari masuk
ke kamarnya yang ada dilantai 1 itu.
"Ta, mending kamu naik aja ke atas
kalau ngeliat pintu warna biru dengan
banyak sticker Slank-nya kamu tau lah itu
kamar siapa" kata Arkan menunjukkan
arah menuju tangga untuk naik ke kamar
nya dilantai 2.
Lita menemukan pintu sesuai info
yang dikasih oleh Arkan, perlahan dia
menekan handle pintu dan mendorong
perlahan, dan seketika nafasnya terasa
sesak dan matanya memanas bahkan
dadanya yang seksi itu bergerak naik
turun karena tidak dapat mengendalikan
emosi terharunya.
Dari pintu kamar lurus ke depannya
Lita melihat tembok warna ungu dengan
tulisan menggunakan sticker scotlite yang
berwarna kuning stabilo yang bertuliskan
"I love u gadis juteks ku Lita ?". dan juga
sebuah foto dirinya sedang bermain gitar
pada saat acara 17 Agustusan disekolah
tempo hari. Fotonya dibingkai dengan
spidol warna ungu juga berbentuk hati.
Lita mematung sambil meresapi sebuah
perasaan yang belum pernah dia rasakan
sebelumnya bahkan dengan Akbar pria
yang menjadi pacar pertamanya dulu.
"Gimana sayang? kamu suka ga?
aku sengaja bikin ini untuk ingetin aku
kalau gadis jutek kelas 1 Sekretaris 2
yang terkenal jago maen gitar dan maen
volly dan terkenal banget dengan juteknya
itu pacar aku lohhh!!!!!" kata Arkan sambil
meletakkan gelas berisi syrup yang dia
buat didapur tadi di atas meja belajarnya
dan menghampiri Lita yang mulai terisak
lirih.
"Lah kok malah nangis sih sayang? aku
bikin salah ya? maafin aku ya...kalau aku
salah sama kamu" kata Arkan sambil
memeluk tubuh montok pacarnya itu.
"Aku ga pernah diginiin sama cowo lain,
hiks...hiks....aku terharu banget loh yank,
aku taunya dan denger dari orang-orang
kamu tuh cuek, nakal, bahkan suka bikin
onar...tapi kok ternyata kamu romantis
banget". lanjut Lita tanpa mengurangi
isak tangisnya yang malah bertambah
kencang.
"Cup...cup...jangan nangis ya...semua
yang aku lakuin ini karena aku sayang
banget sama kamu. Dan aku pengen jadi
yang terbaik buat kamu...selama aku bisa.
jadi jangan nangis ya....aku sayang kamu"
kata Arkan sambil menenangkan gadis
kesayangannya itu.
"Kamu harus lihat juga yank ..."
kata Arkan sambil berjalan ke dekat pintu
dan mematikan lampu kamarnya, jleb..
ruangan yang tiba-tiba gelap membuat
Lita ketakutan dan memeluk Arkan, tapi
Arkan malah memaksa Lita membuka
matanya dan melihat tulisan yang tadi
ada di tembok itu menyala dikegelapan
ruangan menambah kesan keren dan
romantis dikamar tersebut.
"Arkaaaaan....makasih ya sayang, aku
bahagia banget disayang sama kamu,
maafin aku yang selama ini udah jutek ya
sama kamu. Aku janji akan jadi lebih baik
lagi untuk kamu". janji Lita dalam pelukan
Arkan sambil masih meneteskan air mata
yang penuh dengan kebahagiaan.
****
Lita memberitahukan kepada
Arkan bahwa mamanya sudah memberi
ijin untuk ikut acara PerSaMi disekolah
akhir minggu ini, dan Arkan senang dan
segera menghubungi Eka teman sekelas
nya untuk memberitahukan hal tersebut.
Saking serunya perencanaan acara oleh
mereka berdua, Arkan sampai tidak sadar
kalau Lita sudah terlelap seperti sedang
mendengarkan dongeng disamping akibat
mendengar obrolan mereka berdua via
telepon tersebut
"Jiah ....dia tidur......wkwkwkwkwk
imut banget sih kamyu sayaaaangku".
kata Arkan pelan pada Lita takut kalau
suaranya bisa membangunkan Lita yang
terlihat sangat pulas tersebut.
Perlahan ditatapnya wajah chubby
didepannya sambil tersenyum Arkan diam
diam mengelus dan merapikan beberapa
anak rambut yang menutupi dahi putih
mulus milik Lita, tanpa sadar dia mencium
kening Lita dan membawa Lita dalam
pelukannya. Arkan memeluk erat seakan
tidak mau dilepaskan pelukan itu yang
berarti mereka harus berpisah.
Lita terbangun karena ada gerakan
di dadanya, pantas saja sesak pikirnya
ternyata tangan Arkan memeluknya erat
sekali. Dia membuka mata lebih lebar dan
membalas pelukan kekasihnya itu dengan
erat juga, diangkat kepalanya dan mata
nya beradu dengan mata Arkan yang dari
tadi melihatnya.
Mpphmm....entah siapa yang mulai
tapi kedua bibir itu menyatu dan saling
memilin dengan mesra, terlihat kerinduan
di antara mereka tersalurkan dengan cara
itu. Awalnya kecupan kecupan ringan dan
bertambah menjadi b*******h, tangan
Arkan ikut meremas punggung dan pipi
Lita yang masih dalam pelukannya. Lirih
terdengar desahan nafas dari keduanya
membuat suasana kamar yang awalnya
sejuk menjadi sedikit panas dibakar
gairah mereka.
Tangan Arkan bergerak turun dari
punggung meremas sedikit lembut di pipi
dan meranjak ke seragam bagian depan
Lita, menemukan gundukan kenyal dan
padat milik Lita yang seakan menantang
untuk disentuh olehnya, Lita melenguh
saat jemari Arkan menyusup disela sela
kancing baju seragam Lita
Lita berkeringat dan mukanya merah
menahan serangan gairah yang timbul
akibat ciuman bibir tersebut, dia yang
merindukan belaian pria di tubuhnya
seakan membuka peluang untuk Arkan
untuk meneruskan penjelajahan tangan
di d**a Lita yang sudah terbuka dan
memperlihatkan p******a yang besar
untuk ukuran anak gadis usia 16tahun.
Remasan demi remasan di payudara
atau lebih tepatnya di putingnya membuat
Lita belingsatan dan merasakan ada
cairan yang keluar dari lubang di bagian
bawah tubuhnya tersebut, duduknya
sudah tidak santai lagi, menuntun tangan
Arkan yang sedari tadi asyik memilin dan
meremas payudaranya untuk turun dan
melewati rintangan celana dalamnya.
Arkan yang terhanyut merasa kaget
saat jari tengahnya merasakan rimbunan
bulu halus dari bagian tubuh Lita yang
sedang diraba tersebut, hanya sesaat saja
tanpa berpikir lagi dia malah memasukan
jarinya lebih dalam lagi dan......
"Arrrghh ..sayang...ayo terus sayang..enak
banget sayang". kata Lita yang bergerak
maju mundur sambil memegang jari
Arkan agar lebih masuk lagi ke lubang
kenikmatannya yang sudah sangat basah
itu
"Hmmpp..pp...suuut.....". Arkan menutup
mulut Lita dengan bibirnya yang seksi
agar suara Lita terdengar sampai keluar
kamarnya. Karena walaupun kamarnya
kedap suara tapi tidak nyaman aja rasa
nya karena suara desahan Lita sungguh
membuat gairahnya meningkat dan
senjatanya ikut tegang dan rasanya sakit
sekali karena posisinya terjepit di celana
Lita yang sudah tinggi gairahnya
membuka seluruh pakaian seragamnya
termasuk bh hitam yang dipakainya hari
ini dan naik ke atas tubuh Arkan yang ikut
juga membuka pakaiannya agar bisa
merasakan kulit dengan kulit bergesekan.
"sayang aku mau, ayo buka celana
kamu...aku rasanya udah ga sabar mau
rasain punya kamu nyodok punya aku
yank". kata Lita dengan mata memelas.
"Argh....Ta...kulit kamu lembut banget sih"
Arkan membantu Lita membuka celana
yang sudah mulai sesak itu dan membiar
kan Lita menyelesaikan sisanya. Setelah
tubuh keduanya polos, Arkan dengan
lembut merasa seluruh bagian tubuh Lita
yang semok itu dengan perlahan, aliran
darah dalam tubuh Lita mengalir dengan
deras dan menimbulkan gairah tingkat
tinggu sehingga Lita dengan kerinduan
naik ke atas tubuh Arkan.
"Wah pemandangan yang sungguh
indah". kata Arkan melihat p******a Lita
menggantung dengan bebas dihadapan
nya, dia meraih gunung kembar itu dan
meremasnya...Lita menyodorkan kedua
putingnya dan mendekatkannya ke mulut
Arkan yang segera disambut dengan lidah
yang menjulur menjemput p****g yang
mengeras sempurna.
Selagi Arkan menghisap kedua putingnya
bergantian Lita merasakan cairan bawah
tubuhnya semakin deras dan membasahi
perut Arkan yang ada dibawah tubuhnya
tersebut....
Sambil meraba tonjolan dibawah
perut, Lita menemukan p***s panjang dan
besar yang begitu dia rindukan sodokan
nya dalam tubuhnya. Dia dengan pelan
memasukkan p***s itu kedalam vagina
nya dan mendesah hebat saat p***s itu
menyentuh klitorisnya yang tersembul
keluar karena gairahnya itu.
"Ah....Arkan .....mentok banget punya
kamu didalam, kena i**l aku lagi....argh...."
desahan Lita membuat Arkan melepas
hisapan di mulutnya dan beralih dengan
konsentrasinya saat penisnya memasuki
vagina Lita yang sempit,. dia mendesah
mengikuti desahan Lita yang terdengar
sangat seksi ditelinganya.
"ah ..ah ...shsh....iya sayang ...."
kata Arkan saat Lita dengan perlahan
mulai menggoyangkan tubuhnya naik
turun diatas tubuhnya Arkan...goyangan
nya membuat payudaranya yang montok
bergelanjutan lompat lompat kesana
kemari dengan indahnya dimata Arkan
"aduh sayang...enak....ah...ah ..kamu
ikut goyangin dari bawah juga dong, biar
tambah mentok nyodoknya" kata Lita
tanpa mengurangi goyangannya...yang
semakin hot itu
" ah ini rasain nih sodokan aku yank ..gila
enak banget m***k kamu...ngegigit gitu
gila enak sayang....ah..." kata Arkan yang
tidak tahan malah menghisap lebih keras
puting p******a Lita menambah erangan
dimulut Lita semakin kencang.
"yes baby ..yes ..fuck me baby ..arh
aku enak yank .arh...". teriak Lita dengan
kencang dan lupa kalau dilantai 1 ada
babeh yang lagi tidur. Arkan yang takut
teriakan Lita bisa membangunkan babeh
nya membungkam mulut lita dengan bibir
nya dan melumatnya. sedangkan tangan
nya bergerak meremas dan memilin lagi
puting yang makin membengkak itu.
" ayo sayang..aku udah mau sampe
nih...ayo goyang yang lebih hot baby" kata
Arkan sambil menepuk p****t Lita yang
montok dari samping...
Lita yang makin goyang kencang terus
menerus mengeluarkan ceracaunya yang
entah apa terdengar tapi makin membuat
penampilannya menjadi seksi, keringat
yang menetes dari dahinya turun ke
belahan dadanya yang masih diremas
oleh Arkan dan lanjut turun ke perut yang
rata dan selesai di atas rimbunnya bulu
halus diperut Arkan.
Arkan yang sebentar lagi mencapai
puncaknya membaliknya tubuh Lita agar
menungging dan memasukinya dari
belakang gaya dog style....dihadapkan
dengan p****t yang putih montok dan
seksi membuat gairah Arkan semakin
menggila. Dia menepuk pelan b****g Lita
sehingga memerah tapi menambah
gairah untuk Lita agar ikut bergoyang
maju mundur mengikuti gerakan Arkan
yang menyodok dirinya.
Tangan Arkan meraih kedua p******a
yang bergelantungan dengan keras
seiring goyangan mereka yang hot, dia
meremas penuh gairah sehingga Lita
sedikit kesakitan tapi juga keenakan..
Satu jam berlalu tapi belum ada
tanda tanda keduanya menurunkan ritme
goyangan mereka bahkan Arkan semakin
keras menggoyang penisnya keluar dan
masuk v****a Lita yang terlihat putih
sekali dari belakang tubuhnya...memerah
merekah karena gesekan dan sodokan
senjata miliknya.
"Sayang kamu udah puas belum ?"
kata Arkan tidak mengurangi kecepatan
sodokannya.
" Dikit lagi yank ..aku masih pengen di
sodok kamu". jawab Lita terengah engah.
Arkan mencabut penisnya dan membalik
tubuh Lita dan menyodoknya kembali
dengan gaya normal...dia sempat
mengelus k******s Lita dan bersiap
menyodok kembali memeknya Lita yang
memerah tapi makin seksi dengan bulu
halus disekitar pipi vaginanya itu.
"..Aragh.....kamu bisa aja sih yank". kata
Lita tersenyum puas padahal tadinya dia
pikir Arkan sudah mau menyelesaikan
permainan cinta mereka, ternyata ganti
gaya lagi.
"kirain kamu ngajakin aku udahan pake
dicabut segala kontolnya...eh ternyata di
sodok lagi..ah m***k aku puas banget dh
aku bisa ketagihan k****l kamu nih nanti"
ucap Lita terguncang guncang tubuhnya
karena sodokan Arkan yang tidak lelah
terus menusuk dan mengobrak abrik isi
vaginannya Lita dengan penisnya yang
besar.
"Kamu bebas minta kapan pun dan
dimana pun sayang ..karena k****l aku
sekarang cuma milik kamu sayang" "argh
memek kamu enak banget sih...argh ..aku
dipijit nih ..arrhhh....akhhh...sayang ...ahr.
desahan Arkan hampir berhenti karena
kehabisan nafas.
"sayang lebih cepet lagi aku udah mau
nyampe nih .mau pipis...." ucapan Lita
menyemangati Arkan yang masih terus
menggoyang tubuhnya diatas Lita.
"iya sayang aku juga udah mau keluar nih
argh ..argh .sayaaaaaaaang...aku keluar"
Arkan merasakan kempotan m***k Lita
yang menandakan Lita mencapai puncak
orgasmenya dan diikuti oleh Arkan yang
mengeluarkan spermanya didalam rahim
Lita ......dan tubuh Arkan ambruk diatas
tubuh Lita yang juga kelelahan.