Bab V - Open Your Heart

2234 Words
Pov Lita "Nih guru lama banget sih, gue udah ga sabar pengen ketemu sama Arkan". batinku. Seharian aku jadi uring-uringan ga dapat kabar dari Arkan dari pagi abis nganterin Arkan ke kelasnya, tadi siang juga ga keliatan di kelas atau dikantin. Semua temannya sudah aku tanya, tapi ga ada satu pun yang tahu keberadaan cowo yang hampir 2 bulan terakhir ini menjadi kekasih ku itu. Neeeeeeettttttt......... "Genks..... gue balik duluan ya, kalau ga ketemu juga gue mau kerumah Arkan ya..." kata ku sambil membereskan semua buku ke dalam tas sekolahku dan bergegas lari keluar kelas tanpa menunggu jawaban dari ketiga sahabatku. Aku sendiri tidak mengerti kenapa Arkan menghilang tanpa kabar, padahal tadi pagi dia kelihatan pucat dan lemas yang tidak memungkinkan dia untuk pergi atau kemana gitu, membuat aku jadi khawatir dengan keadaannya. Baru saja aku sampai di lantai 1 dan mau berbelok menuju parkiran motor untuk mengecek apakah motor Arkan disana atau tidak, tiba-tiba terdengar suara yang sangat aku tunggu seharian ini. "Lita sayang, kamu ngapain kesana? aku nya ada disini ga ada diparkiran motor!," teriak Arkan yang langsung mendapat pelukan dariku yang setengah berlari ke pelukannya. "Eheem.....iya deh yang lagi kangen sampai ga sadar depan ruangan kepala sekolah pelukannya". sindir ibu Sri sambil tersenyum ke arah kami berdua. Mukaku yang memerah menahan malu langsung melepas pelukanku dan menarik tangan Arkan menjauh dari sana. "cie...malu tuh". ledek Arkan padaku. "kamu mah gitu, udah ah....yuk buruan ke kantin, gara-gara nyariin kamu seharian aku jadi ga makan tau..." umpatku pada Arkan yang masih nyengir meledekku. "Ga usah makan di kantin deh, kita makan diluar aja. Kamu mau makan bakso yang di Palmerah ga ..kamu pasti suka deh". kata Arkan lagi padaku. "Lah emang kamu udah sembuh?" tanyaku lagi. "Udah dong, aku udah tidur tadi dirumah semalem tuh aku begadang nemenin babeh nonton bola" jawab Arkan lagi sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal karena takut aku ngomel. "Eheeem....oh gitu....ya udah deh...makan bakso berarti ya....aku mau dong maen ke rumah kamu, boleh ga?" tanya Lita pada Arkan. "Boleh lah, kok ga boleh..... pacar aku gitu loh". ledek Arkan sambil menggandeng tanganku dan pergi dari sekolah. *** Arkan mematikan motornya didepan sebuah rumah dengan gerbang warna hitam, dia mengajak Lita turun dan membuka gerbang, dan mendorong motor nya masuk langsung ke garasi disamping 2 motor lainnya dan sebuah mobil mewah "Assalam mualaikum.....beh...Mawi pulang teriak Arkan sambil membuka pintu itu. "Waalaikum salam..... et dah..berisik amat lu...baru aja babe mau merem, eh ada tamu ini yak? cakep bener...sapa yak". tanya babeh Arkan pada Lita yang ikut kemana Arkan bergerak. "maapin beh, eh iya ini Lita beh, cewe demenan Mawi". kata Arkan dan Lita maju untuk mencium tangan babeh Ali. "Lah pinter lu tong milih yang bening kaya begini...malah bohay lagi". hehehee.... becanda ya neng, jangan di masukin ke ati, ke jantung aja". ledek babeh Ali lagi. "Iya beh .....gapapa...Lita juga suka becanda kok beh". jawab Lita masih malu dengan pujian babeh Ali. "ya udah dah ..babeh ngantuk nih, babe mau rebahan dulu dah ya. Sepet bener ini mata". ucap babeh Ali sembari masuk ke kamarnya yang ada dilantai 1 itu. "Ta, mending kamu naik aja ke atas kalau ngeliat pintu warna biru dengan banyak sticker Slank-nya kamu tau lah itu kamar siapa" kata Arkan menunjukkan arah menuju tangga untuk naik ke kamar nya dilantai 2. Lita menemukan pintu sesuai info yang dikasih oleh Arkan, perlahan dia menekan handle pintu dan mendorong perlahan, dan seketika nafasnya terasa sesak dan matanya memanas bahkan dadanya yang seksi itu bergerak naik turun karena tidak dapat mengendalikan emosi terharunya. Dari pintu kamar lurus ke depannya Lita melihat tembok warna ungu dengan tulisan menggunakan sticker scotlite yang berwarna kuning stabilo yang bertuliskan "I love u gadis juteks ku Lita ?". dan juga sebuah foto dirinya sedang bermain gitar pada saat acara 17 Agustusan disekolah tempo hari. Fotonya dibingkai dengan spidol warna ungu juga berbentuk hati. Lita mematung sambil meresapi sebuah perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya bahkan dengan Akbar pria yang menjadi pacar pertamanya dulu. "Gimana sayang? kamu suka ga? aku sengaja bikin ini untuk ingetin aku kalau gadis jutek kelas 1 Sekretaris 2 yang terkenal jago maen gitar dan maen volly dan terkenal banget dengan juteknya itu pacar aku lohhh!!!!!" kata Arkan sambil meletakkan gelas berisi syrup yang dia buat didapur tadi di atas meja belajarnya dan menghampiri Lita yang mulai terisak lirih. "Lah kok malah nangis sih sayang? aku bikin salah ya? maafin aku ya...kalau aku salah sama kamu" kata Arkan sambil memeluk tubuh montok pacarnya itu. "Aku ga pernah diginiin sama cowo lain, hiks...hiks....aku terharu banget loh yank, aku taunya dan denger dari orang-orang kamu tuh cuek, nakal, bahkan suka bikin onar...tapi kok ternyata kamu romantis banget". lanjut Lita tanpa mengurangi isak tangisnya yang malah bertambah kencang. "Cup...cup...jangan nangis ya...semua yang aku lakuin ini karena aku sayang banget sama kamu. Dan aku pengen jadi yang terbaik buat kamu...selama aku bisa. jadi jangan nangis ya....aku sayang kamu" kata Arkan sambil menenangkan gadis kesayangannya itu. "Kamu harus lihat juga yank ..." kata Arkan sambil berjalan ke dekat pintu dan mematikan lampu kamarnya, jleb.. ruangan yang tiba-tiba gelap membuat Lita ketakutan dan memeluk Arkan, tapi Arkan malah memaksa Lita membuka matanya dan melihat tulisan yang tadi ada di tembok itu menyala dikegelapan ruangan menambah kesan keren dan romantis dikamar tersebut. "Arkaaaaan....makasih ya sayang, aku bahagia banget disayang sama kamu, maafin aku yang selama ini udah jutek ya sama kamu. Aku janji akan jadi lebih baik lagi untuk kamu". janji Lita dalam pelukan Arkan sambil masih meneteskan air mata yang penuh dengan kebahagiaan. **** Lita memberitahukan kepada Arkan bahwa mamanya sudah memberi ijin untuk ikut acara PerSaMi disekolah akhir minggu ini, dan Arkan senang dan segera menghubungi Eka teman sekelas nya untuk memberitahukan hal tersebut. Saking serunya perencanaan acara oleh mereka berdua, Arkan sampai tidak sadar kalau Lita sudah terlelap seperti sedang mendengarkan dongeng disamping akibat mendengar obrolan mereka berdua via telepon tersebut "Jiah ....dia tidur......wkwkwkwkwk imut banget sih kamyu sayaaaangku". kata Arkan pelan pada Lita takut kalau suaranya bisa membangunkan Lita yang terlihat sangat pulas tersebut. Perlahan ditatapnya wajah chubby didepannya sambil tersenyum Arkan diam diam mengelus dan merapikan beberapa anak rambut yang menutupi dahi putih mulus milik Lita, tanpa sadar dia mencium kening Lita dan membawa Lita dalam pelukannya. Arkan memeluk erat seakan tidak mau dilepaskan pelukan itu yang berarti mereka harus berpisah. Lita terbangun karena ada gerakan di dadanya, pantas saja sesak pikirnya ternyata tangan Arkan memeluknya erat sekali. Dia membuka mata lebih lebar dan membalas pelukan kekasihnya itu dengan erat juga, diangkat kepalanya dan mata nya beradu dengan mata Arkan yang dari tadi melihatnya. Mpphmm....entah siapa yang mulai tapi kedua bibir itu menyatu dan saling memilin dengan mesra, terlihat kerinduan di antara mereka tersalurkan dengan cara itu. Awalnya kecupan kecupan ringan dan bertambah menjadi b*******h, tangan Arkan ikut meremas punggung dan pipi Lita yang masih dalam pelukannya. Lirih terdengar desahan nafas dari keduanya membuat suasana kamar yang awalnya sejuk menjadi sedikit panas dibakar gairah mereka. Tangan Arkan bergerak turun dari punggung meremas sedikit lembut di pipi dan meranjak ke seragam bagian depan Lita, menemukan gundukan kenyal dan padat milik Lita yang seakan menantang untuk disentuh olehnya, Lita melenguh saat jemari Arkan menyusup disela sela kancing baju seragam Lita Lita berkeringat dan mukanya merah menahan serangan gairah yang timbul akibat ciuman bibir tersebut, dia yang merindukan belaian pria di tubuhnya seakan membuka peluang untuk Arkan untuk meneruskan penjelajahan tangan di d**a Lita yang sudah terbuka dan memperlihatkan p******a yang besar untuk ukuran anak gadis usia 16tahun. Remasan demi remasan di payudara atau lebih tepatnya di putingnya membuat Lita belingsatan dan merasakan ada cairan yang keluar dari lubang di bagian bawah tubuhnya tersebut, duduknya sudah tidak santai lagi, menuntun tangan Arkan yang sedari tadi asyik memilin dan meremas payudaranya untuk turun dan melewati rintangan celana dalamnya. Arkan yang terhanyut merasa kaget saat jari tengahnya merasakan rimbunan bulu halus dari bagian tubuh Lita yang sedang diraba tersebut, hanya sesaat saja tanpa berpikir lagi dia malah memasukan jarinya lebih dalam lagi dan...... "Arrrghh ..sayang...ayo terus sayang..enak banget sayang". kata Lita yang bergerak maju mundur sambil memegang jari Arkan agar lebih masuk lagi ke lubang kenikmatannya yang sudah sangat basah itu "Hmmpp..pp...suuut.....". Arkan menutup mulut Lita dengan bibirnya yang seksi agar suara Lita terdengar sampai keluar kamarnya. Karena walaupun kamarnya kedap suara tapi tidak nyaman aja rasa nya karena suara desahan Lita sungguh membuat gairahnya meningkat dan senjatanya ikut tegang dan rasanya sakit sekali karena posisinya terjepit di celana Lita yang sudah tinggi gairahnya membuka seluruh pakaian seragamnya termasuk bh hitam yang dipakainya hari ini dan naik ke atas tubuh Arkan yang ikut juga membuka pakaiannya agar bisa merasakan kulit dengan kulit bergesekan. "sayang aku mau, ayo buka celana kamu...aku rasanya udah ga sabar mau rasain punya kamu nyodok punya aku yank". kata Lita dengan mata memelas. "Argh....Ta...kulit kamu lembut banget sih" Arkan membantu Lita membuka celana yang sudah mulai sesak itu dan membiar kan Lita menyelesaikan sisanya. Setelah tubuh keduanya polos, Arkan dengan lembut merasa seluruh bagian tubuh Lita yang semok itu dengan perlahan, aliran darah dalam tubuh Lita mengalir dengan deras dan menimbulkan gairah tingkat tinggu sehingga Lita dengan kerinduan naik ke atas tubuh Arkan. "Wah pemandangan yang sungguh indah". kata Arkan melihat p******a Lita menggantung dengan bebas dihadapan nya, dia meraih gunung kembar itu dan meremasnya...Lita menyodorkan kedua putingnya dan mendekatkannya ke mulut Arkan yang segera disambut dengan lidah yang menjulur menjemput p****g yang mengeras sempurna. Selagi Arkan menghisap kedua putingnya bergantian Lita merasakan cairan bawah tubuhnya semakin deras dan membasahi perut Arkan yang ada dibawah tubuhnya tersebut.... Sambil meraba tonjolan dibawah perut, Lita menemukan p***s panjang dan besar yang begitu dia rindukan sodokan nya dalam tubuhnya. Dia dengan pelan memasukkan p***s itu kedalam vagina nya dan mendesah hebat saat p***s itu menyentuh klitorisnya yang tersembul keluar karena gairahnya itu. "Ah....Arkan .....mentok banget punya kamu didalam, kena i**l aku lagi....argh...." desahan Lita membuat Arkan melepas hisapan di mulutnya dan beralih dengan konsentrasinya saat penisnya memasuki vagina Lita yang sempit,. dia mendesah mengikuti desahan Lita yang terdengar sangat seksi ditelinganya. "ah ..ah ...shsh....iya sayang ...." kata Arkan saat Lita dengan perlahan mulai menggoyangkan tubuhnya naik turun diatas tubuhnya Arkan...goyangan nya membuat payudaranya yang montok bergelanjutan lompat lompat kesana kemari dengan indahnya dimata Arkan "aduh sayang...enak....ah...ah ..kamu ikut goyangin dari bawah juga dong, biar tambah mentok nyodoknya" kata Lita tanpa mengurangi goyangannya...yang semakin hot itu " ah ini rasain nih sodokan aku yank ..gila enak banget m***k kamu...ngegigit gitu gila enak sayang....ah..." kata Arkan yang tidak tahan malah menghisap lebih keras puting p******a Lita menambah erangan dimulut Lita semakin kencang. "yes baby ..yes ..fuck me baby ..arh aku enak yank .arh...". teriak Lita dengan kencang dan lupa kalau dilantai 1 ada babeh yang lagi tidur. Arkan yang takut teriakan Lita bisa membangunkan babeh nya membungkam mulut lita dengan bibir nya dan melumatnya. sedangkan tangan nya bergerak meremas dan memilin lagi puting yang makin membengkak itu. " ayo sayang..aku udah mau sampe nih...ayo goyang yang lebih hot baby" kata Arkan sambil menepuk p****t Lita yang montok dari samping... Lita yang makin goyang kencang terus menerus mengeluarkan ceracaunya yang entah apa terdengar tapi makin membuat penampilannya menjadi seksi, keringat yang menetes dari dahinya turun ke belahan dadanya yang masih diremas oleh Arkan dan lanjut turun ke perut yang rata dan selesai di atas rimbunnya bulu halus diperut Arkan. Arkan yang sebentar lagi mencapai puncaknya membaliknya tubuh Lita agar menungging dan memasukinya dari belakang gaya dog style....dihadapkan dengan p****t yang putih montok dan seksi membuat gairah Arkan semakin menggila. Dia menepuk pelan b****g Lita sehingga memerah tapi menambah gairah untuk Lita agar ikut bergoyang maju mundur mengikuti gerakan Arkan yang menyodok dirinya. Tangan Arkan meraih kedua p******a yang bergelantungan dengan keras seiring goyangan mereka yang hot, dia meremas penuh gairah sehingga Lita sedikit kesakitan tapi juga keenakan.. Satu jam berlalu tapi belum ada tanda tanda keduanya menurunkan ritme goyangan mereka bahkan Arkan semakin keras menggoyang penisnya keluar dan masuk v****a Lita yang terlihat putih sekali dari belakang tubuhnya...memerah merekah karena gesekan dan sodokan senjata miliknya. "Sayang kamu udah puas belum ?" kata Arkan tidak mengurangi kecepatan sodokannya. " Dikit lagi yank ..aku masih pengen di sodok kamu". jawab Lita terengah engah. Arkan mencabut penisnya dan membalik tubuh Lita dan menyodoknya kembali dengan gaya normal...dia sempat mengelus k******s Lita dan bersiap menyodok kembali memeknya Lita yang memerah tapi makin seksi dengan bulu halus disekitar pipi vaginanya itu. "..Aragh.....kamu bisa aja sih yank". kata Lita tersenyum puas padahal tadinya dia pikir Arkan sudah mau menyelesaikan permainan cinta mereka, ternyata ganti gaya lagi. "kirain kamu ngajakin aku udahan pake dicabut segala kontolnya...eh ternyata di sodok lagi..ah m***k aku puas banget dh aku bisa ketagihan k****l kamu nih nanti" ucap Lita terguncang guncang tubuhnya karena sodokan Arkan yang tidak lelah terus menusuk dan mengobrak abrik isi vaginannya Lita dengan penisnya yang besar. "Kamu bebas minta kapan pun dan dimana pun sayang ..karena k****l aku sekarang cuma milik kamu sayang" "argh memek kamu enak banget sih...argh ..aku dipijit nih ..arrhhh....akhhh...sayang ...ahr. desahan Arkan hampir berhenti karena kehabisan nafas. "sayang lebih cepet lagi aku udah mau nyampe nih .mau pipis...." ucapan Lita menyemangati Arkan yang masih terus menggoyang tubuhnya diatas Lita. "iya sayang aku juga udah mau keluar nih argh ..argh .sayaaaaaaaang...aku keluar" Arkan merasakan kempotan m***k Lita yang menandakan Lita mencapai puncak orgasmenya dan diikuti oleh Arkan yang mengeluarkan spermanya didalam rahim Lita ......dan tubuh Arkan ambruk diatas tubuh Lita yang juga kelelahan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD