Bab 17-2

700 Words

Ah, tentu saja. Keturunan Hanggara mana yang tidak lihai dalam dunia bisnis? Baik Hans, Biantara, maupun Byakta, semuanya memiliki naluri dagang yang tajam, darah wirausaha yang sama mengalir dalam diri mereka. “Mama harap, ini pernikahan kamu yang terakhir, Bian,” ucap Ranti dengan nada berat, seperti menaruh seluruh harapannya di satu kalimat itu. “Ya, meskipun prosesnya sama seperti yang pertama—kamu menikah karena dijodohkan.” “Iya, Ma.” Hanggara mengangguk beberapa kali. “Oke. Kalau begitu, Papa akan atur semuanya. Kamu tinggal terima jadi dan ikut apa kata Papa.” “Baik.” Di balik kesepakatan singkat itu, hati Kania terasa teriris halus, pedihnya nyaris tak tertahankan. Tangannya, refleks, kembali menyentuh perut yang masih rata—seolah mencari jawaban dari keheningan yang ia sem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD