Bab 17-3

1107 Words

Kania mengangguk, kemudian melepas pelukan itu dan membiarkan kedua adiknya pergi ke kamar. Sementara dirinya kini memilih merapikan meja ruang tengah yang berantakan. Tumpukan buku dan lembar soal fisika kini tersusun rapi. Rumah itu sunyi. Hanya suara jam dinding yang terdengar pelan, diselingi deru mesin mobil yang terdengar dari arah luar. Kania memutar kepala, menengok siapa kiranya yang datang. Tidak lama, suara salam dan bel terdengar. Seorang asisten rumah gegas membukakan pintu. Rupanya, Mrs. Erika yang baru datang. Ia dibawa ke ruang tengah, langsung bertemu dengan Kania. “Selamat sore, Kania,” sapa Mrs. Erika lembut. Tangannya langsung diraih untuk disalami gadis itu. “Sudah siap belajar hari ini?” “Sore juga, Miss,” balas Kania tak kalah lembut. “Siap, dong! Banyak tugas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD