Bab 24-3

707 Words

Biantara menggeram ketika pikirannya tidak karuan. Tidak ada ketenangan. Berkali-kali ia hirup minyak angin aromatherapy, tidak ada perbedaan yang didapat. Pria tersebut mengambil sebatang rokok dari dalam kotak khusus berwarna hitam. Kotak sebesar telapak tangan itu ia gunakan untuk menyimpan benda tersebut. Korek api aluminium dengan ukiran naga dan aksara Jawa ia nyalakan untuk membakar ujung kretek mahal itu. Asap mulai mengepul, memenuhi ruangan yang pintu balkonnya masih terbuka. Biantara beranjak keluar, berdiri di railing balkon. Ia memandang sekitar. Ada yang kurang, tapi entah apa. Di halaman bawah sana, beberapa pengawal mansion tengah bersantai sambil menikmati kopi. “Ck, sial!” Biantara membuang puntung rokok itu ke lantai. Ia berdecak kesal ketika pikirannya masih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD