Bab 113-2

713 Words

“Mas Adrian, cukup!” Melati datang berlari bersama dua orang petugas keamanan rumah sakit. Wajahnya pucat, langkahnya tergesa. Kedua security itu langsung sigap bergerak, masing-masing memisahkan Biantara dan Adrian sebelum perkelahian kembali pecah. “Pak, tolong tenang!” salah satu security menahan tubuh Biantara. Security lainnya menarik Adrian menjauh. “Pak, cukup. Ini area rumah sakit.” Adrian masih terengah, dadanya naik turun. Tatapannya tajam dan penuh amarah yang belum padam. Sementara Biantara berdiri kaku dengan napasnya berat, tubuhnya mulai merasakan nyeri, sementara pikirannya mulai dipenuhi satu kalimat yang hampir Adrian ucapkan tadi. Apa yang akan lelaki itu katakan? Benak Biantara mulai berisik. Matanya menatap mata Adrian yang juga menyorotnya tajam. Melati berdiri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD