Bab 114-3

708 Words

“Cieee … perhatian banget.” Kania terdiam sejenak. Senyum tipis terbit di wajahnya, lalu pandangannya melayang ke arah punggung Adrian yang kian menjauh di antara siswa-siswa lain. “Iya, Nal. Dia malaikat aku. Aku bersyukur banget ada dia di hidup aku.” Nala mengangguk setuju. “Iya lagi. Dia memang yang paling kelihatan care sama lo. Yaudah, yuk ke kantin.” “Yuk.” Mereka berjalan beriringan menuju kantin. Namun baru beberapa langkah melangkah, Kania mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Tatapan-tatapan asing tertuju padanya. Beberapa siswa meliriknya, sebagian lagi berbisik-bisik tanpa berusaha menyembunyikannya. “Eh, itu siapa?” “Cantik banget .…” “Anak baru, ya?” Kania yang biasanya tampil sederhana dan rapi—kini terlihat jauh berbeda. Rambutnya yang tertata rapi, wajahnya yang s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD