Bab 77-3

729 Words

Biantara menaikkan satu alis. Ia menatap Kania, membaca keyakinan di wajah gadis itu—keyakinan yang justru memancing rasa penasaran. Apa yang ia lewatkan? Apa yang selama ini tak ia sadari? “Karena ada hal yang nggak pernah Om tahu,” lanjut Kania, suaranya tenang namun menekan. “Om sebenarnya sadar … tapi terlalu naif untuk mengakuinya.” Kalimat itu menggantung, menyisakan kegelisahan yang perlahan merayap ke dalam diri Biantara. “Katakan. Jangan bertele-tele.” Seringai tipis terlukis di bibir merah Kania. Ia menegakkan tubuh, lalu mundur perlahan hingga duduk kembali di kursinya—tenang, seolah ia yang kini memegang kendali. “Om beneran nggak sadar,” ucapnya ringan, “atau pura-pura amnesia?” Keraguan segera merambat di benak Biantara. Kepalanya mendadak terasa berat, berdenyut. Semua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD