Bab 83-2

705 Words

Kania berhenti sejenak dalam permainannya. Ia menatap Biantara. Bibirnya menyentuh bibir sang paman. “Udah keras, Om. Udah pengen banget? Hm?” Gadis itu bicara tepat di bibir pria tersebut. Sementara satu tangannya mengusap-usap lembut milik Biantara yang benar-benar kokoh. Posisi Kania yang duduk setengah bersandar di sandaran tempat tidur itu membuatnya mudah melakukan aksinya. “Shut up! Lakukan lebih dari ini.” Kania seperti ditantang. Tangannya langsung merampas apa yang menghalangi bagian bawah milik Biantara. Ia menarik ritsleting celana pria tersebut. Celana dalamnya juga turut diturunkan. Setelah itu, Kania juga melepas pantiesnya pelan. Biantara merasa panas melihatnya. Bagian bawahnya terasa makin mengeras. Apalagi saat tubuh Kania kini merangkak di atas tubuhnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD