Kania menoleh ke arah Nala. Gadis di sampingnya mengangguk. Ia lalu meraih ponselnya, membuka sesuatu, dan menyodorkannya ke Kania. “Nih,” ujar Nala pelan. “Isi chat Miss Erika.” Cukup lama, gadis itu membacanya pelan. Di sana Erika mengungkapkan bahwa beberapa kali datang ke mansion selama liburan, tapi selalu dihalangi oleh penjaga mansion. “Apa Mama dateng pas aku lagi tidur, ya? Makanya aku nggak denger.” Nala hanya mengangkat bahu, tidak tahu. “Kalopun nggak tidur, lo juga nggak bakal denger dia dateng. Secara mansion si Om kan, gede banget. Dan lo cuma diem di kamar.” Apa yang dikatakan Nala ada benarnya juga. Gadis itu bahkan lebih banyak menghabiskan waktu di kamar. Apalagi semenjak Naren tidak pernah datang ke mansion Biantara lagi. “Besok anterin aku ke rumah Mama, ya? A

