Bab 88-3

713 Words

Ia mencoba memaksa dirinya terlihat baik-baik saja. Setidaknya, tabungan yang ia kumpulkan selama ini sudah cukup untuk memulai usaha kecil-kecilan—sesuatu yang nanti bisa ia pegang sebagai harapan melanjutkan hidup. “Ah, iya. Ngomongin usaha…” Nala tersadar, lalu meraih ponselnya. “Bentar. Gue mau nunjukin sesuatu.” Ia membuka aplikasi m-banking—rekening yang selama ini ia gunakan untuk menyimpan uang titipan Kania—lalu memiringkan layar agar bisa dilihat sahabatnya. “Wow. Ada lima ratus juta, ya.” Kania lantas meraih ponselnya dan menyorongkannya kembali ke arah Nala. “Kalau digabung sama yang ini … gimana?” Nala memperhatikan layar itu beberapa detik. Angka fantastis yang terpampang membuatnya menelan ludah dengan susah payah. Ia tertegun, lalu mendongak, tatapannya berubah waspada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD