Bab 93-4

629 Words

“Gue nggak sabar buat denger suara merdu lo, Kania.” Dengan lancang, lelaki itu mengusap paha Kania dan berdiri. Tangannya mengusap rambut Kania yang wanginya begitu c.a.ndu. “Gue pergi dulu, Babe. Gue bakal balik dan kita akan main sampe puas.” Ia tertawa seram. Lelaki itu langsung meninggalkan kamar tersebut dan mengunci pintunya dari luar. Beberapa menit berlalu. Kania mulai membuka matanya pelan. Aroma ruangan yang begitu asing membuat Kania berusaha memperjelas pandangannya. Ia tersentak. Namun, begitu hendak bangkit, kaki dan tangan gadis tersebut tidak bisa bergerak bebas. Ia menoleh dan bisa melihat ikatannya dengan jelas. Sontak Kania gelisah. Napasnya mulai memburu. Ia tidak tahu ada di mana. Yang pasti, orang yang membawanya ke sini mempunyai niat jahat. “Tolong ...!

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD