Tidak lama, mobil tersebut telah sampai di halaman sekolah. Ia melihat jadwal hari ini sebelum turun dari mobil. “Aku izin pulang telat, Om.” Biantara memandang gadis itu. Satu alisnya terangkat, seolah bertanya alasan. Kania menangkap maksud itu. “Mau ada kelas desain dan ada tugas yang aku selesaiin di perpustakaan.” “Jam berapa?” Kania memiringkan kepala. “Apanya, Om?” “Pulangnya.” Kania berusaha menerka, tapi akhirnya menggeleng. “Nggak tau, Om. Mungkin, bisa sampe sore.” Cukup lama menunggu, pria tersebut tidak lagi merespons. Kania akhirnya memilih untuk bersiap turun. “Tunggu.” Kania menoleh dan menatap Biantara lama. “Ada apa lagi, Om?” Pria tersebut mengeluarkan sebuah kartu dan meletakkan di pangkuan Kania. “Ini ....” Kania menatap black card tersebut cukup la

