Bab 94-4

693 Words

“Don’t stop, Bian ... akhhh ....” Biantara mengangkat wajahnya. Ia menatap wajah Kania yang begitu pasrah ketika diperlakukan demikian olehnya. Kania yang posisinya di bawah kini berusaha mengambil kendali. Ia berganti menindih tubuh Biantara. Bibirnya kembali mencium bibir sang paman dengan penuh n.a.f.s.u. Jemari lentik itu melepas satu per satu kancing kemeja Biantara. Ia melepas baju itu hingga terlihat tubuh pria yang begitu kekar. Kania menyentuh otot lengannya yang begitu keras dan kokoh. Masih dengan ciuman gila dan makin panas itu, Biantara menarik resleting celananya. Ia melepasnya cepat. Sesuatu yang tidak harusnya terjadi mungkin akan terjadi lagi. Entah dorongan dari mana, Biantara justru makin gencar melakukannya. Sesuatu dari dalam mendesaknya untuk tetap meneruskan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD