Bab 97-4

735 Words

“Hati-hati, Bro,” sanggah Adrian akhirnya, merendahkan suara. Ia tahu betul seperti apa Biantara saat emosinya dibiarkan lepas. “Cinta dan benci itu jaraknya tipis.” Tatapannya mengunci Biantara sebelum ia menegaskan kalimat terakhir. “Jangan sampai kebencian yang berlebihan berubah jadi obsesi gila.” Biantara menoleh cepat. Kata-kata Adrian entah kenapa membuat Biantara terdiam. Mungkinkah memang itu yang sedang ia rasakan? Ah, musatahil. Biantara menepis kebenaran dari ucapan Adrian. Gila saja jika ia terobsesi pada ga.d.is binal seperti Kania. Obrolan malam itu ditutup dengan keduanya yang saling bersulam minuman. Mereka sama-sama menikmati waktu untuk sekadar menghilangkan penat dengan cara paling umum seorang pria kelas atas. Satu jam kemudian .... Biantara keluar dari mobil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD