Bab 105-3

710 Words

Sekali lagi, pertanyaan itu membuat Biantara tak tenang. Kedatangan Adrian malam ini justru terasa seperti memperkeruh isi kepalanya. “Kalau memang dia hamil,” jawab Biantara dingin, “saya pastikan itu bukan anak saya.” Adrian hanya tersenyum menanggapinya. Ia kembali meneguk kopinya yang kini mulai dingin, matanya mengamati wajah Biantara yang tampak masam dan tegang. Ia hanya penasaran, bagaimana cerita ini akan bermuara nanti. Tak ingin memperpanjang perdebatan, Adrian akhirnya mengalihkan pembicaraan ke hal lain—tentang bisnis dan yayasan milik Biantara. Perlahan, suasana yang sempat memanas tadi mulai mereda, meski sisa ketegangan masih menggantung di antara mereka. ** Sore hari .... Les tambahan kali ini membuat Kania harus pulang terlambat. Ia merapikan buku dan memasukkannya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD