Bab 32-2

710 Words

Biantara terpaku. Ucapan itu menghantam egonya, tapi di saat bersamaan, ia sadar: gadis ini tidak sepenuhnya sadar dengan siapa ia sedang bicara. “Dasar gadis bodoh! Merepotkan!” geramnya pelan, menahan diri agar tidak membentak. Rahangnya mengeras, urat di pelipisnya menegang menahan kesal. Kania yang mendengar umpatan itu malah cemberut. “Apa katamu? Aku bodoh?!” Ia mencubit pipi Biantara tanpa ampun, membuat pria itu sedikit menegang karena tidak menyangka. “Kamu nggak tahu, ya? Aku itu pinter banget tau! Aku baru aja menang olimpiade! Enak aja ngatain aku bodoh!” Biantara menutup mata sesaat, menahan diri agar tidak memutar balik dan meninggalkannya di situ juga. Ia mengembuskan napas panjang, tapi akhirnya hanya berdecak keras, “CK!” Tanpa banyak bicara, Biantara membungkuk dan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD