Bab 32-4

1064 Words

Suaranya terdengar pelan, seperti gumaman di antara dua alam sadar. Ia berusaha mengangkat tubuhnya, tapi gagal—kepalanya kembali jatuh di bantal dengan desahan pendek. Biantara refleks menahan pergelangan tangannya agar tidak terbentur. Sentuhannya sekilas, tapi cukup untuk membuat napasnya tercekat sejenak. Kulit Kania terasa dingin, lembut, dan begitu ringan. Igauan tak jelas itu terus keluar dari mulut Kania. Gadis tersebut tersenyum. Ah, bukan. Lebih tepatnya, seperti kekehan kecil yang terdengar menyakitkan di telinga Biantara—antara ejekan dan kepasrahan. Semuanya tidak lepas dari perhatiannya. Memandang gadis di bawah tubuhnya, entah kenapa membuatnya teringat malam itu. Gadis asing yang ia tiduri secara paksa, noda merah di seprei, dan ... d.e.sahan merdunya. Semua itu sep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD