Bab 44-3

705 Words

“Kamu dan Melati itu bisa banget saling melengkapi. Ya, sejauh ini Mba liat cocok, sih.” Yasmin kembali berbicara soal Melati. Ia menatap suaminya, seolah meminta persetujuan. “Betul, Bian. Ya, belajar dari kesalahan dan pengalamanlah. Kita pernah sama-sama melakukan kesalahan dalam versi berbeda.” Biantara hanya menanggapi dengan senyum tipis. Ia sebenarnya tidak tahu apa yang hendak dijalani. Ia sang pintar dalam dunia bisnis. Kesalahan sekecil apa pun dinilai secara detail. Masalah sebesar apa pun juga bisa selesai dengan tangannya sendiri. Tapi, satu kelemahan Biantara. Ia terlalu bodoh menilai perasaannya sendiri. Pria tersebut lemah ketika dihadapkan pilihan tentang hatinya. “Bantu doa saja, Bang, Mba.” “Pasti, Bian.” Yasmin membalas dan diakhiri dengan kedua sudut bibi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD