Bab 45-3

705 Words

Nala mengangguk paham. Ia kembali berdiri di samping Kania dan melangkah beriringan. Suasana di sekolah sudah sepi. Hanya ada beberapa siswa yang masih kegiatan di lapangan basket. “Tuh, adek lo masih sibuk sama basketnya. Mau nunggu dia selesai?” Belum ada kesempatan menjawab, Elang sudah menghampiri Kania. Keringat tipis menghias dahi dan pelipis lelaki tersebut. “Kak Kania pulang dulu. Elang masih lama soalnya. Nunggu pengumuman buat pertandingan lusa.” “Oke. Kalo gitu, Kakak pulang sama Nala. Kamu jangan sampe malem, ya. Takutnya Bia khawatir.” “Iya, Kak.” Kania lantas melanjutkan langkahnya. Ia menuju ke tempat parkir. Di sana, tanpa disangka ada Naren yang duduk di atas motor sambil memainkan ponsel. “Eh, ada Naren, tuh!” Bisikan Nala membuat Kania menoleh refleks ke te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD