Bab 54-2

712 Words

Sepanjang perjalanan, tidak ada satu kata pun yang terucap. Keheningan menggantung di antara mereka. Biantara justru sesekali melirik ke samping, memperhatikan garis wajah Kania yang tampak tenang, meski jelas menyimpan banyak beban di dalam dirinya. Entah mengapa, berada sedekat ini dengan gadis itu menghadirkan rasa nyaman yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Aroma tubuh Kania yang lembut dan bersih perlahan menenangkan napasnya. Rasa perih di perutnya berangsur mereda, tidak lagi mencengkeram sekejam tadi. Begitu sampai di mansion, Kania memarkir mobil dengan rapi di carport. Ia melepas sabuk pengaman, lalu bergegas turun. Tanpa banyak bicara, ia membuka pintu samping kiri dan membantu Biantara keluar. Tubuh pria itu jauh lebih berat dari yang ia bayangkan. Otot-otot Kania menegang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD