Bab 54-3

741 Words

Ia kemudian melangkah turun ke lantai bawah, menuju dapur yang luas dan nyaris senyap. Dengan cekatan, Kania mulai menyiapkan bahan makanan yang tersedia. Tangannya bergerak luwes, meski pikirannya penuh pertimbangan. Ia memilih menu yang tidak memberatkan lambung—sesuatu yang kemungkinan besar bisa diterima oleh kondisi Biantara. “Duh, semoga nggak ada kesalahan, deh.” Gumaman itu meluncur lirih ketika seluruh hidangan akhirnya tersaji rapi di atas meja makan. Kania berdiri sejenak, menatap hasil masakannya. Ia memastikan semuanya lengkap—tanpa berlebihan, tanpa kekurangan. Tidak berselang lama, langkah kaki terdengar dari arah belakang. Biantara muncul dengan raut yang masih pucat. Tubuhnya tampak belum sepenuhnya pulih; satu tangannya sesekali menahan perut, langkahnya pun lebih lamb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD