Bab 64-2

713 Words

Biantara benar-benar terusik dengan ucapan Kania. Bisa-bisanya gadis tersebut membahasnya sampai sejauh ini. Ia membungkuk sedikit, mencondongkan wajahnya pada wajah Kania. Dasi itu menggantung, bergoyang pelan seiring dengan pergerakan Biantara. Satu tangannya bertumpu pada sandaran tempat tidur. Sementara satunya lagi mencengkeram leher Kania. “Bicara lagi kamu.” Dua pasang mata itu saling terpaut. Tatapannya sama-sama dalam. Kania dipenuhi amarah yang berapi-api, sementara Biantara tetap tenang, tapi penuh kendali. “Kenapa, Om? Kok, liatin aku terus? Hm?” “Diam kamu!” Biantara menyentak tubuh Kania hingga punggung gadis itu terantuk sandaran tempat tidur. Keponakannya sontak meringis, merasa nyeri di bagian punggung. “Atau ... Om mau beneran coba main sama aku?” Kata-kata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD