Bab 65-3

754 Words

Kania justru tertawa kecil, terkesan meremehkan. Ia memainkan lirikan matanya hingga terlihat begitu menggoda. “Lalu kenapa Om nyuruh mereka pergi, hm?” Pria tersebut membisu. Ia pun tidak tahu alasannya apa. Rasanya sangat sulit dijelaskan. Biantara tidak tahu kenapa semuanya jadi begini. Rencana awal, ia ingin melihat Kania hancur di tangan para anak buahnya. Pria itu ingin melihat bagaimana sang keponakan menjadi jalang sebenarnya, seperti yang selalu ia sebut. “Sekali lagi kamu macam-macam, saya akan buat kamu hancur, Kania!” “Sekarang aja, Om? Harusnya tadi Om jadi penonton gimana lihainya aku ngelayanin mereka.” Dalam hati, Kania memaki dirinya sendiri. Ia terlihat begitu munafik. Tanpa Biantara tahu, gadis tersebut sebenarnya menahan mati-matian rasa takutnya ketika menghadapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD