Bab 68-3

702 Words

Selanjutnya, mereka menikmati hidangan yang telah disiapkan malam ini. Naren dan Kania duduk di sebuah kursi yang dekat dengan kolam renang. Sementara Nala tengah bicara dengan seseorang melalui telepon. Gadis itu tampak serius dan beberapa kali mengangguk. Gaya bicaranya juga formal. “Tumben banget temen kamu bicara formal gitu.” Naren yang sedari tadi memperhatikan Nala merasa aneh. Tidak biasanya gadis itu mengangkat telepon sampai menjauh, apalagi dengan gaya serius seperti sekarang. “Mungkin lagi bicara sama orang yang lebih tua kali.” Celetukan Kania membuat Naren tertawa ringan. “Sok tau kamu.” “Hih, serius tau. Nala nggak pernah seserius ini kalau bicara sama orang yang seumuran.” Naren tidak lagi menyahuti. Lelaki itu sibuk memandangi sisi wajah Kania yang tenang. Malam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD