Bab 72-4

608 Words

“Mas. Kamu apain Kania?” “Dia yang salah.” Biantara langsung melayangkan tuduhan itu. Kania mendadak menangis. Air matanya dengan cepat keluar dan mengalir ke pipi. Gadis tersebut bersiap menjalani perannya. “Om dorong aku, Kak. Padahal, aku cuma mau minta salaman, itu aja.” Melati langsung menghampiri Kania dan menuntunnya untuk berdiri. Ia menatap kecewa ke arah suaminya. “Kamu keterlaluan banget, Mas. Emang apa, sih, salahnya dia sampai kamu kasar begini?” Biantara menghela napasnya. Kania benar-benar manipulator yang handal. Sikap istrinya yang polos benar-benar dimanfaatkan oleh gadis itu. “Aku tau Om Bian benci sama aku, Kak. Tapi—” “Udah, Kania. Kamu nggak perlu pedulikan om kamu. Sekarang lebih baik kamu turun dan berangkat. Naren sudah menunggu di bawah.” Gadis itu me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD