Bab 74-2

717 Words

Kania mengangkat wajah. Ia paku tatapan dalam pada sang mama. Senyum yang terbit terkesan mengejek. “Cuma di mata Bia. Semua orang benci sama aku. Dan aku sadar. Sebab itulah aku dibuang. Aku bukan siapa-siapa. Aku cuma anak pembawa sial yang beruntung karena besar di keluarga terpandang seperti Opa, Papa, dan Om.” Yasmin makin terpojok mendengar ucapan Kania. Ia sadar ... sekarang Kania tidak hanya sekedar kecewa, tapi sakit dan terluka. Bahkan, Yasmin merasa gadis itu sudah membencinya. Ada jarak yang tidak bisa Yasmin tembus dan bisa membuatnya dekat lagi dengan Kania seperti dahulu. “Silakan kalau Bia mau pergi. Aku nggak apa-apa. Dari kecil, aku emang udah biasa sendiri. Aku nggak pernah dapat perlakuan layak.” “Berhenti bicara seperti itu, Kania. Hati Bia sakit dengernya.” “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD