Bab 74-3

714 Words

“Jangan bilang begitu,” ucap Nala lirih sambil mengusap lengan Kania. “Nggak ada ibu yang tega membuang anaknya sendiri.” “Tapi cara mereka memperlakukan aku bikin pikiran itu datang, Nal.” Kania menangis lagi. Air mata yang sempat surut kembali membasahi bibir, lalu berhenti di sela bibirnya yang kering. “Lo cerita semuanya sama gue. Pelan-pelan aja. Keluarin semua yang bikin lo berat.” Nala berusaha membujuk, hati-hati. Ia berusaha agar tetap menjaga emosi Kania yang sedang tidak stabil. Gadis itu akhirnya mulai bercerita perlahan dan detail. Selama hal tersebut berlangsung, Kania mengusap wajahnya yang basah menggunakan tisu berulang kali. “Ya, ampun .... Lo kenapa nggak bilang aja kalo lo nggak mau? Lo berhak nolak, Kania.” Kania menggeleng. Entah kenapa, tiap kali berhadapan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD