Bab 74-4

707 Words

“Aw!” Teriakan Kania spontan terdengar. Naren menatap bahu Kania, lalu mengusapnya lembut. “Kamu nggak apa-apa?” Kania menggeleng, meskipun sedikit nyeri di bagian bahu. Ia lantas beralih menatap ke lelaki yang kini berdiri di depannya. Davin. Lelaki yang kini menghadang jalannya memberi seringai tipis. Kancing seragamnya dibiarkan terbuka. Rambutnya berantakan, tanpa disisir. “Lo lagi. Belum kapok juga gangguin Kania?” Davin terkekeh sinis. “Santai, Bro. Gue cuma mau bicara sama Kania bentar.” “Mau bicara soal apa lagi, Dav? Aku rasa cukup, ya, selama ini kamu gangguin aku terus.” Kania yang kepalang kesal tidak bisa lagi bicara santai. Ia menatap berang lelaki yang menjatuhkan atensi padanya sedari tadi. Davin mencondongkan tubuhnya ke kania. Kepalanya bergerak ke telinga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD