“Pelajaran apa lagi?” Melati mengernyitkan dahi, lebih ke arah curiga ketika menatap suaminya. “Kamu terlalu keras sama dia. Kamu mau keponakan kamu gila?” Biantara hanya terkekeh. Tanpa dibuat seperti itu pun, Kania memang sudah gila. Gila karena berani menggoda pamannya sendiri berulang kali. “Sudahlah, Melati. Makin dimanja, dia makin tidak tahu diri.” Melati menggeleng tidak habis pikir dengan watak keras suaminya. “Justru karena itu, Mas. Kania begini karena kurang kasih sayang.” Embusan napas terdengar lelah. Biantara membiarkan Melati bicara. Ia diam. Terlalu penat rasanya berdebat dengan sang istri. Drt-drt-drt! Ponsel yang Melati pegang kini bergetar. Nama pemilik butik ternama tertera di sana. Ia mengangkatnya di depan Biantara. “Halo, Pak.” “Datang ke butik sekarang, M

