Bab 75-4

696 Words

Ia tidak ingin durhaka dengan suaminya. Namun, di sisi lain, wanita itu juga ingin tetap ada di samping Kania untuk mendampinginya. “Bia tau kamu marah. Tapi, tolong jangan jaga jarak begini sama Bia. Bia sakit kalau kamu terus menjauh.” “Dan aku lebih sakit kalau Bia pura-pura peduli!” Untuk pertama kalinya, Kania bicara dengan suara keras kepada Yasmin. Tatapannya penuh kebencian yang dipendam. Gadis itu muak dengan semua perhatian yang diberikan Yasmin. Kali ini, perasaannya bukanlah sebuah kepura-puraan. Ia bicara apa adanya. Dari lubuk hati terdalam, Kania mengutarakan apa yang tengah dirasakan semenjak hari kemarin. Sejak dirinya datang ke rumah Hans. Sejak kalimat-kalimat itu terdengar. Dan, sejak keputusan Yasmin yang merelakan dirinya untuk diasuh di bawah tangan Biantar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD