TTB 38. Berjuang

1369 Words

Mata Ica bergerak-gerak saat kelopaknya membuka sempurna. Entah sudah berapa lama dia tertidur, tapi badannya seperti ditimpa ribuan ton beban. Dia merasa sungguh asing dengan tempatnya terbaring sekarang. Sampai netranya menangkap sosok berkacamata yang dengan santai duduk di sebuah kursi plastik dan tersenyum hangat padanya. Senyum yang justru mendatangkan rasa curiga dan takut bersamaan. Radar waspada di kepalanya menyala. "Makan dulu, Ris..." Said mendekat dengan sebuah piring berisi nasi dan lauk. Dia mulai menyendokkan ke mulut Ica saat cewek itu sudah duduk dan bersandar di headboard ranjang. Ica memegang kepalanya yang terasa masih berdenyut. "Kita makan satu piring aja ya, biar romantis kayak orang-orang." Sumpah demi apapun, Ica mual seketika. Dia memandang risih pada Said y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD