“Kenapa kamu melakukan ini, Nora? Padahal kulihat, kalian saling mencintai.” Rivan melihat Nora sedikit tidak nyamN dengan pertanyaannya. “Bukan maksudku untuk ikut campur, tapi selama aku mengenal Saga, di bukan pria b******k, seperti pria-pria kaya pada umumnya,” lanjut pria berambut rapi itu. Nora menatap Rivan, lalu tersenyum simpul. “Ada kalanya, kamu tak selalu bisa memiliki apa yang diinginkan karena suatu keadaan. Aku hanya tidak ingin merugikan orang-orang di sekitarku, Van.” “Kamu selalu saja merasa rendah diri, Nor!” tepis Rivan. “Seperti katamu, kita hanya manusia beruntung yang dipungut keluarga kaya,” sahut Nora. Lantas, dia beranjak dari tempatnya berdiri dan pergi dari hadapan Rivan. “Astaga, Nora!” pekik Rivan, “kamu memang tidak pernah berubah. Hatimu terlalu lembut

