BAB 14

2123 Words
 Lampu Lalu Lintas Menunjukkan Wana Merah , Reyfan Segera Menginjak Rem Agar Berhenti . Dilihatnya Angka Mundur Lampu Merah Masih 60 Detik. Reyfan Sama Sekali Tidak Menoreh Ke Faelyn . Dia Jenuh .     " Rey Kamu Tau Gak Itu Apa ?  " Kata Faelyn Menunjuk Kearah Lampu Lalu Lintas , Reyfan Yang Melihat Arah Tangan Faelyn Menunjuk Lampu Lalu Lintas Hanya Diam Saja Tidak Menjawab .     " Itu Lampu Merah ! " Faelyn Menjawab Pertanyaan Nya Sendiri Sambil Terkekeh Sedangkan Reyfan Masih Diam Tidak Perduli.     Sudah Jelas-Jelas Itu Lampu Merah Dan Bodoh Sekali Ia Harus Menanggapi Faelyn Yang Sangat Konyol . Reyfan Melirik Lagi Angka Di  Lampu Merah Masih 40 Detik , Ia Menghela Nafas Tak Sabar.     Tidak Lama Ada Pengamen Anak Kecil Yang Sedang Bernyanyi Disamping Faelyn , Tepatnya Disamping Kaca Mobil Yang Tertutup . Faelyn Dan Reyfan Menoreh Kearah Pengamen Tersebut .     " Buka Kacanya ! " Perintah Reyfan Dan Faelyn Menuruti .     Setelah Jendela Kaca Itu Terbuka Reyfan Segera Memberikan Uang Sebesar Dua Puluh Ribu Kepada Faelyn Agar Ia Memberikan Kepada Pengamen Kecil Yang Terus Bernyanyi .     " Kasih Ke Dia ! " Kata Reyfan Menunjuk Pengamen Tesebut Dan Faelyn Menuruti . Sebelum Faelyn Menutup Kembali Kaca Mobil Ia Berbicara Sebentar Dengan Pengamen Tersebut .     " Dek , Mau Duit Lagi Gak ?" Tanya Faelyn Dan Pengamen Kecil Tersebut Mengangguk Semangat .     " Tapi Ada Syaratnya , " Kata Faelyn Dan Reyfan Meliriknya Sekilas .     ' Apa Lagi Sih Yang Akan Faelyn Lakukan? Ada-Ada Aja ! '     " Apa Kak Syaratnya ? " Tanya Pengamen Tersebut.     " Kamu Jawab Pertanyaan Kakak Ya ? " Ujar Faelyn .     " Iya Kak ! "     " Kakak Cocok Gak Sama Dia ? " Tanya Faelyn Seraya Menunjuk Kearah Reyfan , Sedangkan Reyfan Memutar Kedua Bola Matanya Malas Melihat Tingkah Faelyn.       " Cocok Banget Kak ! Kayak Suami - Istri  ! " Jawab Anak Itu Penuh Semangat Sambil Mengacungkan Jempol .     Sambil Tertawa Senang Faelyn Merogoh Duit Di Tas Nya Selembar Lima Puluh Ribu . Dengan Senang Hati Faelyn Memberikan Duit Itu " Doain Kakak Ya Biar Dia Jadi Suami Aku Beneran ! " Ucap Faelyn Sebelum Akhirnya Ia Menutup Jendela Mobil Tersebut Dan Tak Lama Lampu Berwarna Hijau , Reyfan Pun Melajukan Mobilnya Dengan Kencang.     " Kamu Denger Kan Tadi Kata Anak Itu ?" Tanya Faelyn Melirik Reyfan Yang Hanya Diam .       " Kita Cocok ! Kamu Setuju Gak ? Kalo Aku Sih Setuju Banget ! " Kata Faelyn, Ia Mencoba Menyandarkan Kepalanya Di Bahu Reyfan .     " Anak Itu Bohong , Tadi Dia Kedipin Matanya Ke Gue ! " Kata Reyfan Datar .     Faelyn Menarik Kepalanya Dari Bahu Reyfan " Kamu Yang Bohong , Bukan Dia ! " Ucap Faelyn Setelah Itu Dia Mencium Pipi Reyfan Gemas .       Deg.....     Jantung Reyfan Ingin Copot Saat Ini Juga .       ' s**t ! '     " Tadi Aku Mau Cium Kamu Pas Lagi Tidur , Tapi Gak Sempat ! Nah Barusan Aku Udah Cium Kamu Jadi Aku Lega ! " Ungkapnya Santai , Sedangkan Reyfan Menyetir Mobil Dengan Jantung Yang Masih Berpacu Tidak Karuan.     Faelyn Oh Faelyn Kau Sungguh Agresif Dengan Reyfan !       Faelyn Melirik Reyfan Dengan Senyum Yang Terus Mengembang . Dia Merasa Bangga Memiliki Reyfan . Meskipun Reyfan Terkadang Dingin Dan Acuh Kepadanya , Tetapi Faelyn Yakin Sebenarnya Reyfan Orang Yang Baik Dan Tulus . Contoh Kecil Nya Pada Saat Tadi Ada Pengamen Di Lampu Merah . Dia Perduli Dengan Anak Itu . Dia Tidak Bersikap Acuh .       Faelyn Terus Saja Tersenyum , Hingga Membuat Reyfan Bingung .       " Lo Kenapa ? " Tanya Reyfan Yang Fokus Menyetir .       " Gak Apa - Apa ! Aku Jadi Pengen Cepet - Cepet Nikah Sama Kamu ! " Seru  Faelyn Seraya Menoreh Ke Reyfan .       Reyfan Terkejut , Namun Ia Sembunyikan Ekspresi Wajahnya .       ' Dasar Cewe Gila ! ' Batin Reyfan Mendengar Ucapan Asal Dari Mulut Faelyn.       **       Faelyn Terus Saja Berjalan Dengan Langkah Yang Agak Cepat Agar Sejajar Dengan Reyfan Yang Sedari Tadi Terus Saja Berjalan Lebih Cepat Dari Langkahnya.       " Reyfan Ih Tungguin , Mall Kan Luas Nanti Kalau Aku Hilang Gimana ? " Ucap Faelyn Yang Sudah Berhasil Berdiri Sejajar Dengan Reyfan.       " Lo Bukan Anak Kecil Yang Harus Digandeng ! " Ucap Reyfan Dengan Ekspresi Datar , Kemudian Reyfan Menekan Tombol Lift Yang Sudah Berada Di Depannya Agar Terbuka . Saat Di Dalam Lift Hanya Terdapat Dua Orang Ibu - Ibu Ditambah Mereka Berdua .       Kebetulan Bioskop Terletak Dilantai Paling Atas , Lantai 4 . Baru Di Lantai 2 Kedua Ibu - Ibu Tersebut Turun . Kini Mereka Tinggal Berdua Dalam Keheningan .       Faelyn Berdehem Seraya Bergeser Agar Lebih Mendekat Dengan Reyfan . " Kita Nonton Film Horor Ya ? " Kata Faelyn Namun Reyfan Hanya Terdiam .       " Kenapa Kamu Diem Aja ? Bilang Aja Kalo Kamu Tuh Takut Nonton Film Horor Kan ? Ah Payah ! " Ucap Faelyn Terdengar Meremehkan .       " Gue Berani Kok ! Siapa Bilang Takut ! " Jawab Reyfan Yang Tak Mau Danggap Remeh .       Faelyn Tersenyum " Masa Sih ? Awas Ya Nanti Kalau Takut ! " Kata Faelyn Sambil Mendekatkan Bibir Nya Untuk Mencium Pipi Reyfan .       Namun Belum Sempat Mencium , Pintu Lift Terbuka Dan Reyfan Keluar Lebih Dulu Meninggalkan Faelyn .       Faelyn Berdecak Kesal " Bukan Nya Di Gandeng Atau Di Gendong Gitu Pacarnya  ! Ini Malah Ditinggal - Tinggal Terus ! " Gerutu Faelyn Dengan Wajah Murungnya .       •••••••••••••••       Film Bioskop Yang Kebetulan Mereka Memilih Genre Horor Telah Diputar . Faelyn Dan Reyfan Memilih Bangku Yang Letaknya Ditengah . Mereka Berdua Mendapat Kursi Paling Pojok .       Kebetulan Yang Menonton Film Tersebut Tidak Terlalu Banyak , Dalam Arti Cukup Sepi . Dua Bangku Disebelahnya Kosong Dan Dibangku Berikutnya Baru Terdapat Dua Orang Laki-Laki Dan Perempuan , Sepertinya Mereka Berpasangan.       " Rey Nanti Kalo Takut , Kamu Peluk Aku Aja Ya ! Gak Usah Malu – Malu !  “ Ujar Faelyn , Namun Reyfan Hanya Diam Tak Perduli.       Film Sudah Dimulai Sejak Tadi Namun Lama-Kelamaan Film Tersebut Semakin Mencekam . Reyfan Melirik Faelyn Yang Terlihat Sangat Tegang , Sedangkan Dirinya Seperti Biasa . Datar .       Faelyn Meremas Tangan Reyfan Saat Hantu Dalam Film Tersebut Muncul .        " Rey Kamu Takut Ga? " Tanya Nya Gemeteran .       " Gak ! " Singkat Reyfan .       " Aku Takut Rey ! " Ucap Faelyn Sedikit Gemetar .       " Siapa Suruh Lo Pilih Nonton Film Horor ! " Ujar Reyfan Tetap Cuek Tak Perduli .       Ketika Ada Adegan Kesurupan Yang Cukup Menegangkan , Faelyn Yang Terkaget Segera Memeluk Reyfan Yang Sedang Serius Menatap Layar .       " Rey Aku Takut ! " Tangan Faelyn Kini Sudah Memeluk Reyfan Dari Samping Dan Kepalanya Terbenam Dalam d**a Reyfan .       " Gimana Sih , Tadi Lo Yang Ngeremehin Gue , Eh Ternyata Lo Sendiri Yang Takut Kan Nonton Film Horor ! " Reyfan Berusaha Menjauhkan Tubuh Faelyn Yang Memeluknya Dengan Sangat Erat .       " Jangan Dilepasin Rey Aku Lagi Takut !!! Kamu Bukan Nenangin , Malah Maksa Aku Lepasin Pelukan Kamu !" Ucap Faelyn Dalam Dekapan Reyfan .       Reyfan Benar-Benar Sangat Jengkel Dan Merasa Tidak Nyaman . Bayangkan Saja Nonton Sambil Dipelukin. Bagi Yang Pacaran Dan Saling Mencintai Mungkin Sangat Menyenangkan , Tapi Bagi Reyfan Sama Sekali Tidak Menyenangkan Karena Dia Tidak Mencintai Faelyn . Lebih Tepatnya Belum Mencintai .       " Fae . . Lepasin Ah Gaenak Diliat Orang ! " Kata Reyfan Dan Faelyn Masih Tetap Tidak Mau Melepaskan Pelukannya .       " Gak ! Aku Gak Mau Reyfan !  Aku Tuh Takut , Lagian Disebelah Kita Juga Kosong Kok Gak Ada Yang Lihat ! " Faelyn Mengintip Sekitarnya Yang Tidak Terlalu Ramai Karena Beberapa Bangku Terlihat Kosong .       Reyfan Mendecak Kesal , Darahnya Naik Sampai Ke Ubun-Ubun . Dia Benar-Benar Kesal . Sepanjang Film Di Putar Faelyn Terus Saja Memeluknya , Entah Mengapa Tidak Melepasnya . Reyfan Hanya Bisa Pasrah Dengan Keadaan , Ia Tidak Bisa Melarang Faelyn Yang Sangat Keras Kepala .       " Rey ! " Panggil Faelyn Yang Masih Dalam Pelukan Reyfan.       " Kamu Gak Mau Mengelus Kepala Aku Apa ? Biar Romantis Kayak Orang – Orang ? " Faelyn Melirik Keatas Menatap Wajah Reyfan Yang Duduknya Lebih Tinggi Darinya .       " Gak ? "       " Tenang Aja Rambut Aku Gak Ada Ketombe Kok ! Aku Kan Pake Sampo Pantene Anti Ketombe Yang Disaranin Mba Anggun Tuh , Artis Terkenal Kamu Tauga ? " Kata Faelyn Lagi Yang Masih Memaksa Reyfan .       Karena Tidak Ingin Berdebat Dengan Faelyn , Lagi-Lagi Dengan Pasrah Dan Sangat Terpaksa Reyfan Mengangkat Tangannya Ke Atas Kepala Faelyn Kemudian Mengelusnya . Faelyn Menampilkan Senyum Kemenangannya Lagi .       ' Ini Cewe Bener – Bener Menguras Emosi ! ' Gerutu Reyfan .       " Rey Kamu Sayang Beneran Gak Sih Sama Aku ? " Tanya Faelyn Penasaran .     Reyfan Benar-Benar Malas Jika Faelyn Sudah Mengajukan Pertanyaan Seperti Itu . Pertanyaan Yang Menurutnya Sangatlah Tidak Penting Ia Jawab. Ia Hanya Diam Namun Faelyn Terus Saja Memaksanya Agar Segera Menjawab .       " Reyfan Jawab Dong ? "       Reyfan Diam .       " Reyfan ?  Kok Diam ? "         Reyfan Membelalakan Matanya Kemudian Menghela Nafas Berat .       " Sayang Kok ! " Singkatnya , Tentu Saja Reyfan Dengan Sangat Terpaksa Bicara Seperti Itu .       " Sayang Banget Gak ? " Tanya Faelyn Penuh Semangat.       " Banget ! " Singkat Reyfan Lagi Dengan Wajah Kesal .       ' Tapi Bohong ! ' Batin Reyfan .       " Asik ! " Faelyn Kegirangan , Ia Menarik Tubuhnya Yang Sedari Tadi Memeluk Reyfan . Kini Ia Membenarkan Duduknya Agar Bisa Jelas Menatap Reyfan . Tangan Faelyn Meraih Wajah Reyfan Yang Pandangannya Lurus Kedepan . Kini Wajah Mereka Berdua Sudah Saling Bertatapan .       " Apa ? " Reyfan Menaikan Satu Alisnya . Wajah Mereka Berdua Sudah Sangat Dekat Hanya Berjarak Satu Jengkal Saja . Reyfan Merasakan Betul Deru Nafas Faelyn Yang Menerpa Di Kulit Wajahnya.       Reyfan Mengernyitkan Dahinya , Ia Menatap Gadis Dihadapannya Dengan Heran . Gadis Itu Yang Tak Lain Adalah Faelyn Yang Kini Menatapnya Dalam-Dalam .       Reyfan Dapat Melihat Sangat Jelas Wajah Faelyn . Ia Tertegun . Jantungnya Terpompa Begitu Cepat . Darahnya Berdesir Lebih Deras . Ia Berkali-Kali Meneguk Ludahnya . Entah Mengapa Tatapan Mata Faelyn Begitu Membuatnya Terbawa Suasana Kedamaian . Seluruh Tubuhnya Mendadak Kaku .       Begitu Juga Dengan Faelyn , Ia Begitu Menikmati Memandangi Wajah Reyfan Meskipun Dengan Sedikit Penerangan Dari Layar Bioskop , Tetapi Ia Bisa Melihat Jelas Ketampanan Reyfan . Sangat Jelas . Hidungnya Yang Mancung, Bibirnya Yang Sedikit Terbelah Dan Alisnya Yang Cukup Tebal Membuat Faelyn Semakin Terpesona .       " Aku Sayang Banget Sama Kamu Rey ! " Katanya Pelan Namun Reyfan Dapat Mendengar Jelas . Tapi Reyfan Hanya Diam . Dia Masih Fokus Mengatur Dirinya Yang Sangat Tegang . Ia Tidak Pernah Berada Pada Situasi Seperti Ini . Keadaan Dimana Kedua Bola Mata Saling Bertatapan Dengan Sangat Dekat .       Mereka Sempat Bertatapan Cukup Lama Sebelum Akhirnya Faelyn Lebih Mendekatkan Wajahnya Ke Wajah Reyfan . Tanpa Reyfan Sadari Dirinya Juga Menggerakan Wajahnya Agar Semakin Dekat Dengan Faelyn . Nafasnya Semakin Tak Beraturan , Entah Setan Apa Yang Merasuki Reyfan Hingga Dirinya Berani Memajukan Wajahnya Yang Sudah Semakin Dekat Dengan Faelyn Hingga Bibir Keduanya Hampir Bersentuhan.       Ketika Bibir Mereka Sudah Hampir Saling Bertabrakan , Tiba-Tiba Saja Lampu Bioskop Menyala Pertanda Film Sudah Selesai . Reyfan Yang Sangat Terkejut Langsung Menarik Tubuhnya Menjauh Dari Faelyn . Ia Membenarkan Duduknya Menghadap Kedepan Layar Yang Sudah Selesai Memutar Film .       Reyfan Terlihat Salah Tingkah Dan Gugup Ia Memejamkan Matanya Dan Merutuki Dirinya Sendiri . Ia Merasa Sangat Bodoh Atas Apa Yang Ingin Ia Lakukan Tadi .       ' Bodoh Rey Lo Bodoh ! Lo Gak Boleh Kaya Gitu ! Itu Bukan Diri Lo ! Ingat , Lo Harus Bersikap Biasa Aja ! '       Berbeda Dengan Faelyn Dia Malah Senyam-Senyum Tidak Jelas Dari Tadi Sambil Merapihkan Rambutnya Yang Sedikit Berantakan . Reyfan Mengepak - Ngepakan Baju Nya Seolah-Olah Merasa Kegerahan .       " Panas Ya ? " ucap Reyfan Dan Faelyn Menoreh Kearahnya .       " Enggak Ah Dingin ! " Katanya Dilanjuti Senyum Lagi . Faelyn Tau Bahwa Reyfan Sedang Salah Tingkah , Itulah Yang Membuat Ia Dari Tadi Senyam-Senyum Sendiri .       Padahal Jelas-Jelas Didalam Bioskop Sangat Dingin , Namun Reyfan Justru Terlihat Sedikit Keringetan . Tampaknya Ia Memang Kepanasan Karena Hampir Melakukan Adegan Hot . Lebih Tepatnya Ciuman .       " Kita Mau Diem Aja Disini Sampe Kapan ? " Tanya Faelyn Ketika Melihat Ruang Bioskop Sudah Mulai Sepi .         " Oh I . .   Iya  ! " Merasa Gugup , Reyfan Segera Berdiri Dari Duduknya .        " Umm... Faelyn ! " Kata Reyfan Kebingungan Membuat Faelyn Mengernyitkan Dahinya " Itu ... Umm . .  Ayo Kita Keluar  ! " Ucap Reyfan Semakin Gugup .       Faelyn Juga Ikut Berdiri " Ya Emang Kita Mau Keluar . Siapa Bilang Mau Terus-Terusan Di sini ?  Nanti Kamu Tambah Kepanasan ! " Ledek Faelyn Yang Kemudian Berjalan Melewati Reyfan Yang Masih Terdiam.       ' Sial ! Gara - Gara Tadi Gue Hampir Nyium Dia , Sekarang Pasti Faelyn Akan Berfikir Tentang Gue Yang Aneh – Aneh  ! “ Batin Reyfan , Ia Terlihat Menyimpan Malu .       " Ayo Rey Jangan Diem Aja ! " Ucap Faelyn Membuyarkan Lamunan Nya .       " Iya – Iya ! "   ** JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT :) NEXT ----->>
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD