Sampainya Didepan Pintu Kamar Reyfan , Faelyn Sedikit Ragu Mengetuk Pintu, Namun Ia Berusaha Memberanikan Diri Karena Ia Tidak Ingin Berdiam Diri Saja . Diketuknya Pintu Kamar Reyfan Berkali-Kali Sambil Memanggil Nama ' Reyfan ' , Namun Hasilnya Nihil . Tak Ada Jawaban Dan Pintu Kamar Tidak Terbuka Sama Sekali .
" Duh Kok Gak Dibuka - Buka Sih Ya ? " Faelyn Mengetuk Pintu Lagi .
Setelah Merasa Tidak Ada Jawaban , Faelyn Memutuskan Untuk Masuk Kedalam Kamarnya . Pada Saat Dibuka Ternyata Kamar Nya Tidak Dikunci . Dilihatnya Reyfan Yang Sedang Tertidur. Dia Masih Menggunakan Pakaian Yang Ia Dikenakan Pada Saat Jalan Bersama Faelyn Tadi Malam.
Faelyn Menutup Pintu Dengan Pelan Agar Tidak Menimbulkan Bunyi Bising , Setelah Itu Dia Berjalan Mendekati Reyfan . Faelyn Memiringkan Kepalanya Dan Menatap Wajah Reyfan Dengan Intens .
Faelyn Merasa Sangat Damai Memandangi Wajah Reyfan Yang Tetap Terlihat Tampan Ketika Tidur . Tercetak Senyum Yang Mengembang Di Wajah Faelyn.
" Gimana Aku Gak Jatuh Cinta Rey ? " Gumamnya Pelan Dengan Kedua Bola Matanya Yang Tidak Beralih Menatap Reyfan " Ah Rasanya Ingin Sekali Aku Cium Kamu Rey ! " Gumam Faelyn Dilanjuti Tawa Kecil . Dia Merasa Sudah Gila Jika Berada Didekat Reyfan .
" Cium Aja Deh Dia Kan Lagi Tidur , Jadi Gak Sadar ! " Kata Faelyn Tanpa Berfikir Panjang Lagi Ia Duduk Disamping Reyfan Dengan Hati - Hati Agar Reyfan Tidak Terbangun .
Perlahan Ia Mendekatkan Wajahnya Ke Pipi Reyfan . Bibirnya Mendekat , Terus Mendekat Dan Semakin Mendekat Hingga Bibirnya Hampir Mendarat Di Pipi Reyfan ,Namun Betapa Kagetnya Faelyn Tiba - Tiba Saja Reyfan Membuka Kedua Matanya .
" Aaaaaaaaa ! " Teriak Faelyn Dengan Sangat Terkejut , Namun Reyfan Yang Baru Saja Membuka Matanya Hanya Terdiam Dengan Wajah Datarnya .
Faelyn Langsung Menjauhkan Wajahnya Dari Wajah Reyfan . Faelyn Mengigit Bibir Bawahnya Dan Merasa Sangat Malu . Dia Menundukkan Kepalanya Tak Berani Menatap Reyfan Yang Kini Sudah Bangun .
' Bodoh Faelyn ! Kau i***t ! ' Dia Merutuki Dirinya Sendiri Dan Lebih Bodohnya Lagi Harusnya Yang Paling Kaget Dan Teriak Adalah Reyfan , Namun Pada Kenyatannya Dia Sendiri.
Reyfan Mengucek - Ucek Matanya Dan Menarik Tubuhnya Bangun Dari Tidur Nya . Kini Ia Duduk Menatap Faelyn Yang Tersipu Malu.
" Ngapain ? " Tanya Reyfan Datar Tanpa Ekspresi.
Faelyn Berdehem Berusaha Untuk Tidak Bersikap Tegang , Perlahan Ia Mendongakan Kepalanya.
" Aku . . . Aku Kesini Mau Ketemu Kamu Lah ! " Jawab Faelyn Dengan Gugup.
" Bukan Itu ! " Ucap Reyfan Lagi .
" O H , " Faelyn Mengangguk " Aku Tuh Kesini Mau Ngajakin Kamu Jalan ! Kan Aku Udah Bilang Semalam Pokoknya Kita Harus Jalan ! Kalo Kamu Gak Jemput Aku , Yaudah Aku Yang Akan Jemput Kam—" Belum Selesai Faelyn Bicara Reyfan Menyentuh Bibir Mungil Faelyn Dengan Jari Telunjuknya Menandakan Faelyn Untuk Berhenti Bicara .
Mata Faelyn Membulat Dan Dirinya Semakin Gugup . Kini Reyfan Menatapnya Sangat Dalam , Jarak Mereka Pun Cukup Dekat .
" Bukan Itu , " Kata Reyfan Lagi , Faelyn Diam Tak Megerti.
" Maksud Gue Lo Ngapain Tadi Mau Nyium Gue ? " Pertanyaan Itu Sukses Membuat Jantung Faelyn Hampir Copot Dan Darahnya Berdesir Deras , Kepalanya Tiba - Tiba Terasa Pusing Dan Otaknya Terasa Miring Ditambah Bibirnya Kelu Tak Bergeming . Faelyn Seperti Orang Ling - Lung.
Reyfan Menurunkan Jarinya Dari Kening Faelyn " Kok Diem ? ? "
Faelyn Mematung , Tak Ada Sepatah Kata Pun Keluar .
'Ya Tuhan Hilangkan Faelyn Sekarang Juga Dari Kamar Reyan . Bawa Faelyn Sebentar Ke Planet Mars Atau Ke Saturnus Juga Gak Apa Apa ' Katanya Menahan Malu , Ia Benar-Benar Merasa Bodoh .
Reyfan Menggeleng " Lain Kali Kalo Mau Nyium Pas Orangnya Lagi Sadar ! " Kata Reyfan Seraya Turun Dari Kasur Meninggalkan Faelyn Yang Duduk Masih Mematung.
Reyfan Membuka Lemari Dan Mengambil Handuknya Lalu Berjalan Menuju Kamar Mandi , Sebelum Menutup Pintu Reyfan Sempat Melirik Faelyn Yang Masih Diam Sebelum Akhirnya Memanggil Faelyn.
" Fae , " Panggilnya Dan Faelyn Menoreh Ke Reyfan Meskipun Sedikit Gugup Karena Ia Masih Malu .
" Iya ? "
" Mau Ikut Ga ? " Tanya Reyfan Yang Sudah Berada Di Kamar Mandi Yang Belum Ditutup ,Dengan Handuk Yang Menempel Di Bahunya .
Faelyn Mengernyitkan Dahinya " Ikut Kemana?"
" Ikut Mandi ? " Ledek Reyfan Dengan Wajah Yang Tetap Datar .
Faelyn Menggeleng Cepat " Gak Rey , Makasih ! "
" Oh Kirain Mau ! " Ujar Reyfan Sebelum Akhirnya Menutup Pintu Kamar Mandi.
" Kalo Lo Berubah Fikiran Mau Ikut Mandi Bilang Ya ? " Teriak Reyfan Dari Kamar Mandi Yang Dapat Terdengar Jelas Oleh Faelyn.
' Ish Reyfan Apaan Sih ! Emang Gue Cewe Apaan Mau Diajak Mandi Bareng . Pasti Gara-Gara Tadi Gue Pengen Nyium Dia , Reyfan Jadi Berfikir Kalo Gue Cewe Yang Mau Diapa – Apain ! ' Gerutunya Menyesal Telah Mencoba Melakukan Hal Bodoh Seperti Tadi .
•••••••••••••••
Saat Reyfan Dikamar Mandi Faelyn Memutuskan Untuk Turun Ke Bawah , Ia Ingin Menanyakan Bi Iyem Apakah Ada Makanan Untuk Reyfan . Sampainya Di Dapur Bi Iyem Terlihat Sedang Mencuci Piring.
" Bi Iyem ? " Sapa Faelyn .
" Eh Faelyn . Ngapain Ke Dapur ? Reyfan Minta Diambilkan Sesuatu Ya ? Biar Bibi Aja Nanti Yang Anter ! " Ucap Bi Iyem Panjang Lebar , Faelyn Menggelengkan Kepalanya .
" Enggak Bi , Reyfan Gak Minta Apa - Apa ! " Faelyn Diam Sejenak " Ada Makanan Buat Reyfan Bi ?" Pertanyaan Itu Keluar Begitu Saja Dari Mulut Faelyn Membuat Bi Iyem Yang Mendengarnya Kebingungan.
" Maksudnya ? " Tanya Bi Iyem .
"Iya Maksud Aku Bibi Udah Nyiapin Makanan Buat Reyfan?"
" Oh Makanan Buat Reyfan ? " Tanya Bi Iyem Dan Faelyn Mengangguk .
" Belum Ada Faelyn ! Reyfan Tuh Sukanya Makanan Yang Masih Anget ! Jadi, Bibi Masaknya Nanti Kalo Dia Udah Minta ! " Jelas Bibi Sembari Mencuci Piring.
" Emang Makanan Kesukaannya Apa Bi ? " Faelyn Mendekati Bi Iyem Yang Sedikit Sibuk.
" Dia Mah Sederhana Aja , Nasi Goreng Yang Pedes Sama Telur Setengah Mateng ! " Jelas Bibi Dan Faelyn Mengangguk Seolah-Olah Dia Tau Apa Yang Harus Dilakukannya .
" Bibi Aku Boleh Minta Bantuan Ga? "
" Boleh Kok Boleh , Memangnya Mau Minta Bantuan Apa ? "
" Aku Mau Bikinin Reyfan Nasi Goreng , Bibi Siapin Bahan - Bahan Nya Ya ?" Kata Faelyn Dan Bibi Tersenyum Senang.
" Siap Faelyn , Akan Segera Bibi Siapkan ! " Katanya Penuh Semangat , Faelyn Pun Ikut Senang .
Bi Iyem Mempersiapkan Semua Bahan-Bahan Yang Diperlukan , Faelyn Mulai Sibuk Mengolah Bahan-Bahan Tersebut . Setelah Semua Bahan Telah Siap Faelyn Mulai Menyalakan Kompor Dan Memasak Nasi Untuk Orang Yang Sangat Ia Cinta , Siapa Lagi Kalau Bukan Reyfan .
" Udah Siap ! " Kata Faelyn Senang Dengan Kedua Tangannya Yang Sudah Memegang Sepiring Nasi Goreng.
" Pasti Masakan Nya Lebih Enak Dari Masakan Bibi ! " Ucap Bibi Yakin , Ia Sepertinya Sangat Senang .
" Semoga Aja Bi . Yaudah Aku Mau Ke Kamar Reyfan Dulu Ya ! " Ucap Faelyn Yang Kemudian Berjalan Meninggalkan Bi Iyem Sendirian Di Dapur .
" Semoga Reyfan Suka ! " Katanya Seraya Menaiki Anak Tangga.
Sampainya Didepan Kamar Reyfan , Faelyn Segera Masuk Dan Dilihatnya Reyfan Belum Keluar Juga Dari Kamar Mandi .
" Lama Bener Dia Dikamar Mandi ? Jangan - Jangan Pingsan Lagi ! " Katanya Kemudia Ia Tersenyum Melihat Sepiring Nasi Yang Baru Saja Ia Buat .
" Gak Sabar Deh Pengen Liat Reyfan Makan Nasi Goreng Buatan Gue Yang Dibuat Dengan Penuh Cinta , Kasih Sayang Dan Racikan Penuh Asmara !" Katanya Kemudian Ia Tertawa Sendiri Merasakan Dirinya Yang Sedikit Gila .
Tidak Lama Reyfan Membuka Pintu Kamar Mandi , Dilihatnya Reyfan Sudah Rapih Menggunakan Pakaian Andalannya Levis Dan Kaos Polos Putih Lalu Menggunakan Jaket Jeans Andalannya . Dia Tetap Ganteng Meskipun Sederhana.
" Kok Lama Banget Di Kamar Mandi ? " Tanya Faelyn.
" Mandinya Udah Selesai Dari Tadi ! " Kata Reyfan Datar.
" Terus ? "
" Terus Gue Keluar Kamar Mandi , Tadi Gue Liat Udah Gak Ada Lo Padahal Udah Seneng ! " Ucap Reyfan Dengan Santainya .
" Ish Kamu Kok Gitu Sih Reyfan ! " Faelyn Cemberut .
" Terus Waktu Gue Masuk Ke Kamar Mandi Lagi Pake Baju ,Eh Pas Keluar Udah Ada Lo Lagi ! " Katanya Seperti Menunjukan Wajah Tak Senang Dengan Keberadaan Faelyn .
Reyfan Berjalan Mendekati Faelyn Yang Duduk Diatas Kasurnya " Dasar Makhluk Tak Kasat Mata ! " Ucap Reyfan Didepan Faelyn .
Faelyn Bangun Dari Duduknya " Enak Aja Aku Dibilang Makhluk Tak Kasat Mata . Nih Liat ! " Faelyn Menunjukan Sepiring Nasi Goreng Yang Sedari Tadi Masih Melekat Di Kedua Tangannya .
" Aku Tuh Tadi Kebawah Bikinin Kamu Nasi Goreng ! " Faelyn Tersenyum Lebar " Dimakan Ya ! " Ucapnya Tak Sabar Agar Reyfan Memakannya.
" Nanti Aja Ga Laper ! " Ketus Reyfan Seraya Berjalan Mengambil Ponselnya Yang Tergeletak Di Kasur.
" Ih Reyfan Kamu Coba Dulu Sedikit Aja Deh Sedikit . Aku Suapin Ya ? " Faelyn Mulai Menyendok Nasi Goreng Yang Ia Pegangnya " Aaaaa Reyfan Aaa ... Buka Mulutnya ! " Faelyn Mengarahkan Sendok Yang Berisi Nasi Kearah Mulut Reyfan.
" Gak Fae ! " Tolaknya Berusaha Menghindar.
" Sesuap Doang Deh Gak Apa - Apa Asal Kamu Makan ! " Paksa Faelyn Yang Terus-Menerus Mencoba Memasukan Sesendok Nasi Ke Mulut Reyfan.
" Gak ! "
" Aaa Reyfan Buka Mulutnya ! "
" Gak ! "
" Buka ! "
" Enggak ! " Teriak Reyfan Dengan Mulut Terbuka Lebar , Faelyn Tidak Mau Menyia - Nyiakan Kesempatan Pada Saat Mulut Reyfan Terbuka Lebar , Langsung Saja Ia Memasukan Sendok Berisi Nasi Goreng Ke Mulut Reyfan.
Faelyn Tersenyum " Tinggal Makan Aja Kok Susah ! " Dia Senang Akhirnya Reyfan Memakan Nasi Goreng Buatannya , Meskipun Harus Dipaksa Dan Tidak Banyak. Paling Tidak Reyfan Sudah Memakannya . Itu Sudah Cukup Membuat Faelyn Bahagia.
Dengan Wajah Muram Reyfan Mengunyah Nasi Goreng Buatan Faelyn , Lama-Kelamaan Ekspresi Wajahnya Berubah Seperti Sangat Menikmati Nasi Goreng Yang Masih Ia Makan Dimulutnya Sampai Habis Ia Telan Ke Tenggorokan .
" Lagi Gak ? " Tanya Faelyn Penuh Semangat.
" Gue Bilang Enggak . Nasi Goreng Buatan Lo Gak Enak . Pahit ! " Kata Reyfan Kesal , Ia Membelalakan Matanya Menatap Faelyn Malas .
Faelyn Mengerucutkan Bibirnya " Harusnya Pas Kamu Makan Liat Aku Rasanya Jadi Manis ! "
" Boro - Boro Manis , Yang Ada Enek ! " Sahut Reyfan Yang Masih Berdiri Dihadapan Faelyn.
Faelyn Tersenyum Jail " Alah Gausah Bohong . Kemaren Kamu Bilang Di Tempat Jagung Bakar Katanya Kalo Jagung Rasanya Pahit Terus Makannya Sambil Liat Aku Jadi Manis ! " Faelyn Mencolek Dagu Reyfan .
" Hayo Ngaku . Enak Kan Enak ! " Goda Faelyn Sambil Menaik-Turunkan Kedua Alisnya.
Reyfan Menghela Nafas Kasar " Terserah Lo ! "
Sepertinya Reyfan Malas Berdebat Dengan Wanita Yang Ada Didepannya , Karena Sampai Negara Api Menyerang Pun Sepertinya Ia Akan Tetap Bicara Tanpa Henti Jika Terus Diladenin.
" Ih Kamu Kenapa Si Rey ? Sikap Kamu Berubah – Ubah ! Jangan Gitu Dong !"
Faelyn Mengerucutkan Bibirnya Dengan Wajah Setengah Merengut Menatap Reyfan .
Sikap Reyfan Selalu Saja Berubah Membuat Gadis Itu Jadi Bimbang , Entah Kenapa Meskipun Sikapnya Selalu Berubah-Ubah Namun Perasaan Bahwa Faelyn Sangat Mencintai Reyfan Tidak Berubah .
Cinta Memang Sangat Sulit Dipudarkan Sekali Pun Segala Sakit Menimpa, Kekuatan Cinta Tak Akan Goyah
" Yaudah Mau Lo Apa ? " Tanya Reyfan Malas.
"Jalan – Jalan ! " Ucap Faelyn Dengan Manja.
" Kemana ? "
" Aku Sih Pengennya Nonton ! " Ajak Faelyn Membuat Reyfan Memutar Kedua Bola Matanya . Dirinya Benar-Benar Tidak Suka Ketempat Seperti Itu . Benar-Benar Tidak Suka .
" Gue Gak Mau ! " Tolak Reyfan.
Faelyn Menaruh Piring Nasi Goreng Yang Ia Pegang Diatas Meja Dekat Kasur Reyfan , Kemudian Menghadap Reyfan Lagi Sambil Meraih Kedua Tangan Reyfan .
" Ayo Rey ! Ayo . Ayo . Ayo ! " Rengek Faelyn Sambil Memegang Tangan Reyfan Yang Tak Lama Kemudian Dilepaskan Oleh Reyfan .
" Gak ! "
" Please ! “ Nada Bicara Faelyn Terdengar Sangat Memohon .
" Enggak ! "
" Rey Please ! "
" Gak ! "
" Kalo Kamu Gak Mau …" Kata Faelyn Namun Belum Sempet Dilanjutkan Reyfan Langsung Memotongnya.
" Kalo Gue Gak Mau Kenapa ? Lu Akan Mencoba Bunuh Diri Lagi ? " Alis Reyfan Melihat Sekelililingnya Tidak Terdapat Benda Tajam “ Sayang Sekali Saat Ini Tidak Ada Pisau! "
" Siapa Yang Mau Bunuh Diri Coba ! " Katanya Yang Semakin Kesal Karena Reyfan Sangat Susah Sekali Diajak Jalan .
" Gue Gak Mau ! Lu Ngerti Gak Sih Bahasa Manusia Normal ? " Jelas Reyfan, Matanya Sedikit Melotot Menatap Faelyn , Tetapi Faelyn Memang Wanita Keras Kepala . Ia Tetap Saja Tak Gentar Merayu Reyfan.
" Karena Aku Bukan Manusia Normal , Jadi Aku Tidak Menerima Penolakan Dari Kamu ! Pokoknya Hari Ini Kita Harus Nonton ! " Faelyn Tersenyum Jail Lalu Menatap Reyfan Dengan Mata Jereng Dilanjuti Melet " Bodo Amat Kamu Suka Atau Engga Pokoknya Harus ! "
' Sial ! Sial !Sial ! Ah Ini Cewe Maunya Apa Sih ! ' Geram Reyfan Dia Sudah Sangat Jengkel Kepada Faelyn .
" Ayo Rey ! "
" Gak ! " Reyfan Tetap Kukuh Dengan Dirinya.
" Buruan ! " Faelyn Menarik Tangan Reyfan Agar Berjalan Keluar Pintu Kamar Namun Reyfan Menahan Tubuhnya Sehingga Faelyn Kesulitan Menarik Tubuh Reyfan .
" A...Yo...Rey...Fan... ! " Katanya Dengan Sekuat Tenaga Menarik Tangan Reyfan , Namun Reyfan Hanya Diam Saja Dengan Wajah Datarnya .
Nafas Faelyn Terengah " Aku Gak Kuat Narik Kamu ! " Katanya Dan Reyfan Hanya Geleng - Geleng.
" Keras Kepala Banget Sih Lo ! "
Faelyn Mengerucutkan Bibirnya , Matanya Mulai Berbinar " Kamu Nyebelin Banget Sih ! Aku Udah Rela - Rela Bangun Pagi Terus Aku Yang Jemput Kamu Kemari Bukan Kamu Yang Jemput Aku Kesini ! “ Gerutunya .
“ Setelah Aku Disini , Kamu Malah Gak Mau Nurutin Permintaan Aku Buat Nonton ! Sekali Aja , Please ! “ Rengeknya . Reyfan Melihatnya Dengan Malas Karena Tingkah Faelyn Yang Dinilai Berlebihan .
" Gak Usah Drama Pengen Nangis Gitu Deh ! " Kata Reyfan Yang Kemudian Berjalan Mengambil Kunci Yang Tergantung Di Tembok Tidak Jauh Dari Ia Berdiri . Sepertinya Itu Kunci Kendaraan , Kemudian Reyfan Berjalan Keluar Pintu Kamar .
Faelyn Melongo Melihat Reyfan Berjalan Pergi Meninggalkannya . Dengan Cepat Faelyn Berlari Mengejar Reyfan Yang Sudah Menuruni Anak Tangga .
" Rey , Tungguin Ih . Kamu Mau Kemana ! " Tanya Faelyn Sambil Berlari Kecil Menuruni Anak Tangga.
" Rey ! " Teriak Faelyn Namun Reyfan Tidak Menggubris , Ia Terus Saja Berjalan Menuju Pintu Keluar .
" Reyfaaaaaaaaaaaaan ! " Faelyn Teriak Sangat Keras Dan Akhirnya Berhasil Membuat Reyfan Menghentikan Langkahnya .
Reyfan Membalikan Badan Nya " Apaan Sih ?" Nada Bicaranya Terdengar Menahan Kesal.
Faelyn Malah Terkekeh " Kamu Mau Kemana Sih ? "
" Katanya Mau Nonton? Yaudah Ayo ! " Ucap Reyfan Dan Kemudian Melanjutkan Langkahnya Keluar Rumah .
Bibri Faelyn Tak Sanggup Menahan Untuk Tersenyum Lebar . Ia Senang. Sangat Senang . Akhirnya Reyfan Mau Menemaninya Nonton .
Faelyn Yang Sedari Tadi Berteriak Memanggil Reyfan Ternyata Membuat Bi Iyem Keluar Dari Dapur Dan Memperhatikannya Dari Ruang Tengah . Faelyn Terlihat Malu Saat Bi Iyem Sedang Memperhatikannya .
" Ada Apa ? " Tanya Bibi Yang Berdiri Tidak Terlalu Jauh Dari Faelyn .
" Gak Apa - Apa Bi ! " Ucap Faelyn , Kemudian Ia Loncat Kegirangan Sebelum Akhirnya Klakson Mobil Diluar Rumah Membuat Ia Berjalan Cepat Keluar .
" Kok Naik Mobil ? " Tanya Faelyn Yang Kini Sudah Berada Didalam Mobil Berdua Reyfan.
" Sekarang Tuh Udah Siang ! Panas Kalo Naik Motor ! " Jawab Reyfan Yang Sudah Mulai Menjalankan Mobilnya.
Faelyn Lagi-Lagi Tersenyum Jail Sambil Mencolek Hidung Reyfan Dari Samping Membuat Reyfan Sedikit Terkaget .
" Apaan Sih Fae ! " Katanya Kesal .
" Ah Abilang Aja Kamu Gak Mau Kan Tuan Putri Kepanasan ! " Goda Faelyn .
" Aku Tau Kok Kamu Itu Sebenernya Perduli ! " Angguk Faelyn Percaya Diri .
Reyfan Hanya Terdiam Dalam Amarah Yang Dipendamnya . Jika Bisa Terlihat Jelas , Mungkin Saat Ini Terlihat Api Yang Membara Di Kepala Reyfan Yang Siap Meletus Karena Sangat Pusing Didekat Faelyn Yang Tak Berhenti Membuatnya Kesal .
**
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT :)
NEXT ----->