BAB 12

2558 Words
Reyfan Menjatuhkan Tubuhnya Dikasur Yang Dibalut Seprai Berwarna Biru Dongker . Ia Bernafas Lega Karena Sudah Tidak Bersama Wanita Yang Menurutnya Sangat Menyebalkan ,Rewel Dan Lebih Tepatnya Adik Musuhnya, Faelyn.       Reyfan Menarik Tubuhnya Bangun Dari Kasur " Gara - Gara Itu Cewek , Gue Jadi Gagal Balapan Sama Si b******k ! " Geramnya , Ia Memijit Pelan Pelipisnya Yang Sedikit Terasa Pusing.       " Pasti Nanti Hari Senin Si b******k Itu Bakalan Ngatain Gue Cupu ! "       " Kira - Kira Tadi Arman Ngasih Alesan Apa Ya ? "       Reyfan Segera Mengeluarkan Ponselnya Didalam Saku Jaket Yang Belum Ia Lepas Sedari Tadi Pergi Bersama Faelyn . Ia Mencari Kontak Arman Dan Segera Menekan Tombol Telefon.       " Halo Rey Kenapa ? " Tanya Arman Disebrang Sana.       " Gue Cuma Mau Tanya . Tadi Lo Kasih Alesan Apa Ke Si Bian ? " Tanya Reyfan Seraya Menjatuhkan Tubuhnya Lagi Ke Kasur.       " Ooooh ! Gue Bilang Ke Dia Kalo Nenek Lo Masuk Rumah Sakit ! " Jelas Arman Dan Reyfan Tersontak Kaget.       " Apa ? " Ia Kembali Menarik Tubuhnya Bangun " Kan Nenek Gue Udah Pada Meninggal Semua . Lo Kenapa Alesan Kayak Gitu Sih Arman ! " Katanya Kesal.       Arman Berdecak " Yailah Rey ! Bian Mana Tau Kalo Nenek Lo Udah Pada Meninggal !!!! Udah Lo Tenang Aja  !"       Reyfan Berfikir Sejenak . Ada Benarnya Juga Apa Yang Arman Katakan Bahwa Bian Tidak Akan Tahu Kalau Dia Sudah Tidak Punya Nenek Lagi .       Reyfan Terkekeh " Yaudah Iya . Makasih Ya ! "       " Iya Rey ! "       Reyfan Langsung Memutuskan Sambungan . Ia Melemparkan Ponselnya Asal Diatas Kasur. Ia Kembali Merebahkan Tubuhnya . Matanya Menatap Langit - Langit Kamar Dan Terbesit Difikirannya Tentang Faelyn.       " Ah Kok Gue Jadi Mikirin Faelyn Sih ! " Reyfan Berusaha Menghilangkan Tentang Faelyn Difikirannya . Dia Tidak Boleh Jatuh Cinta . Tidak Boleh ! Reyfan Berusaha Meneguhkan Dirinya Agar Tetap Konsisten Dengan Rencananya Dan Tidak Boleh Terjebak Oleh Perasaan.       " Tapi Kalo Difikir - Fikir , Si Faelyn Kok Sampe Nekat Gitu Ya Demi Keselamatan Gue ! Dia Rela Malem – Malam Kerumah Gue Cuma Buat Mencegah Gue Balapan Karena Takut Gue Kenapa – Kenapa ! "       Reyfan Menepuk Jidatnya " Tuh Kan Ngapain Gue Mikirin Dia Lagi ! Arghh ! " Ia Mengacak Rambutnya Frustasi.       Dia Semakin Pusing Karena Fikirannya Dipenuhi Oleh Faelyn . Reyfan Mencoba Memejamkan Matanya Agar Terlelap Tidur Dan Melupakan Sejenak Apa - Apa Yang Melelahkan Hari Ini.       Drt...Drt.....       Baru Saja Reyfan Ingin Terlelap , Ponselnya Bergetar . Diambilnya Ponsel Tersebut Yang Tidak Terlalu Jauh Darinya Dan Dilihatnya Dengan Malas Notif Di Layarnya.       Reyfaaaaaan. Aku Cuma Mau Ngingetin . Besok Hari Sabtu Libur . Pokoknya Kita Harus Jalan . Harus ! Besok Kamu Wajib Jemput Aku Atau Kalo Kamu Gamau Aku Yang Bakal Jemput Kamu ! Pesan Ini Dikirim Bersifat Memaksa Dan Tidak Menerima Balasan Menolak ! Selamat Malam Salam Sayang Dari Pacarmu . -Faelyn-       Reyfan Memutar Kedua Bola Matanya Membaca Pesan Itu , Sebelum Akhirnya Ia Mendengus Kesal .       " Cobaan Apalagi Ini Ya Tuhan ! " Katanya Kesal " Sabar - Sabar  ! " Ia Mengelus Dadanya .       " Gue Jadi Pusing Sendiri Ngehadapin Si Faelyn ! Pokoknya Mulai Besok Gue Harus Sedikit Berubah Seperti Sifat Gue Yang Biasanya ! “       “ Gara - Gara Gue Bersikap Manis , Faelyn Berfikir Seolah - Olah Gue Perduli Kedia ! " Keluhnya " Gue Harus Merubah Diri Gue Seperti Semula, Cuek ! "       Reyfan Terus Saja Berdebat Dengan Fikiran Dan Perasaanya . Ia Benar-Benar Merasa Frustasi Dengan Keadaan Saat Ini . Reyfan Merasa Dirinya Telah Berubah Saat Dengan Faelyn . Ia Yang Biasanya Cuek , Seolah-Olah Menjadi Perduli Dan Yang Biasanya Irit Bicara , Namun Saat Bersama Faelyn Ia Sangat Banyak Bicara Bahkan Secara Paksa Mengeluarkan Gombalan Maut.       Reyfan Menghela Nafasnya Dengan Perasaan Menyesal " Seharusnya Gue Gak Usah Bersikap Romantis Ke Dia ! Kalo Kayak Gitu Dia Kesenengan Bukan Sedih ! Rencana Gue Kan Nyakitin Bukan Nyenengin ! " Kini Reyfan Benar - Benar Bingung Dengan Dirinya Sendiri .        Apa Yang Telah Dia Lakukan ?       " Lebih Baik Gue Tidur Daripada Mikirin Faelyn ! " Katanya Yang Mulai Memejamkan Matanya Lagi.       ••••••••••••••••••••••••••••••••••       Pagi Yang Sejuk Di Hari Sabtu , Matahari Memberikan Sinarnya Yang Cerah Namun Tidak Terlalu Panas . Faelyn Yang Baru Saja Membuka Jendela Kamarnya Menghirup Segarnya Udara Pagi . Ia Menguap Sambil Mengucek -Ucek Matanya . Dia Baru Saja Bangun Dari Tidurnya .       Diliriknya Jam Dinding Menunjukkan Pukul 08.00 Wib , Ia Tersenyum Dan Segera Melangkahkan Kakinya Mengambil Handuk , Lalu Berjalan Menuju Kamar Mandi Sambil Bersiul Senang .       Setelah Selesai Mandi Dan Bersiap - Siap , Ia Turun Kebawah Untuk Sarapan Bersama Keluarganya . Faelyn Berjalan Menuruni Anak Tangga Sambil Berlari Kecil . Ia Menampilkan Wajahnya Yang Ceria .       Dilihatnya Di Meja Makan Sudah Terdapat Mamah , Papah Dan Kakanya . Faelyn Segera Menghampiri . Kedua Orangtuanya Dan Kakanya Pun Melihatnya Keheranan , Tidak Seperti Biasanya Di Hari Libur Faelyn Bangun Pagi , Karena Biasanya Ia Bangun Siang .       " Selamat Pagi Mamah , Papah Dan Kak Bian Tersayang ! " Ucap Faelyn Seraya Duduk Di Kursi Dan Melihat Mereka Bertiga Keheranan.       " Kok Pada Ngeliatin Aku Kayak Gitu Sih ? Ayo Kita Makan ! " Katanya Sambil Mengambil Roti Dan Mulai Mengoleskan Selai Coklat .       Irfan Sang Ayah Yang Masih Kebingungan Mengernyitkan Dahinya  " Kesambet Apa Kamu Faelyn ? "       " Enggak Kesambet Apa - Apa Kok ! " Faelyn Mulai Memakan Roti Yang Baru Saja Oleskan Selai .       " Iya Kamu Aneh Banget ! " Kata Ishycha , Ia Juga Merasakan Ada Yang Aneh Pagi Ini Dengan Anak Gadis Satu - Satunya , Faelyn .       " Ih Mamah , Papah Dengerin Ya ! Anaknya Bangun Pagi Terus Keliatan Seneng Kaya Gini Kok Pada Bingung Bukannya Ikut Seneng Juga ? "       " Iya - Iya Kita Ikut Seneng ! "  Ucap Irfan Dan Ishycha Bersamaan .       Bian Yang Sedari Tadi Diam Mendapat Pukulan Dibahunya Oleh Faelyn .     " Diem - Diem Aja ! " Cerocos Faelyn Yang Sudah Menghabiskan Rotinya.       " Tumben Lo Udah Bangun Dek ? " Tanya Bian Tanpa Basa - Basi " Lo Mau Kemana?"       " Ya . . Gak Kemana - Mana Sih ! " Kata Faelyn Berusaha Mengelak " Eh Tapi Kayaknya Nanti Mau Pergi Deh ! "       " Kemana ?  " Bian Mulai Penasaran , Tidak Biasanya Faelyn Main . Bian Tau Betul , Saat Hari Libur Faelyn Lebih Suka Dirumah Dibanding Pergi Keluyuran Atau Hangout Bersama Temannya . Tapi Ia Berbeda Kali Ini.       " Main Lah Kak ! " Jawab Faelyn Seraya Menuang s**u Dari Teko Ke Gelas .       " Sama Siapa ? "       " Sama Temen Lah ! "       " Siapa ? "       " Temen Sekolah ! " Jawab Faelyn .       " Namanya ? " Tanya Bian Lagi Tak Henti - Henti .       Faelyn Menoreh Kearah Bian Yang Berada Disampingnya " Ih Kak Bian Tuh Apaan Sih ? Tanya - Tanya Mulu ? Aku Mau Main Aja Sampe Di Introgasi Kayak Begitu Deh ! " Gerutu Faelyn Menatapnya Sinis.       Mamah Dan Papahnya Yang Sedari Tadi Sibuk Makan Pun Angkat Bicara Melihat Kedua Anaknya Berdebat Kecil .       " Udah Bian , Adik Kamu Mau Main Kok Ditanya - Tanya Gitu ! " Sahut Irfan .       " Tau Nih , Makannya Kamu Cari Pacar Dong ! Biar Kamu Bisa Main Juga . Jangan Sama Si Jaya , Rafi , Saka Sama Si Dendi Terus ! Kamu Gak Bosen Apa ? Mamah Aja Bosen Liatnya ! " Ucap Ishycha Panjang Lebar Sedangkan Bian Hanya Terdiam .       " Gue Anterin Ya ! " Tawar Bian Ke Faelyn Membuat Faelyn Yang Sedang Meminum Segelas s**u Yang Ia Tuang Tadi Jadi Tersedak .       " Apa ? Anterin ? Gak Usah Kak ! " Tolak Faelyn " Gak Usah Seriusan Deh Gue Bisa Sendiri ! "       Bian Menghela Nafas Pasrah " Yaudah Terserah Lo Deh Dek ! Niatnya Hari Ini Gue Pengen Ngajakin Lo Nonton, Tapi Lo Pengen Pergi ! " Setelah Selesai Bicara , Bian Bangun Dari Duduknya .       " Bian Ke Kamar Dulu , Mau Mandi Mah, Pah ! Tadi Bangun Tidur Langsung Kebawah Belum Mandi ! " Katanya Cengengesan.       " Dasar Kamu Jorok ! " Ishycha Menatapnya Tajam " Buru Sana Mandi ! "       " Biarin Dia Jorok Mah , Tapi Tetep Ganteng Kaya Papah ! " Sahut Irfan Yang Tak Diajak Bicara .       Faelyn Dan Ishycha Hanya Tertawa " Papah Kepedean ! " Kata Mereka Serentak .       •••••••••••••••••••••••••••••       Faelyn Sedari Tadi Merebahkan Dirinya Dikasur Sambil Menatapi Ponselnya Yang Sama Sekali Tidak Ada Notif Dari Reyfan . Hatinya Mulai Gelisah . Faelyn Akan Sangat Jengkel Jika Reyfan Lupa Bahwa Hari Ini Akan Jalan Dengannya .       Faelyn Mengerucutkan Bibirnya , Ia Sangat Kecewa Jika Reyfan Benar – Benar Lupa . Faelyn Sudah Rela Bangun Pagi Dan Berjam - Jam Menunggu Kabar Dari Reyfan Namun Sama Sekali Tidak Ada Isyarat Bahwa Reyfan Akan Menjemputnya.       " Ih Kemana Sih Ini Anak . Apa Dia Belum Bangun ? " Faelyn Melirik Jam Dinding "Udah Jam Sebelas Siang Masa Dia Belum Bangun Sih?"       Faelyn Terlihat Bingung Apa Yang Harus Ia Lakukan . Dirinya Juga Merasa Tidak Enak Karena Tadi Bian Mengajaknya Nonton , Namun Faelyn Tidak Dapat Menuruti Kemauan Kakak Nya Itu .       " Biasanya Gue Pasti Selalu Mau Kalo Diajak Pergi Kak Bian ! " Katanya Lemas " Tapi Kali Ini Gue Terpaksa Nolak , Karena . . Karena Gue Pengen Jalan Sama Reyfan ! Pengen Banget ! " Katanya Gemas Memikirkan Reyfan .       " Ah Gue Tau ! " Faelyn Memetik Jarinya .       Faelyn Bangun Dari Tidurnya. Entah Angin Darimana Tiba-Tiba Faelyn Mendapat Ide Yang Menurutnya Sangat Cemerlang Dan Pastinya Akan Ia Lakukan .       " Gue Harus Kerumah Reyfan ! " Faelyn Mulai Bersiap-Siap , Ia Sibuk Mencari - Cari Pakaian Yang Cocok Untuk Dia Gunakan . Satu Persatu Pakaian Ia Keluarkan Dari Lemari , Ia Pusing Sendiri Memilihnya .     Hampir Setengah Jam Faelyn Mencari Pakaian Akhirnya Ia Menemukan Juga Baju Yang Cocok Untuknya . Setelah Berganti Pakaian , Ia Duduk Di Meja Rias . Faelyn Mengoleskan Bibirnya Dengan Liptint Dan Memakai Bedak Tipis Diwajahnya , Rambutnya Ia Biarkan Digerai . Setelah Merasa Sudah Cantik Faelyn Berjalan Keluar Kamarnya.       " Kalo Kamu Gak Jemput Aku , Biar Aku Yang Jemput Kamu , Reyfan ! " Katanya Penuh Semangat , Namun Baru Saja Faelyn Ingin Berjalan Menuruni Anak Tangga Bian Memanggilnya .       " Dek , Mau Kemana Sih ?" Bian Masih Saja Penasaran .       ' Ah Kebetulan Deh . Daripada Naik Ojek Online Mendingan Minta Anterin Kak Bian Aja ! '       " Faelynnnn ! " Panggil Bian Yang Sudah Mulai Gemas Karena Pertanyaannya Tidak Dijawab.       Faelyn Terkekeh "  Mau Kerumah Fani Kaka Ku Tersayang ! " Faelyn Berjalan Mendekati Bian , Kemudian Merangkul Lengannya " Anterin Ya,Ya,Ya ? " Rengeknya.       " Kenapa Lo Gak Nonton Aja Sama Gue ? Emang Lo Mau Ngapain Sih Kerumah Fani Terus ? " Bian Memperhatikan Faelyn Dari Ujung Rambut Sampai Ujung Kaki " Rapih Banget , Terus Pakai Make Up Segala Lagi !" Bian Menatap Wajah Faelyn .      " Ganjen Ya Sekarang ! " Ledek Bian Yang Kini Membuat Faelyn Cemberut Dan Kesal.       " Ah Tauah . Yaudah Gue Naik Ojek Online Aja ! " Faelyn Melangkahkan Kakinya Namun Bian Menariknya Dengan Cepat .       " Iya - Iya Ayo Gue Anterin ! Si Ganjen Ambekan Banget Sekarang ! " Ledek Bian Lagi , Namun Faelyn Berusaha Tidak Menanggapi.       Setelah Berada Didekat Rumah Fani . Ralat , Rumah Reyfan Maksudnya . Bian Tidak Langsung Pergi Saat Faelyn Turun Dari Motornya .       " Kok Ka Bian Masih Disini ? " Faelyn Kebingungan Dan Ia Juga Tidak Beranjak Pergi Meninggalkan Bian.       " Gak Apa - Apa ! Udah Sana Lo Masuk ! " Suruh Bian Yang Masih Belum Juga Pergi.       Kening Faelyn Mengerut " Terus Kenapa Lo Masih Disini?"       "Udah Sana Lo Masuk Dek , Gue Cuma Mau Liatin Lo Doang Dari Sini ? Emang Kenapa Sih ? " Ucap Bian .       " Ya Gak Apa - Apa Sih ! " Faelyn Menggaruk Kepalanya Yang Tak Gatal.       ' Kayaknya Kak Bian Curiga Nih Kalo Rumah Itu Bukan Rumah Fani ! '       " Yaudah Sana . Gue Pengen Liat Fani Nya Ada Ga ? " Ucap Bian Penasaran.       " Ya Ada Lah Kak Di Dalem Rumahnya . Dia Gak Mungkin Keluar Bukain Pintu, Palingan Nanti Pembantunya Yang Bukain ! " Faelyn Berusaha Mengelak Sebisa Mungkin " Udah Ah Kak Bian Sana ! " Rengek Bian Yang Tetap Ingin Berada Disitu.       'Maafin Gue Kak Harus Bohong Lagi Sama Lo ! '       " Kak Bian Pulang Iih ! " Rengek Faelyn Mengusir Kakak Nya Itu .       " Enggak ! " Bian Menggeleng .       " Pulang Ah Kak Biaaaaaaaaaan ! " Faelyn Semakin Merengek .       " Ck, Iya - Iya Gue Balik ! " Bian Memutar Konci Motornya Yang Kemudian Menyala .       " Gue Pulang ! “  Kata Bian Yang Tak Lama Kemudian Melajukan Motornya Dan Menghilang Begitu Saja .       Faelyn Menghela Nafas Lega " Untung Aja ! " Faelyn Mulai Melangkahkan Kakinya Menuju Rumah Reyfan .       Perlahan Ia Membuka Pintu Gerbang Rumah Reyfan Dan Masuk Menuju Pintu Rumah . Sebelum Faelyn Mengetuk Pintu Rumah Reyfan , Pintu Tersebut Terbuka Lebih Dulu .       " Eh, " Kata Faelyn Yang Terkaget , Dilihatnya Wanita Berusia Sekitar 30 - An Lebih Yang Masih Terihat Cantik .       " Hai Faelyn ? " Ucap Risma Yang Tak Lain Ibunya Reyfan . Faelyn Tersenyum Senang Melihat Risma Yang Menyapanya .       " Ayo Sayang Masuk ! Jangan Didepan Pintu ! " Kata Risma Merangkul Faelyn Agar Masuk Kedalam " Kamu Udah Makan Belum ? " Tanya Risma Sembari Berjalan Kedalam .       " Udah Kok Tante ! "       " Eh Jangan Panggil Tante Ah , Mamah Aja ! " Kata Risma Yang Menghentikan Langkahnya " Sekarang Panggilnya Mamah Bukan Tante . Oke Faelyn ?  " Ucap Risma Lagi Dan Faelyn Mengangguk .       " Iya Mamah ! " Senyum Lebar Tercetak Diwajah Faelyn  " Aku Boleh Peluk Mamah Ya ? " Tanya Faelyn Dan Risma Mengangguk Cepat " Ah Faelyn Sayang Sama Mamah Dan Juga Reyfan ! " Katanya Dalam Pelukan Risma.       " Pasti Sayang Ke Mamah Sedikit Kan ? Lebih Banyak Ke Reyfan ? " Tanya Risma Setelah Faelyn Melepas Pelukannya .       " Enggak Kok Mah ! " Faelyn Tertawa " Mamah Mau Kemana? Udah Cantik Begini ? " Tanya Faelyn , Matanya Menatap Intens Risma Yang Sudah Terlihat Rapih .       " Mamah Mau Pergi Ke Kantor Dulu ! " Ucap Risma Dan Faelyn Mengangguk Faham .       " Oh Iya Mamah Sampe Lupa , Tujuan Kamu Kemari Kan Mau Ketemu Reyfan ! " Risma Menuntun Faelyn Menuju Tangga " Kamu Naik Ketas Terus Belok Kiri Nanti Pintu Pertama Itu Kamar Reyfan ! " Jelas Risma Dan Faelyn Terdiam Dalam Keheranan.       " Terus Kenapa Mah ?" Tanya Faelyn Yang Masih Tidak Mengerti .       Risma Menggelengkan Kepalanya Sambil Tertawa Kecil " Kamu Ini Gimana Sih Cantik ? Kan Kamu Mau Ketemu Reyfan ! Nah Mamah Kasih Tau Kamu Kamarnya ! Dia Masih Tidur , Kamu Bangunin Aja ! " Jelas Risma Dan Faelyn Mengangguk , Kini Ia Mengerti .       " Kalo Mamah Yang Bangunin Nanti Dia Marah , Tapi Kalo Kamu Yang Bangunin Pasti Dia Langsung Seger ! " Ucap Risma Diselingi Tawa , Tapi Faelyn Hanya Senyum Tipis .       ' Boro - Boro Dia Seger Dibangunin Gue . Yang Ada Gue Kena Omel Abis -Abisan Ama Reyfan ! '       " Yaudah Mamah Berangkat Dulu Ya Cantik ! " Risma Mencium Pucuk Kepala Faelyn , Kemudian Pergi Meninggalkannya.       " Hati - Hati Mah ! " Faelyn Melambaikan Tangannya Menatap Punggung Risma Yang Sudah Mulai Menjauh.       Faelyn Merasa Sangat Senang , Secara Tidak Langsung Sikap Mamah Nya Reyfan Yang Terlihat Begitu Ramah Dan Senang Kepadanya Menunjukkan Bahwa Setuju Dengan Hubungan Mereka Berdua.       Mata Faelyn Kini Beralih Ke Lantai Atas , Dilihatnya Sebentar Kemudian Ia Mulai Melangkahkan Kakinya Menaiki Tangga . Sebenarnya Tanpa Dikasih Tau Letak Kamar Reyfan Pun Ia Sudah Tau Karena Faelyn Sudah Pernah Diajak Oleh Reyfan.     ** JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT :) NEXT ------>
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD