BAB 11

3053 Words
Petikan Gitar Yang Dimainkan Oleh Seorang Penyanyi Jalanan Ditambah Dengan Bunyi Riuh Suara Orang Berbincang – Bincang Dan Aroma Sedap Jagung Bakar Yang Melayang Di Udara Menemani Suasana Malam Ini . Terlihat Reyfan Dan Faelyn Sudah Duduk Manis Di Sebuah Karpet Lesehan Yang Sengaja Digelar Untuk Pelanggan .     " Pak Nano - Nano , Saya Pesen Jagung Bakarnya Ya Dua Rasa Pedes Manis , Minumnya Es Jeruk Dua ! " Pesan Reyfan , Pedagang Jagung Itu Mengacungkan Jempolnya.       Sebenarnya Faelyn Cukup Heran Dengan Reyfan , Padahal Dia Termasuk Kedalam Orang Yang Tergolong Kaya Dan Bisa Saja Menghamburkan Uangnya Untuk Makan Ditempat Mewah , Tetapi Selama Jalan Dengan Reyfan Ia Tidak Pernah Dibawa Ketempat Mewah Atau Sekedar Jalan - Jalan Ke Mall . Justru Ia Selalu Diajak Ketempat Yang Menurutnya Bukan Tempat Nongkrong Kelas Menengah Atas Seperti Reyfan Dan Dirinya.       " Rey ? " Pangil Faelyn Yang Terlihat Tidak Terlalu Nyaman Duduk Di Lesehan Seperti Itu .       Reyfan Tidak Menggubris Panggilan Faelyn Karena Dirinya Sedang Mengetik Pesan Untuk Arman.       Gue Gak Bisa Dateng , Faelyn Ngelarang Gue . Dia Mau Bunuh Diri ! Lo Jangan Bilang Ke Bian Kalo Gue Batal Balapan Karena Adek Nya Mau Bunuh Diri Ok . -Reyfan –       Dengan Cepat Arman Membalas       Seriusan Lo ? Yaudah Gue Bakal Cari Alesan . Haha Gila Bener Faelyn. Cinta Tuh Dia Sama Lo! - Arman –       Reyfan Mengernyitkan Dahinya Saat Membaca Kalimat Terakhir Pesan Dari Arman , Sekilas Dia Melirik Ke Faelyn Dan Menatapnya Sebentar ' Apa Iya Dia Cinta Sama Gue ? ‘       " Reyfan . . . Kamu Gak Denger Ya Aku Daritadi Panggil - Panggil Kamu ! " Faelyn Menepuk Paha Reyfan Dengan Keras .       " Aduh ! " Reyfan Sedikit Kesakitan " Kenapa Sih ? "       " Aku Mau Tanya Sesuatu Nih Sama Kamu ? " Faelyn Membenarkan Duduknya Lebih Dekat Dengan Reyfan.       " Iya Tanya Aja ! "       " Kamu Pelit Ya ? Atau Irit ? " Tanya Faelyn Polos.       Reyfan Benar - Benar Tidak Mengerti Maksud Dari Pertanyaan Faelyn Barusan . Apa Yang Ada Difikiran Faelyn ? Reyfan Lagi - Lagi Menghela Nafas Panjang , Ia Benar-Benar Harus Banyak Bersabar Saat Didekat Faelyn.       " Aku Gak Ngerti Maksud Kamu ! " Reyfan Menggeleng Heran.       " Ya Itu , Aku Tanya Kamu Itu Pelit Atau Enggak ? " Faelyn Mencoba Memperjelas Ucapannya .       " Ya Kalo Menurut Penilaianku , Ya Gak Pelit Lah ! Lagian Aku Mana Bisa Nilai Diri Sendiri ! " Jawab Reyfan Seadanya .       Faelyn Diam Seolah - Olah Sedang Berfikir.       " Kalo Menurut Kamu Emang Gimana? Aku Pelit Ga ?" Sekarang Reyfan Yang Bertanya.       " Umm . . .Gimana Ya ? " Faelyn Menggaruk Kepalanya Yang Tak Gatal.       " Lagian Kamu Ngapain Sih Tanya Kayak Gitu ? " Tanya Reyfan Dengan Malas.       " Ya Aku Bingung Aja , " Faelyn Mencoba Menjelaskan Apa Yang Ada Difikirannya .       " Bingung Kenapa ? "       " Kamu Kan Orang Kaya , Kenapa Suka Banget Makan Ditempat Yang Murahan Kayak Gini ? " Ucapnya Dan Reyfan Diam Sejenak.       " Kenapa Coba Kamu Sukanya Ketempat Kaya Gini ? " Ulangnya Lagi.       Reyfan Tersenyum Sebentar " Jadi Gini Fae , " Kini Reyfan Duduknya Saling Berhadapan " Gue Lebih Suka Ketempat Kayak Gini , Yang Terlihat Biasa Aja Dan  Sederhana Seperti Ini Dengan Harga Yang Murah Bukan Karena Gue Pelit Atau Irit ! " Ucapnya , Wajah Faelyn Keheranan Dan Menunggu Penjelasan Reyfan Selanjutnya.       " Tapi Emang Gue Gasuka Jalan - Jalan Ketempat Mewah ! Gue Lebih Suka Tempat Sederhana Fae ! "       Tidak Lama Jagung Dan Minuman Pun Datang Reyfan Segera Menyantap Jagung Tersebut Sedangkan Faelyn Masih Memandangi Jagung Yang Belum Ia Sentuh Sama Sekali .       Reyfan Melirik Faelyn " Gue Lebih Suka Makanan Kayak Begini ! " Ucapnya Dilanjuti Mengigit Jagung Bakar Miliknya .       " Gak Terlalu Suka Makanan Luar Yang Aneh – Aneh ! Lagi Pula Makanan Di Restaurant Terkadang Terlalu Mahal Tapi Rasanya Biasa Aja ! " Lanjut Reyfan  " Emang Kayak Kamu Tuh Lidah Barat ! " Ledeknya , Alhasil Mendapat Pukulan Dari Faelyn.       " Ish Gaya Baget Sih ! Gak Apa - Apalah Lidah Barat ! " Balas Faelyn Yang Sudah Mulai Memakan Jagungnya.       " Orang Timur Kok Sok Kebarat – Baratan !  " Ledek Reyfan Lagi .       " Iya - Iya Terserah Kamu Deh ! " Faelyn Mengalah , Dia Tau Tidak Akan Menang Jika Beradu Argumen Dengan Reyfan.       " Jadi , Aku Bukannya Pelit Fae . Kalo Kamu Mau , Aku Akan Beliin Semua Jagung Yang Pak Nano - Nano Jual Buat Kamu , Atau Kamu Mau Makanan Apa Pasti Aku Beliin Sama Gerobak Dan Bonus Abang - Abangnya ! " Lanjut  Reyfan Namun Faelyn Hanya Tertawa Remeh.       " Kamu Gak Percaya ? Aku Serius Nih , Kamu Mau Apa ? " Tanya Reyfan Serius .       " Iya - Iya Aku Percaya Kok ! Aku Percaya , Reyfan ! " Ucap Faelyn Mengangguk.       " Percaya Apa ? " Tanya Reyfan .       " Percaya Kalo Kamu Gak Pelit He He  " Ujar Faelyn Nya Dilanjuti Tawa.       Dari Penjelasan Reyfan , Faelyn Mencoba Mengambil Kesimpulan Bahwa Reyfan Lebih Suka Tempat Makan Yang Terlihat Standar Tapi Enak . Ternyata Reyfan Orangnya Sangat Sederhana .       Reyfan Hanya Menggelengkan Kepalanya  'Dasar Perempuan ! '       " Oh Iya Rey , Kenapa Nama Pedagang Jagungnya Pak Nano-Nano ? Pasti Ada Asal – Usul Nya ?" Tanya Faelyn Penasaran Karena Dia Tau Pasti Reyfan Punya Alasan Mengapa Menamai Orang Dengan Sebutan Aneh . Meskipun Alesan Itu Terkadang Tidak Masuk Akal .       " Kamu Mau Tau ? " Reyfan Meliriknya .       " Iya Aku Mau Tau , "       " Karena Dia Jualan Jagung ! " Jawab Reyfan Singkat Sambil Menikmati Jagungnya , Namun Membuat Faelyn Berfikir . Apa Hubungannya Dengan Jagung Dan Nano - Nano.       " Kamu Ngaco  ! " Ucap Faelyn .       " Aku Gak Ngaco Lah ! Dia Jualan Jagung Ada Rasa Asin , Pedes , Manis ! Nano - Nano Kan Rasanya ? " Jelas Reyfan Dan Faelyn Tertawa Kecil .       Bagi Faelyn , Meskipun Terkadang Lelucon Reyfan Tidak Lucu , Ia Tetap Saja Tertawa . Ia Senang Saat Reyfan Banyak Bicara Dengannya . Rasanya Ia Ingin Selalu Memancing Reyfan Agar Terus Bicara.       " Harusnya Ada Rasa Pahit !  " Lanjut Reyfan.       " Gak Bakal Ada Yang Mau Beli Lah ! " Ujar Faelyn Sambil Menyenggol Lengan Reyfan .       " Ada Lah ! " Jawab Reyfan Seraya Meletakan Jagungnya Yang Sudah Habis Ke Sebuah Piring .       " Siapa Yang Beli ? " Faelyn Mendongakan Dagunya , Menatap Reyfan Bingung.       " Aku Lah ! " Reyfan Tersenyum Sambil Menepuk Pelan Dadanya.  Dia Menampilkan Senyumnya Yang Sangat Manis Membuat Faelyn Terpesona.       " Kan Gak Enak Rasanya Pahit ! " Faelyn Terus Memancing Reyfan Untuk Tetap Berbicara Panjang .       " Enak Lah . Jagungnya Pahit , Pas Aku Makan Depan Kamu Jadi Manis ! " Jawabnya Sambil Mengedipkan Sebelah Matanya.       Faelyn Tersenyum Senang " Berarti Aku Penyihir ! " Katanya.       " Kamu Bukan Penyihir ! " Jawab Reyfan Tapi Faelyn Diam Seolah Menunggu Perkataan Reyfan Selanjutnya.       " Terus Apa  ? "       " Kamu Pacar Aku Lah !  " Katanya Dengan Menatap Dalam Mata Faelyn.       'Kenapa Setiap Kali Gue Tatap Matanya Terasa Damai ! '       Terkadang Reyfan Merasa Aneh Kenapa Jika Berada Didekat Faelyn Dia Jadi Banyak Bicara Dan Terkadang Merasa Seperti Bukan Dirinya Yang Biasanya. Selalu Saja Ada Ide Muncul Untuk Berkata Manis Kepada Faelyn.       Sungguh Diluar Dugaan . Reyfan Tidak Pernah Merencanakan Itu .       Faelyn Diam Tersipu Malu " Iya Aku Pacar Kamu ! Pacar Yang Tidak Dianggap ! " Jawab Faelyn Seraya Mengacak Rambut Reyfan.       Reyfan Diam ' Lebih Tepatnya Pacar Pura-Pura ! '       •••••••••••••••••••••••••••••••       Arman Menghampiri Bian Yang Sudah Sedari Tadi Menunggu Kedatangan Reyfan Yang Sudah Berjanji Akan Balapan Dengannya Malam Ini.       " Bian , Sorry ! " Kata Arman Santai.       " Kenapa? Mana Bos Lu ? Takut Dia Gak Mau Dateng ? " Tanya Bian Nyolot .        " Bukan Gitu ! " Arman Berusaha Mencari Alasan " Neneknya Reyfan Masuk Rumah Sakit ! " Bohong Arman .       " Halah ! " Singkat Bian " Alesan Aja . Udah Bilang Aja Dia Pengecut ! "       " Beneran , Bian ! “       " Buang - Buang Waktu Gue Aja ! Kasih Tau Dia , Kalo Nyali Nya Ciut Gak Usah Sok Nantangin Ngajak Bertarung ! " Bian Menyalakan Motornya Lalu Meninggalkan Arman Yang Berdiri Di Jalanan Yang Kosong .       " Untung Gue Penyabar ! " Kata Arman Mengelus Dadanya Sendiri.       Setelah Cukup Lama Diperjalanan Akhirnya Bian Sampai Juga Dirumahnya Dengan Selamat . Ia Masuk Kedalam Rumahnya Dan Dilihatnya Sudah Sepi .       ' Mungkin Udah Pada Tidur ! ' Batinnya.       Bian Menaiki Anak Tangga Dan Tempat Yang Pertama Ia Tuju Adalah Kamar Faelyn . Dibukanya Pelan Pintu Kamar Faelyn , Ternyata Tidak Terkunci. Keadaan Kamar Faelyn Terlihat Kosong Tidak Ada Orang Sama Sekali . Artinya Faelyn Belum Juga Pulang.       " Kok Udah Malem Begini Dia Belum Pulang Juga ? " Bian Mulai Terlihat Khawatir .       Dia Melirik Jam Tangannya " Udah Jam Sembilan Malem , Kemana Dia ? Apa Gue Jemput Aja Kerumah Fani ? Ah Tapi Nanti Dia Udah Jalan Pulang Lagi ? Gue Telefon Aja Deh ! " Bian Berdebat Dengan Fikirannya Sebelum Akhirnya Ia Mengeluarkan Ponselnya Dari Saku Celana , Dicarinya Kontak Faelyn Yang Kemudian Langsung Ia Telefon.       " Yah Gak Aktif Lagi ! " Gerutu Bian Saat Menelefon Adiknya Itu Tapi Ternyata Faelyn Tidak Mengaktifkan Ponselnya.       " Yaudah Gue Tunguuin Aja Deh , Palingan Bentar Lagi Pulang ! "       •••••••••••••••••••••••••••       Setelah Cukup Berlama - Lama Dilesehan Jagung Bakar , Akhirnya Mereka Berdua Memutuskan Untuk Pergi Karena Waktu Sudah Semakin Malam .       " Nih Pak Uangnya ! " Reyfan Tidak Menanyakan Berapa Harga 2 Buah Jagung Dan Es Jeruk , Mungkin Karena Dia Sudah Tau Harga Tersebut. Reyfan Memberikan Uang Selembar Seratus Ribu Rupiah.       " Nih Kembaliannya , " Kata Pak Nano - Nano Dan Reyfan Menolak , Membuat Faelyn Yang Berada Disampingnya Bingung .       ' Kok Kembaliannya Gak Diambil ?  ' Kata Faelyn Dalam Hati.       " Udah Gak Usah Pak . Biasa , Buat Bapak Aja ! " Ucap Reyfan Lalu Ia Tersenyum.       Mendengar Kalimat " Biasa "  Yang Reyfan Ucapkan Membuat Faelyn Jadi Tambah Bingung . Apakah Setiap Beli Jagung Reyfan Tidak Pernah Mengambil Kembaliannya ? Bukankah Sayang Jika Tidak Diambil ? Kira - Kira Begitulah Yang Tergambar Difikiran Faelyn Saat Ini .       " Makasih Ya ! " Kata Pak Nano Seraya Menepuk Bahu Reyfan .       " Iya , Simpen Buat Bapak Malem Mingguan Beli Petasan Sama Istri Bapak !" Kata Reyfan Dan Faelyn Tertawa.       " Dasar Kamu Rey ! " Faelyn Mencubit Tangan Reyfan.       " Oh Iya Kamu Jadi Gak Aku Beliin Semua Jagung Yang Pak Nano - Nano Jual ? Sama Pak Nano Nya Sekalian ? " Ledek Reyfan .       " Ya Enggaklah , Aku Bercanda Rey ! " Katanya Dan Pak Nano Ikut Tertawa.       " Tuh Ditawarin Mau Gak ? " Sahut Pak Nano.       " Enggak Pak . Masa Aku Mau Bawa Pak Nano - Nano Pulang Kerumah Saya Sih ?  Buat Apa ? " Faelyn Tersenyum Kemudian Melirik Reyfan Dengan Tatapan ' Dasar Kamu Reyfan ' .       " Ya Kali Aja Mau Neng Cantik Jadiin Suami ! " Ledek Pak Nano.       " Jangan Pak ! " Sahut Reyfan , Kemudian Ia Melirik Ke Faelyn " Nanti Saya Gak Siap Kalo Harus Berbagi Malam Pertama ! " Lanjut Reyfan Alhasil Mendapat Pukulan Keras Di Bahunya .       " Reyfan Kamu Ngaco ! Udah Ayo ! " Faelyn Mendorong Reyfan Untuk Segera Meninggalkan Tempat Itu.       " Duluan Ya Pak Nano - Nano . Makasih ! " Kata Faelyn Sembari Mendorong Reyfan.       Sambil Berjalan Menuju Tempat Reyfan Parkir Motornya , Faelyn Terus Saja Memandangi Wajah Reyfan Dari Samping . Terlihat Jelas Hidung Mancung Milik Reyfan Dari Samping .       ' Aku Gak Tau Sejak Kapan Jatuh Cinta Sama Kamu, Tapi Yang Aku Tau Memandangi Kamu Adalah Salah Satu Kebiasaan Serta Kesukaan Ku Mulai Hari Ini ! ' Kata Faelyn Dalam Hati Sambil Senyam-Senyum Sendiri .       Reyfan Melirik Faelyn Yang Sedang Menatapnya " Gak Usah Terpesona Gitu, Aku Tau Aku Manis . Nanti Kamu Diabetes ! " Ujar Reyfan Membuat Rona Merah Muda Diwajah Faelyn .       " Iya Aku Bisa Diabetes Nanti Kalo Terus Liatin Kamu ! " Jujur Faelyn, Reyfan Hanya Diam , Kini Jantungnya Jadi Berdetak Cepat .       " Kita Mau Kemana Lagi Nih ? " Tanya Faelyn.       " Pulang Aja Ya ? " Reyfan Melirik Jam Tangannya " Udah Jam Sepuluh Malam ! "       Faelyn Mengehela Nafasnya , Seolah Dia Masih Belum Ingin Pulang . Bahkan Masih Ingin Berlama-Lama Dengan Reyfan . Rasanya Dia Lebih Damai Saat Bersama Reyfan .       " Yah , " Singkat Faelyn , Ia Menghela Nafas Kecewa .       " Kok Yah ? " Kini Mereka Sudah Berada Di Depan Motor Reyfan " Ayo Naik !" Perintah Reyfan.       " Iya – Iya  " Kata Faelyn Lesuh .       " Yaudah Ayo Naik ! " Faelyn Pun Segera Naik Keatas Motor Yang Tak Lama Kemudian Reyfan Mulai Melajukan Motornya .       " Fae , Jangan Tidur ! " Ucap Reyfan Yang Tetap Fokus Mengendarai.       " Iya Enggak ! "       ' Kenapa Harus Buru - Buru Pulang Sih ! Aku Tuh Masih Mau Berduaan Sama Kamu Rey ! '       " Faelyn ! " Panggil Reyfan.       " Iya Rey ? " Faelyn Menyahut .       " Kenapa Tadi Kamu Sampai Mau Bunuh Diri ? " Tanya Reyfan Penasaran .       Sepertinya Reyfan Ingin Tahu Kenapa Faelyn Begitu Nekat Dan Sangat -Sangat Tidak Ingin Reyfan Balapan.       " Karena Aku Gak Mau Kamu Ikut Balapan ! " Jawabnya .       " Itu Aja Fae? " Reyfan Terlihat Tidak Puas Dengan Jawaban Faelyn .       " Bukan Itu Aja ! Aku Juga Takut Kalau Kamu Balapan Terus Nanti Kenapa -Kenapa , Atau Kemungkinan Besarnya Nanti Kamu Jatuh Terus Terluka ! Nanti Aku Gak Sanggup Kalo Denger Kabar Buruk Yang Menimpa Kamu !" Faelyn Mengutarakan Semua Itu Benar - Benar Dari Hatinya Yang Sangat Dalam , Ia Memang Mengkhawatirkan Reyfan.       ' Kenapa Dia Begitu Perduli Sama Gue ?  Padahal Secara Gak Langsung Sekarang Gue Itu Lagi Punya Niat Jahat Sama Dia ! ' Fikir Reyfan . Dia Jadi Merasa Tidak Enak Hati .     " Kenapa Kok Kamu Khawatir Banget ? " Reyfan Berusaha Memancing Faelyn Lagi Untuk Mengetahui Lebih Dalam.       " Karena Aku Sayang Sama Kamu . Sayang Banget !" Tangan Faelyn Melingkar Di Pinggang Reyfan , Gadis Itu Memeluk Erat Tubuh Lelaki Itu Dari Belakang.       Tanpa Disadari Ternyata Saat Faelyn Bicara Seperti Itu Bibir Reyfan Terangkat Membentuk Sebuah Senyuman Senang .        " Tapi Sungguh Meyedihkan , Kamu Nya Gak Sayang Aku ! " Lanjut Faelyn Dengan Nada Pelan Namun Dapat Terdengar Reyfan.       ' Sorry Fae '       " Ya Kan Kamu Gak Sayang Aku ? " Tanya Faelyn Kini Nadanya Terdengar Meninggi .       " Sayang Kok , " Singkat Reyfan .       " Aku Tau Kamu Lagi Bohong ! " Faelyn Begitu Yakin Apa Yang Baru Saja Reyfan Katakan Adalah Dusta .       " Bener , Faelyn ! " Reyfan Mencoba Meyakinkan .       " Bohong ! "       " Bener ! "       " Bohong ! Ngaku Aja Deh ! "       ' Iya Emang Bohong ! ' Batin Reyfan.       Seteleh Cukup Lama Diperjalanan Akhirnya Mereka Sampai Didekat Rumah Faelyn . Reyfan Sengaja Tidak Menurunkan Faelyn Tepat Didepan Rumahnya Karena Ia Takut Kalau Bian Sudah Sampai Dirumah Dan Melihatnya .       Faelyn Turun Dari Motor Reyfan Dengan Perasaan Yang Sedikit Tidak Rela Ingin Berpisah , Padahal Besok Dirinya Masih Bisa Pergi Jalan - Jalan Dengan Reyfan Karena Kebetulan Besok Hari Sabtu Dan Sekolah Mereka Libur.       " Makasih Ya Rey ! " Faelyn Tersenyum Senang Dan Reyfan Hanya Menjawab Dengan Anggukan .       " Yaudah Aku Balik Ya ! " Baru Saja Reyfan Ingin Memutar Konci Motornya Untuk Dinyalahkan , Faelyn Menahannya.       " Nanti Dulu ! " Ucap Faelyn , Reyfan Menatapnya Bingung " Jangan Pulang Dulu  ! "       " Kenapa ? " Reyfan Bertanya – Tanya .       " Besok Kan Libur , " Ucap Faelyn .       " Terus ? "       " Kamu Gak Pengen Ngajak Aku Jalan ? " Tanya Faelyn , Ia Sangat Berharap Reyfan Mengajaknya Jalan – Jalan . Faelyn Menunggu Jawaban Reyfan Dengan Tak Sabar.       " Nanti Aku Kabarin Deh . Yaudah Aku Mau Balik ! "       " Nanti Dulu ! " Kata Faelyn Lagi .       " Apa Lagi Sih Fae...."       ' Ribet Bener Sih Ini Cewek ! '     Faelyn Langsung Saja Mencium Pipi Reyfan Tanpa Izin " Kalo Gak Cium Kamu Nanti Aku Gak Bisa Tidur ! " Ledeknya Setelah Selesai Mencium Reyfan.       Reyfan Tertegun , Harusnya Dia Bersikap Biasa Saja Karena Ini Bukan Yang Pertama Kalinya Ia Dicium Faelyn , Tetapi Setiap Faelyn Menciumnya Reyfan Terus Saja Merasakan Sensasi Yang Berbeda.       " Yaudah Sana Pulang ! " Ucap Faelyn Sambil Tersenyum , Dia Tidak Sadar Apa Yang Baru Saja Dilakukannya Membuat Reyfan Sangat Terkejut.       "Oh , I . . . Iya . Yaudah Gue Pulang ! " Ucap Reyfan Dengan Gugup , Dia Langsung Saja Melajukan Motornya Agar Segera Pergi Dari Sana Bersama Perasaan Bergemuruh Yang Memenuhi Dirinya.     Reyfan Memegang Dadanya Sebentar Merasakan Jantungnya Berdetak Cepat Tak Karuan “ Kenapa Gue Jadi Deg – Degan Gini ! “ Ucap Reyfan Tak Mengerti Dengan Dirinya Sendiri .       Faelyn Pun Segera Berjalan Menuju Rumahnya . Pada Saat Ia Masuk Kedalam , Terlihat Diruang Tamu Bian Sedang Nonton Televisi . Ia Sedang Menunggu Faelyn Pulang.       "Eh --- Ka ? Belum Tidur ? " Faelyn Tau Pasti Dia Akan Kena Marah Oleh Bian.       " Darimana Lo ? " Ketus Bian .       " Dari Rumah Fani ! "       " Kok Sampe Malem Banget Kayak Gini ? Coba Lo Liat Sekarang Udah Jam Berapa ! " Bian Menyuruh Faelyn Melihat Jam Yang Menempel Di Dinding .       " Jam Sebelas Malem ! " Jawab Faelyn Pelan.       " Bagus ! " Bian Yang Tadinya Sedang Duduk Di Sofa Kini Berdiri Menghampiri Faelyn " Hebat Kan Anak Perempuan Pulang Jam Sebelas Malem ? Nanti Kalo Lo Kenapa - Kenapa Gimana Coba?"       Faelyn Hanya Diam Tanpa Membantah Bian Sepatah Kata Pun .       " Untung Mamah Sama Papah Udah Tidur ! Kalo Enggak ? Lo Bakalan Diomelin ! " Lanjut Bian , Sepertinya Dia Kesal . Sebenarnya Kekesalan Tersebut Bukan Apa - Apa , Ia Hanya Tidak Ingin Sesuatu Yang Buruk Terjadi Kepada Adiknya.       " Maaf Kak ! " Hanya Itu Yang Bisa Keluar Dari Mulut Faelyn.       " Yaudah Sana Masuk Ke Kamar ! Istirahat ! " Perintah Bian.       " Gue Gak Mau Tidur Kalo Lo Belom Maafin Gue ! " Faelyn Menatap Bian Yang Juga Sedang Menatapnya Dengan Serius.       " Iya Gue Maafin . Udah Sana Tidur ! " Jawab Bian .       " Bohong Itu Maaf Nya Terpaksa ! " Gerutu Faelyn Dengan Bibirnya Yang Mengerucut.       " Iya Faelyn Adik Ku Tersayang . Udah Kaka Maafin ! " Kata Bian Yang Kini Tersenyum.       Faelyn Juga Ikut Tersenyum " Peluk Dulu Dong ! " Ucap Faelyn Sambil Merentangkan Tangannya Untuk Berpelukan.       Bian Pun Segera Memeluknya " Jangan Diulangin Lagi ! " Bisik Bian .       " Iya Kak Bian Yang Paling Baik Sedunia ! "     ** JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT :) BTW MAU KASIH INFO JUGA . PASTI KALIAN BACA CERITA INI DI HP KAN ? MAAF JIKA SPASI DAN TEKS NYA AGAK BERANTAKAN . AKU JUGA GA FAHAM , PADAHAL WAKTU AKU MAU UPDATE UDAH DIRAPIHIN SEDEMIKIAN RUPA TAPI PAS DI UPDATE JADI AGAK BERANTAKAN . JADI MAAF YA KALO KALIAN AGAK PUSING LIATNYA .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD