Faelyn Sudah Duduk Manis Di Jok Belakang Motor Bian . Sebelum Pergi Untuk Balapan Bian Lebih Dulu Mengantar Adik Kesayangannya Itu Kerumah Temannya . Ralat Maksudnya Kerumah Musuh Bebuyutannya .
" Udah Siap Belom ? " Tanya Bian Setelah Mendapat Anggukan Dari Faelyn Bian Segera Melajukan Kendaraan Beroda Dua Itu .
" Meluncur ! " Teriak Faelyn Penuh Semangat . Dia Tidak Sabar Untuk Sampai Kerumah Pacarnya Itu .
“ Di Daerah Mana Rumahnya Fani ?" Tanya Bian Yang Tetap Fokus Menyetir.
" Di Komplek Merpati Kak Gak Terlalu Jauh Dari Sini ! Lurus Aja Terus Nanti Ada Pertigaan Belok Kiri ! " Jelas Faelyn Memberi Tahu Arah Jalan Kepada Kakaknya Itu .
Faelyn Tentu Saja Masih Ingat Arah Jalan Kerumah Reyfan . Meskipun Dia Baru Sekali Kerumah Reyfan Tetapi Faelyn Sangat Hafal Jalannya.
" Kak Berhenti Disini Aja ! " Ucap Faelyn MenepuK Pundak Bian . Dia Tidak Ingin Berhenti Tepat Didepan Rumah Reyfan .
Bian Menghentikan Laju Kendaraannya " Yakin Disini Aja ? " Bian Bertanya.
" Emang Rumahnya Yang Mana Dek ? " Bian penasaran .
" Enggak Jauh Kok Dari Sini ! " Faelyn Turun Dari Motor , Baru Saja Faelyn Ingin Pergi Meninggalkan Bian , Tiba-Tiba Bian Menarik Tangannya.
" Kenapa Kak ? " Tanya Faelyn Tak Mengerti Mengapa Bian Menahannya.
" Yang Mana Rumahnya ? " Tanya Bian Serius Sekaligus Penasaran.
' Duh Kak Bian Kok Kayak Curiga Gitu Sih ? ' Batin Faelyn .
" Yang Itu Kak ! " Faelyn Terpaksa Menunjuk Kearah Rumah Reyfan Yang Tidak Jauh Dari Tempatnya Berdiri . Padahal Niatnya Ingin Merahasiakan Rumahnya Reyfan Tapi Apa Boleh Buat , Bian Memaksanya .
" Oke Kalo Ada Apa - Apa Kabarin Kakak ! " Ucap Bian , Ia Mencium Pucuk Kepala Faelyn Sebelum Akhirnya Ia Berlalu Pergi .
Bian Tidak Curiga , Karena Dia Sama Sekali Tidak Tahu Rumah Reyfan .
Faelyn Memencet Bel Rumah Reyfan Berkali - Kali Sebelum Akhirnya Terlihat Seorang Wanita Paruh Baya Membukakan Pintu Yang Menjulang Tinggi Itu .
" Nyari Siapa Ya ? " Tanya Bi Iyem Yang Tak Lain Pembantu Dirumah Reyfan.
Kebetulan Pada Saat Faelyn Pertama Kali Main Kerumahnya Reyfan , Pembantunya Tidak Ada . Jadi , Sekarang Saat Faelyn Datang Bi Iyem Pun Tidak Tau Kalau Dia Temannya Reyfan . Lebih Tepatnya Sekarang Pacarnya Reyfan.
Faelyn Tersenyum Lebar " Aku Faelyn Bi . Reyfan Nya Ada ? "
" Oh Ada , Silahkan Masuk Faelyn ! " Faelyn Pun Segera Masuk . Saat Sampai Diruang Tengah Faelyn Bertemu Dengan Risma . Ibunya Reyfan .
" Selamat Malam Tante ! " Sapa Faelyn Dengan Sopan Seraya Mencium Tangan Risma .
" Selamat Malam . Aduh Cantik Sekali Kamu , Namanya Siapa ?" Tanya Risma Dengan Senyuman.
" Nama Saya Faelyn . Satu Sekolahan Dengan Reyfan , Tante ! " Jawab Faelyn " Reyfan Nya Ada Gak , Tante? " Tanya nya .
" Oh Reyfan Ada Faelyn , Dia Lagi Mandi Kayaknya ! Kamu Duduk Aja Dulu !" Risma Mempersilahkan Tamu Anaknya Itu Duduk Disebelahnya .
“ Makasih , “ Faelyn Pun Duduk Diruangan Itu Menunggu Reyfan .
" Oh Iya Kamu . . . Temen Atau Pacarnya Reyfan ? " Pertanyaan Itu Cukup Membuat Faelyn Canggung.
" Faelyn Pacarnya Reyfan, Tante ! " Jawab Faelyn Memberanikan Diri .
" Wah Reyfan Gak Pernah Cerita Loh Sama Tante ! " Risma Tersenyum Senang Melihat Pacar Anaknya Itu Sangat Cantik Dan Ramah Seperti Faelyn.
" Kita Belum Lama Jadian Kok Tante ! " Faelyn Tersenyum Simpul.
" Cantik Sekali , “ Risma Mencolek Dagu Faelyn ” Pinter Juga Si Reyfan Pilih Pacar ! " Ledek Risma , Faelyn Pun Merasa Senang Dipuji Oleh Ibunya Reyfan.
“ Terimakasih Tante , Faelyn Jadi Malu ! “ Faelyn Mengulum Senyumnya Sambil Menunduk Malu Membuat Risma Tersenyum Tipis Melihatnya .
" Yaudah Tante Ke Kamar Dulu Ya ! " Faelyn Mengangguk " Bibi Nanti Panggilin Reyfan Ya Bilang Ada Pacarnya ! " Perintah Risma Kepada Bi Iyem Yang Baru Saja Datang Membawakan Sepiring Buah Dan Air Minum Yang Ia Letakan Di Atas Meja .
" Iya Bu ! " Bi Iyem Mengangguk.
" Sebentar Ya Faelyn , Bibi Panggilin Reyfan Dulu ! Dimakan Buah Nya ! " Ujar Bi Iyem .
" Iya Bi , Terimakasih ! "
Setelah Menunggu Hampir Setengah Jam Akhirnya Reyfan Turun Dari Tangga Dan Menghampiri Faelyn Dengan Tatapan Sinis Seolah - Olah Ingin Mengatakan 'Kok Lo Bisa Ada Disini ?' Mau Ngapain ?' Kira Kira Seperti Itu, Namun Reyfan Menahan Untuk Mengatakan Itu .
Reyfan Sudah Terlihat Rapih Dengan Celana Jeans Dan Kaos Polos Hitam Di Balut Dengan Jaket Levis Andalannya. Ganteng . Satu Kata Untuk Menggambarkan Reyfan .
Reyfan Berjalan Mendekat Kearah Gadis Yang Tengah Duduk Manis Di Sofa.
" Hai ! " Sapa Faelyn Canggung Kepada Reyfan Yang Baru Saja Duduk Bersebrangan Dengannya .
' Gak Ngerti Lagi Gue Sama Ini Anak ? Ngapain Sih Dia Kemari ! Dia Bener -Bener Mau Mencegah Gue Balapan ! ' Gerutu Reyfan Menahan Kesal .
" Rey , Kamu Udah Makan ? " Tanya Faelyn Basa – Basi .
Faelyn Mengigit Bibir Bawahnya . Dia Sangat Gugup . Dia Merasa Sangat Bodoh Baru Saja Melontarkan Pertanyaan Itu . Dia Meremas - Remas Jarinya Dan Berfikir Bagaimana Caranya Mencairkan Suasana Yang Tegang Diruang Tamu Yang Hanya Ada Mereka Berdua .
" Rey , " Panggil Faelyn Disertai Senyuman , Ia Berusaha Tidak Gugup .
Reyfan Kini Menatapnya Dalam - Dalam " Udah Malam ! " Kata Reyfan . Tentu Saja Reyfan Memberi Isyarat Agar Gadis Itu Segera Pergi . Namun Yang Diberi Isyarat Sama Sekali Tidak Mengerti .
" Iya Aku Tau Ini Udah Malem , " Jawab Faelyn .
Reyfan Sudah Tau Maksud Tujuan Faelyn Datang Untuk Mencegahnya Balapan , Oleh Karena Itu Dia Tidak Bertanya Kepada Faelyn Alesan Dia Malem - Malem Kerumahnya.
Keadaan Hening Kembali .
" Naik Apa Tadi Kesini ? " Saat Reyfan Bertanya , Hati Faelyn Sedikit Tenang Karena Reyfan Memulai Pembicaraan.
' Kalo Gue Bilang Dianter Kak Bian Pasti Nanti Dia Malah Mikirnya Gue Udah Ngasih Tau Kalo Kita Berdua Pacaran . Aduh Gue Harus Bohong Lagi Deh !' Gerutu Faelyn Dalam Hati . Sepertinya Mulai Sekarang Dia Akan Banyak Berbohong Dan Menggerutu Dalam Hatinya .
" Naik Ojek Online , " Jawab Faelyn , Untung Nya Reyfan Mengangguk Percaya .
Drt...Drt....
Ponsel Reyfan Bergetar Dan Ternyata Ada Pesan Masuk ;
Lo Dimana Rey . Bian Udah Nungguin Lo Nih !
-Arman-
Setelah Membaca Pesan , Reyfan Memasukan Kembali Ponselnya Ke Dalam Saku Jaket.
" Fae Gue Mau Pergi ! " Ucap Reyfan Seraya Bangun Dari Duduknya .
" Rey Please ! Jangan Ikut Balapan ! " Rengek Faelyn . Dia Juga Ikut Terbangun Dari Duduknya .
" Gak Bisa ! " Tegas Reyfan .
" Rey Ini Udah Malem ! Lebih Baik Kamu Anterin Aku Pulang Ya ? " Faelyn Mencari Alasan Agar Reyfan Tidak Pergi Balapan .
Faelyn Berjalan Mendekati Reyfan Dan Meraih Tangannya " Aku Mohon Rey Jangan Pergi Balapan ! Daripada Kamu Balapan Mending Kamu Anterin Aku Pulang Atau Kita Jalan – Jalan Menikmati Malam Ini ? " Nada Bicara Faelyn Terdengar Memohon.
" Gak Bisa ! Gue Udah Bilang Kalo Gue Ga Suka Di Kekang ! Lagian Lo Fikir Lo Siapa Ngelarang Apa Yang Mau Gue Lakukan ! " Reyfan Menyingkirkan Tangan Faelyn Dari Tangannya Dengan Kasar .
Hati Faelyn Terasa Teriris Saat Reyfan Mengatakan Bahwa Siapa Dirinya . Dia Begitu Sedih Namun Tetap Berusaha Tegar Agar Reyfan Tidak Pergi .
" Rey Kamu Tega Banget Sih Ngebiarin Pacar Kamu Malem - Malem Begini Pulang Sendirian ! " Genangan Air Mulai Memenuhi Kedua Bola Matanya .
" Gue Gak Paksa Lo Kemari ! Lo Kesini Naik Ojek Online Kan? Berarti Lo Bisa Pulang Naik Ojek Online Lagi ! " Ucap Reyfan Lalu Ia Berjalan Pergi Meniggalkan Faelyn .
" Tunggu ! " Teriak Faelyn " Reyfan ! Awas Aja Kalo Kamu Pergi ! " Ancaman Faelyn Membuat Reyfan Menghentikan Langkahnya Dan Membalikan Badannya.
" Kenapa Kalo Gue Pergi ? " Tanya Reyfan Sambil Mendongakan Dagunya.
Faelyn Terdiam Sejenak Dan Ia Melirik Kearah Piring Buah Yang Bi Iyem Bawakan Tadi Terdapat Sebilah Pisau . Tanpa Fikir Panjang , Faelyn Langsung Mengambil Pisau Tersebut Dan Mengarahkan Pisau Itu Kearah Pergelangan Tangannya , Lebih Tepatnya Di Urat Nadi .
Reyfan Terperangah Melihat Faelyn Yang Begitu Nekat Mengarahkan Pisau Tajam Itu Ke Pergelangan Tangannya " Fae , Lo . . .Lo Mau Ngapain? " Tanya Reyfan , Ia Terlihat Panik .
Faelyn Meneteskan Air Mata " Pilih Pergi Balapan Atau Aku Akan Goreskan Pisau Ini Di Pergelangan Tangan Aku ! “ Ancam Faelyn Terlihat Bersungguh – Sungguh . Reyfan Terdiam Membeku Melihat Apa Yang Akan Faelyn Lakukan.
“ AKU AKAN BUNUH DIRI KALO KAMU PERGI ! " Tegas Faelyn Dengan Ancaman Mengerikan Itu . Perlahan Reyfan Berjalan Mendekatinya Dengan Perasaan Khawatir Dan Takut Jika Gadis Itu Benar – Benar Akan Bunuh Diri Dirumahnya.
Saat Ini Diruangan Itu Hanya Ada Dirinya Dan Faelyn . Pembantu Dan Ibunya Tidak Ada Disana .
" Fae . . Fae Dengerin Aku Dulu ! Aku Mohon Turunin Pisau Itu Ya ? Kamu Jangan Gila Fae ? " Reyfan Berusaha Menenangkan Faelyn , Ia Berbicara Dengan Lembut.
"Jawab Aku Sekarang ! Kamu Pilih Balapan Atau Tetap Bersama Aku ?" Tanya Faelyn Dengan Suara Hampir Teriak .
Reyfan Menghela Nafasnya Dia Merasa Sangat Terbebani Dengan Sikap Faelyn Yang Seperti Ini . Jantungnya Mendadak Ingin Berhenti Melihat Tingkah Faelyn Seperti Itu .
" Cepet Jawab Rey , Atau Aku Akan..."
" I . . Iya Fae . Iya Aku Gak Akan Pergi Balapan ! Aku Akan Tetap Sama Kamu!” Jawab Reyfan Dengan Cepat , Dia Berjalan Lebih Dekat Lagi Menghampiri Faelyn .
" Sekarang Letakan Pisau Itu Ya ? " Ucap Reyfan Melirik Pisau Yang Masih Menempel Ditangan Faelyn . Setelah Mendengar Keputusan Reyfan Akan Tetap Bersamanya , Perlahan Faelyn Menjauhkan Pisau Itu Dari Tangannya .
" Bener Kamu Gak Akan Ikut Balapan ?" Tanya Faelyn Berusaha Meyakinkan Kembali .
" Iya Enggak ! " Reyfan Terlihat Frustasi Menghadapai Gadis Itu Sedangkan Faelyn Sendiri Tersenyum Puas.
Faelyn Merasa Sangat Senang Karena Dirinya Berhasil Mencegah Reyfan Untuk Balapan Motor , Meskipun Dengan Cara Sedikit Konyol . Walaupun Sebenarnya Faelyn Tidak Akan Melakukan Bunuh Diri Sungguhan Jika Kemungkinan Reyfan Akan Tetap Pergi Balapan . Faelyn Tidak Segila Itu .
" Yaudah Ayo Sekarang Aku Antar Kamu Pulang ! " Ucap Reyfan Dengan Malas . Kini Mood Nya Benar - Benar Berantakan .
" Aku Gak mau Pulang ! " Faelyn Menggeleng Cepat .
" Terus Kamu Mau Kemana ? " Reyfan Benar - Benar Tidak Mengerti Apa Mau Faelyn " Tadi Katanya Mau Aku Anter Pulang ? "
" Ya Itu Kan Tadi ! Nanti Kalo Kamu Cuma Anter Aku Pulang , Bisa Aja Kan Abis Nganter Aku , Kamu Tetep Pergi Balapan ! " Ujar Faelyn.
' Ck , Kenapa Jadi Gue Yang Ketiban Sial Sih Deket Sama Faelyn . Rencana Gue Balapan Jadi Gagal ! Pasti Si b******k Itu Nganggep Gue Pengecut ! Sial ! ' Reyfan Menahan Rasa Kesal Didalam Hatinya .
" Yaudah Ayo Kita Pergi ! " Reyfan Langsung Saja Menarik Tangan Faelyn Keluar Rumah , Wajah Nya Masih Terlihat Kesal Sedangkan Faelyn Yang Digandeng Oleh Reyfan Tersenyum Kemenangan.
' Faelyn Gitu Loh ! '
**
Sepanjang Perjalanan Keduanya Sama - Sama Diam Membisu Tanpa Sepatah Kata , Faelyn Yang Duduk Dibelakangnya Memeluk Reyfan Dengan Sangat Erat . Ia Benar-Benar Menikmati Suasana Saat Berdua Dengan Reyfan .
' Harusnya Tadi Gue Biarin Aja Faelyn Bunuh Diri . Kan Bian Bakalan Sedih Banget Tuh ! Bukankah Itu Kan Yang Gue Mau ? Jadi, Gue Gak perlu Ngelanjutin Rencana Gue Lama - Lama Seperti Ini !' Gerutu Nya Dalam Hati .
' Tapi Masalahnya Itu Dia Kenapa Mau Bunuh Dirinya Dirumah Gue Coba ! Kan Bisa Gawat ! Yang Ada Gue Bisa Jadi Tersangka Karena Gue Yang Ada Di Tempat Kejadian , Bisa Ditangkep Gue Sama Polisi ! '
' Dan Yang Lebih Aneh , Kenapa Tadi Gue Harus Takut Dia Kenapa – Kenapa ? '
Reyfan Terus Saja Bergulat Dengan Fikirannya Seraya Melajukan Motornya Dengan Kencang . Tidak Lama , Ia Merasakan Bahwa Punggungnya Terasa Sangat Berat , Faelyn Juga Tidak Terdengar Suaranya Sama Sekali . Ternyata Dia Tertidur Di Punggung Reyfan . Benar-Benar Tidur .
" Fae ? " Panggil Reyfan Berusaha Meyakinkan Apakah Dia Benar-Benar Tidur Atau Tidak.
" Faelyn Bangun ! " Reyfan Menghentikan Laju Motornya Ketika Sudah Sampai Di Suatu Tempat.
" Faelyn ! " Panggil Nya Sambil Mengguncang Pelan Tangan Faelyn.
‘ Ni Anak Kebo Bener Ya ! '
" Woy Fae Kebakaran – Kebaran ! " Teriak Reyfan Dengan Keras Ditelinga Faelyn Hingga Ia Terkaget . Reyfan Sengaja Mengerjai Faelyn Seperti Itu Agar Gadis Itu Segera Bangun .
Mata Faelyn Membulat " Kebakaran ? Dimana Rey Ayo Kita Lari ! " Ujar Faelyn Sangat Panik .
Ekspresi Wajah Reyfan Tetap Datar " Apaan Sih Gak Ada Kebakaran ! Udah Ayo Turun ! " Omel Reyfan . Dia Merasa Faelyn Benar – Benar Sangat Menyebalkan Malam Ini .
Faelyn Mengerucutkan Bibirnya " Tadi Katanya Ada Kebakaran ! " Faelyn Pun Juga Ikut Turun Dari Motor.
" Kita Kemana ? " Tanya Faelyn Yang Berjalan Dibelakang Reyfan .
" Kita Kesana ! " Reyfan Menunjuk Pedagang Jagung Bakar Dan Faelyn Mengangguk Saja.
" Reyfan Jalannya Pelan - Pelan Dong ! Kamu Gak mau Gandeng Aku Apa? " Faelyn Berusaha Melangkah Cepat Agar Sejajar Disamping Reyfan.
Reyfan Menghela Nafas Sebentar , Lalu Reyfan Menggandeng Tangan Faelyn Dengan Sangat Terpaksa . Dalam Hatinya Dia Menggerutu Kesal Harus Selalu Berpura – Pura Dan Melakukan Segala Hal Dengan Terpaksa .
' Bisa Gila Gue Lama - Lama Deket Faelyn ! ‘
**
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT :)