BAB 10

2190 Words
Faelyn Sudah Duduk Manis Di Jok Belakang Motor Bian . Sebelum Pergi Untuk Balapan Bian Lebih Dulu Mengantar Adik Kesayangannya Itu Kerumah Temannya . Ralat Maksudnya Kerumah Musuh Bebuyutannya .       " Udah Siap Belom ? " Tanya Bian Setelah Mendapat Anggukan Dari Faelyn Bian Segera Melajukan Kendaraan Beroda Dua Itu .       " Meluncur ! " Teriak Faelyn Penuh Semangat . Dia Tidak Sabar Untuk Sampai Kerumah Pacarnya Itu .       “ Di Daerah Mana Rumahnya Fani ?" Tanya Bian Yang Tetap Fokus Menyetir.       " Di Komplek Merpati Kak Gak Terlalu Jauh Dari Sini ! Lurus Aja Terus Nanti Ada Pertigaan Belok Kiri ! " Jelas Faelyn Memberi Tahu Arah Jalan Kepada Kakaknya Itu .       Faelyn Tentu Saja Masih Ingat Arah Jalan Kerumah Reyfan . Meskipun Dia Baru Sekali Kerumah Reyfan Tetapi Faelyn Sangat Hafal Jalannya.       " Kak Berhenti Disini Aja ! " Ucap Faelyn MenepuK Pundak Bian . Dia Tidak Ingin Berhenti Tepat Didepan Rumah Reyfan .       Bian Menghentikan Laju Kendaraannya " Yakin Disini Aja ? " Bian Bertanya.        " Emang Rumahnya Yang Mana Dek ? " Bian penasaran .       " Enggak Jauh Kok Dari Sini ! " Faelyn Turun Dari Motor , Baru Saja Faelyn Ingin Pergi Meninggalkan Bian , Tiba-Tiba Bian Menarik Tangannya.       " Kenapa Kak ? " Tanya Faelyn Tak Mengerti Mengapa Bian Menahannya.       " Yang Mana Rumahnya ? " Tanya Bian Serius Sekaligus Penasaran.       ' Duh Kak Bian Kok Kayak Curiga Gitu Sih ? ' Batin Faelyn .       " Yang Itu Kak ! " Faelyn Terpaksa Menunjuk Kearah Rumah Reyfan Yang Tidak Jauh Dari Tempatnya Berdiri . Padahal Niatnya Ingin Merahasiakan Rumahnya Reyfan Tapi Apa Boleh Buat , Bian Memaksanya .       " Oke Kalo Ada Apa - Apa Kabarin Kakak ! " Ucap Bian , Ia Mencium Pucuk Kepala Faelyn Sebelum Akhirnya Ia Berlalu Pergi .       Bian Tidak Curiga , Karena Dia Sama Sekali Tidak Tahu Rumah Reyfan .       Faelyn Memencet Bel Rumah Reyfan Berkali - Kali Sebelum Akhirnya Terlihat Seorang Wanita Paruh Baya Membukakan Pintu Yang Menjulang Tinggi Itu .       " Nyari Siapa Ya ? " Tanya Bi Iyem Yang Tak Lain Pembantu Dirumah Reyfan.       Kebetulan Pada Saat Faelyn Pertama Kali Main Kerumahnya Reyfan , Pembantunya Tidak Ada . Jadi , Sekarang Saat Faelyn Datang Bi Iyem Pun Tidak Tau Kalau Dia Temannya Reyfan . Lebih Tepatnya Sekarang Pacarnya Reyfan.       Faelyn Tersenyum Lebar " Aku Faelyn Bi . Reyfan Nya Ada ? "       " Oh Ada , Silahkan Masuk Faelyn ! " Faelyn Pun Segera Masuk . Saat Sampai Diruang Tengah Faelyn Bertemu Dengan Risma . Ibunya Reyfan .       " Selamat Malam Tante ! " Sapa Faelyn Dengan Sopan Seraya Mencium Tangan Risma .       " Selamat Malam . Aduh Cantik Sekali Kamu , Namanya Siapa ?" Tanya Risma Dengan Senyuman.       " Nama Saya Faelyn . Satu Sekolahan Dengan Reyfan , Tante !   " Jawab Faelyn " Reyfan Nya Ada Gak  , Tante? " Tanya nya .       " Oh Reyfan Ada Faelyn , Dia Lagi Mandi Kayaknya ! Kamu Duduk Aja Dulu !" Risma Mempersilahkan Tamu Anaknya Itu Duduk Disebelahnya .       “ Makasih  ,  “ Faelyn Pun Duduk Diruangan Itu Menunggu Reyfan .        " Oh Iya Kamu . . . Temen Atau Pacarnya Reyfan ? " Pertanyaan Itu Cukup Membuat Faelyn Canggung.       " Faelyn Pacarnya Reyfan, Tante ! " Jawab Faelyn Memberanikan Diri .       " Wah Reyfan Gak Pernah Cerita Loh Sama Tante !  " Risma Tersenyum Senang Melihat Pacar Anaknya Itu Sangat Cantik Dan Ramah Seperti Faelyn.       " Kita Belum Lama Jadian Kok Tante ! " Faelyn Tersenyum Simpul.       " Cantik Sekali , “ Risma Mencolek Dagu Faelyn ”  Pinter Juga Si Reyfan Pilih Pacar !  " Ledek Risma , Faelyn Pun Merasa Senang Dipuji Oleh Ibunya Reyfan.       “ Terimakasih Tante , Faelyn Jadi Malu ! “ Faelyn Mengulum Senyumnya Sambil Menunduk Malu Membuat Risma Tersenyum Tipis Melihatnya .       " Yaudah Tante Ke Kamar Dulu Ya ! " Faelyn Mengangguk  " Bibi Nanti Panggilin Reyfan Ya Bilang Ada Pacarnya ! " Perintah Risma Kepada Bi Iyem Yang Baru Saja Datang Membawakan Sepiring Buah Dan Air Minum Yang Ia Letakan Di Atas Meja .       " Iya Bu ! " Bi Iyem Mengangguk.      " Sebentar Ya Faelyn , Bibi Panggilin Reyfan Dulu ! Dimakan Buah Nya ! " Ujar Bi Iyem .       " Iya Bi , Terimakasih ! "       Setelah Menunggu Hampir Setengah Jam Akhirnya Reyfan Turun Dari Tangga Dan Menghampiri Faelyn Dengan Tatapan Sinis Seolah - Olah Ingin Mengatakan 'Kok Lo Bisa Ada Disini ?' Mau Ngapain ?' Kira Kira Seperti Itu, Namun Reyfan Menahan Untuk Mengatakan Itu .       Reyfan Sudah Terlihat Rapih Dengan Celana Jeans Dan Kaos Polos Hitam Di Balut Dengan Jaket Levis Andalannya. Ganteng . Satu Kata Untuk Menggambarkan Reyfan .       Reyfan Berjalan Mendekat Kearah Gadis Yang Tengah Duduk Manis Di Sofa.       " Hai ! " Sapa Faelyn Canggung Kepada Reyfan Yang Baru Saja Duduk Bersebrangan Dengannya .       ' Gak Ngerti Lagi Gue Sama Ini Anak ? Ngapain Sih Dia Kemari ! Dia Bener -Bener Mau Mencegah Gue Balapan !  ' Gerutu Reyfan Menahan Kesal .       " Rey , Kamu Udah Makan ?  " Tanya Faelyn Basa – Basi  .       Faelyn Mengigit Bibir Bawahnya . Dia Sangat Gugup . Dia Merasa Sangat Bodoh Baru Saja Melontarkan Pertanyaan Itu . Dia Meremas - Remas Jarinya Dan Berfikir Bagaimana Caranya Mencairkan Suasana Yang Tegang Diruang Tamu Yang Hanya Ada Mereka Berdua .       " Rey , " Panggil Faelyn Disertai Senyuman , Ia Berusaha Tidak Gugup .       Reyfan Kini Menatapnya Dalam - Dalam " Udah Malam ! " Kata Reyfan . Tentu Saja Reyfan Memberi Isyarat Agar Gadis Itu Segera Pergi . Namun Yang Diberi Isyarat Sama Sekali Tidak Mengerti .       " Iya Aku Tau Ini Udah Malem , " Jawab Faelyn .       Reyfan Sudah Tau Maksud Tujuan Faelyn Datang Untuk Mencegahnya Balapan , Oleh Karena Itu Dia Tidak Bertanya Kepada Faelyn Alesan Dia Malem - Malem Kerumahnya.       Keadaan Hening Kembali .       " Naik Apa Tadi Kesini ? " Saat Reyfan Bertanya , Hati Faelyn Sedikit Tenang Karena Reyfan Memulai Pembicaraan.       ' Kalo Gue Bilang Dianter Kak Bian Pasti Nanti Dia Malah Mikirnya Gue Udah Ngasih Tau Kalo Kita Berdua Pacaran . Aduh Gue Harus Bohong Lagi Deh !' Gerutu Faelyn Dalam Hati . Sepertinya Mulai Sekarang Dia Akan Banyak Berbohong Dan Menggerutu Dalam Hatinya .       " Naik Ojek Online , "  Jawab Faelyn , Untung Nya Reyfan Mengangguk Percaya .       Drt...Drt....       Ponsel Reyfan Bergetar Dan Ternyata Ada Pesan Masuk ;       Lo Dimana Rey . Bian Udah Nungguin Lo Nih ! -Arman-       Setelah Membaca Pesan , Reyfan Memasukan Kembali Ponselnya Ke Dalam Saku Jaket.       " Fae Gue Mau Pergi ! " Ucap Reyfan Seraya Bangun Dari Duduknya .       " Rey Please ! Jangan Ikut Balapan ! " Rengek Faelyn . Dia Juga Ikut Terbangun Dari Duduknya .       " Gak Bisa ! " Tegas Reyfan .       " Rey Ini Udah Malem !  Lebih Baik Kamu Anterin Aku Pulang Ya ? " Faelyn Mencari Alasan Agar Reyfan Tidak Pergi Balapan .       Faelyn Berjalan Mendekati Reyfan Dan Meraih Tangannya " Aku Mohon Rey Jangan Pergi Balapan ! Daripada Kamu Balapan Mending Kamu Anterin Aku Pulang Atau Kita Jalan – Jalan Menikmati Malam Ini ? " Nada Bicara Faelyn Terdengar Memohon.       " Gak Bisa ! Gue Udah Bilang Kalo Gue Ga Suka Di Kekang ! Lagian Lo Fikir Lo Siapa Ngelarang Apa Yang Mau Gue Lakukan ! " Reyfan Menyingkirkan Tangan Faelyn Dari Tangannya Dengan Kasar .       Hati Faelyn Terasa Teriris Saat Reyfan Mengatakan Bahwa Siapa Dirinya . Dia Begitu Sedih Namun Tetap Berusaha Tegar Agar Reyfan Tidak Pergi .       " Rey Kamu Tega Banget Sih Ngebiarin Pacar Kamu Malem - Malem Begini Pulang Sendirian ! " Genangan Air Mulai Memenuhi Kedua Bola Matanya .       " Gue Gak Paksa Lo Kemari ! Lo Kesini Naik Ojek Online Kan? Berarti Lo Bisa Pulang Naik Ojek Online Lagi ! " Ucap Reyfan Lalu Ia Berjalan Pergi Meniggalkan Faelyn .       " Tunggu ! " Teriak Faelyn " Reyfan ! Awas Aja Kalo Kamu Pergi ! " Ancaman Faelyn Membuat Reyfan Menghentikan Langkahnya Dan Membalikan Badannya.       " Kenapa Kalo Gue Pergi ? " Tanya Reyfan Sambil Mendongakan Dagunya.       Faelyn Terdiam Sejenak Dan Ia Melirik Kearah Piring Buah Yang Bi Iyem Bawakan Tadi Terdapat Sebilah Pisau . Tanpa Fikir Panjang , Faelyn Langsung Mengambil Pisau Tersebut Dan Mengarahkan Pisau Itu Kearah Pergelangan Tangannya , Lebih Tepatnya Di Urat Nadi .       Reyfan Terperangah Melihat Faelyn Yang Begitu Nekat Mengarahkan Pisau Tajam Itu Ke Pergelangan Tangannya " Fae , Lo . . .Lo Mau Ngapain? " Tanya Reyfan , Ia Terlihat Panik .       Faelyn Meneteskan Air Mata " Pilih Pergi Balapan Atau Aku Akan Goreskan Pisau Ini Di Pergelangan Tangan Aku ! “ Ancam Faelyn Terlihat Bersungguh – Sungguh . Reyfan Terdiam Membeku Melihat Apa Yang Akan Faelyn Lakukan.       “ AKU AKAN BUNUH DIRI KALO KAMU PERGI ! " Tegas Faelyn Dengan Ancaman Mengerikan Itu . Perlahan Reyfan Berjalan Mendekatinya Dengan Perasaan Khawatir Dan Takut Jika Gadis Itu Benar – Benar Akan Bunuh Diri Dirumahnya.       Saat Ini Diruangan Itu Hanya Ada Dirinya Dan Faelyn . Pembantu Dan Ibunya Tidak Ada Disana .       " Fae . . Fae Dengerin Aku Dulu ! Aku Mohon Turunin Pisau Itu Ya ?  Kamu Jangan Gila Fae ?  " Reyfan Berusaha Menenangkan Faelyn , Ia Berbicara Dengan Lembut.       "Jawab Aku Sekarang ! Kamu Pilih Balapan Atau Tetap Bersama Aku ?" Tanya Faelyn Dengan Suara Hampir Teriak .     Reyfan Menghela Nafasnya Dia Merasa Sangat Terbebani Dengan Sikap Faelyn Yang Seperti Ini . Jantungnya Mendadak Ingin Berhenti Melihat Tingkah Faelyn Seperti Itu .       " Cepet Jawab Rey , Atau Aku Akan..."       " I . . Iya Fae .  Iya Aku Gak Akan Pergi Balapan ! Aku Akan Tetap Sama Kamu!”  Jawab Reyfan Dengan Cepat , Dia Berjalan Lebih Dekat Lagi Menghampiri Faelyn .       " Sekarang Letakan Pisau Itu Ya ? "  Ucap Reyfan Melirik Pisau Yang Masih Menempel Ditangan Faelyn . Setelah Mendengar Keputusan Reyfan Akan Tetap Bersamanya , Perlahan Faelyn Menjauhkan Pisau Itu Dari Tangannya .       " Bener Kamu Gak Akan Ikut Balapan ?" Tanya Faelyn Berusaha Meyakinkan Kembali .       " Iya Enggak ! " Reyfan Terlihat Frustasi Menghadapai Gadis Itu Sedangkan Faelyn Sendiri Tersenyum Puas.       Faelyn Merasa Sangat Senang Karena Dirinya Berhasil Mencegah Reyfan Untuk Balapan Motor , Meskipun Dengan Cara Sedikit Konyol . Walaupun Sebenarnya Faelyn Tidak Akan Melakukan Bunuh Diri Sungguhan Jika  Kemungkinan Reyfan Akan Tetap Pergi Balapan . Faelyn Tidak Segila Itu .       " Yaudah Ayo Sekarang Aku Antar Kamu Pulang ! " Ucap Reyfan Dengan Malas . Kini Mood Nya Benar - Benar Berantakan .       " Aku Gak mau Pulang ! " Faelyn Menggeleng Cepat .       " Terus Kamu Mau Kemana ? " Reyfan Benar - Benar Tidak Mengerti Apa Mau Faelyn  " Tadi Katanya Mau Aku Anter Pulang ? "       " Ya Itu Kan Tadi ! Nanti Kalo Kamu Cuma Anter Aku Pulang , Bisa Aja Kan Abis Nganter Aku , Kamu Tetep Pergi Balapan ! " Ujar Faelyn.       ' Ck , Kenapa Jadi Gue Yang Ketiban Sial Sih Deket Sama Faelyn . Rencana Gue Balapan Jadi Gagal ! Pasti Si b******k Itu Nganggep Gue Pengecut ! Sial !  '  Reyfan Menahan Rasa Kesal Didalam Hatinya .     " Yaudah Ayo Kita Pergi ! " Reyfan Langsung Saja Menarik Tangan Faelyn Keluar Rumah , Wajah Nya Masih Terlihat Kesal Sedangkan Faelyn Yang Digandeng Oleh Reyfan Tersenyum Kemenangan.       ' Faelyn Gitu Loh ! '     **       Sepanjang Perjalanan Keduanya Sama - Sama Diam Membisu Tanpa Sepatah Kata , Faelyn Yang Duduk Dibelakangnya Memeluk Reyfan Dengan Sangat Erat . Ia Benar-Benar Menikmati Suasana Saat Berdua Dengan Reyfan .       ' Harusnya Tadi Gue Biarin Aja Faelyn Bunuh Diri . Kan Bian Bakalan Sedih Banget Tuh ! Bukankah Itu Kan Yang Gue Mau ? Jadi, Gue Gak perlu Ngelanjutin Rencana Gue Lama - Lama Seperti Ini !' Gerutu Nya Dalam Hati .       ' Tapi Masalahnya Itu Dia Kenapa Mau Bunuh Dirinya Dirumah Gue Coba ! Kan Bisa Gawat ! Yang Ada Gue Bisa Jadi Tersangka Karena Gue Yang Ada Di Tempat Kejadian , Bisa Ditangkep Gue Sama Polisi ! '       ' Dan Yang Lebih Aneh , Kenapa Tadi Gue Harus Takut Dia Kenapa – Kenapa ? '     Reyfan Terus Saja Bergulat Dengan Fikirannya Seraya Melajukan Motornya Dengan Kencang . Tidak Lama , Ia Merasakan Bahwa Punggungnya Terasa Sangat Berat , Faelyn Juga Tidak Terdengar Suaranya Sama Sekali . Ternyata Dia Tertidur Di Punggung Reyfan . Benar-Benar Tidur .       " Fae ? " Panggil Reyfan Berusaha Meyakinkan Apakah Dia Benar-Benar Tidur Atau Tidak.       " Faelyn Bangun ! " Reyfan Menghentikan Laju Motornya Ketika Sudah Sampai Di Suatu Tempat.       " Faelyn ! " Panggil Nya Sambil Mengguncang Pelan Tangan Faelyn.       ‘ Ni Anak Kebo Bener Ya ! '     " Woy Fae Kebakaran – Kebaran ! " Teriak Reyfan Dengan Keras Ditelinga Faelyn Hingga Ia Terkaget . Reyfan Sengaja Mengerjai Faelyn Seperti Itu Agar Gadis Itu Segera Bangun .       Mata Faelyn Membulat " Kebakaran ? Dimana Rey Ayo Kita Lari ! " Ujar Faelyn Sangat Panik .       Ekspresi Wajah Reyfan Tetap Datar " Apaan Sih Gak Ada Kebakaran ! Udah Ayo Turun ! " Omel Reyfan . Dia Merasa Faelyn Benar – Benar Sangat Menyebalkan Malam Ini .       Faelyn Mengerucutkan Bibirnya " Tadi Katanya Ada Kebakaran ! " Faelyn Pun Juga Ikut Turun Dari Motor.       " Kita Kemana ? " Tanya Faelyn Yang Berjalan Dibelakang Reyfan .       " Kita Kesana ! " Reyfan Menunjuk Pedagang Jagung Bakar Dan Faelyn Mengangguk Saja.       " Reyfan Jalannya Pelan - Pelan Dong ! Kamu Gak mau Gandeng Aku Apa? " Faelyn Berusaha Melangkah Cepat Agar Sejajar Disamping Reyfan.       Reyfan Menghela Nafas Sebentar , Lalu Reyfan Menggandeng Tangan Faelyn Dengan Sangat Terpaksa . Dalam Hatinya Dia Menggerutu Kesal Harus Selalu Berpura – Pura Dan Melakukan Segala Hal Dengan Terpaksa .       ' Bisa Gila Gue Lama - Lama Deket Faelyn ! ‘   ** JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT :)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD